"Tuan Cairo, tuan Emrick." Vania kini tergagap.
Edwin, Clara dan Rebecca pun yang daritadi menonton pertunjukan mulai memisahkan diri perlahan.
Xena, Azalea dan Gisella sedang menenangkan Samuel yang sedang marah.
Exion dipukuli oleh Caitlyn hingga wajahnya dipenuhi darah, dan kini Caitlyn juga Aaron dan Arsenio sedang berurusan dengan keluarga Exion.
"Maafkan keterlambatan kami, tuan muda Samuel."
Cairo dan Emrick berjalan mendekat ketempat Samuel lalu membungkukkan badan mereka.
Samuel hanya menggelengkan kepalanya pelan dengan helaan nafas tak berdaya.
"Tidak, seharusnya aku yang meminta maaf karena telah memperlihatkan lelucon ini kepada kalian."
Cairo dan Emrick bertukar pandang dan keduanya memutuskan untuk menangani masalah ini terlebih dahulu.
PRAANGG!
Bruk!!
KYAAAA!!
Teriakan dan suara beberapa benda pecah mengalihkan perhatian semua orang.
Termasuk Samuel yang sedang berbicara dengan Cairo dan Emrick.
Saat Samuel melihat ke tempat asal suara tersebut, Samuel membeku dengan pemandangan didepannya.
Sebuah meja makanan yang hancur, dengan gelas gelas yang pecah jatuh ditubuh seorang wanita yang Samuel tidak bisa lihat karena terhalang tubuh papanya.
"BERANINYA KAU MERUSAK PERAYAAN ANAKKU! BERANINYA JALANG SEPERTI MU MEMBUAT ANAKKU HARUS MEMINTA MAAF DIHARI SPESIALNYA!!"
Gilbert meraih kerah Vania yang tersungkur di salah satu meja makanan dan melayangkan satu pukulan lagi.
Vania yang hampir pingsan kembali berteriak kesakitan sekaligus tersadar kembali oleh pukulan itu.
Selain itu, yang lain juga tersadar.
Albert segera menarik kembarannya itu menjauh, tapi kali ini Albert memberontak dan seperti binatang buas yang kelaparan yang akhirnya melihat makanan.
Pembuluh darah di lengan, leher dan wajah Gilbert membengkak, matanya memerah dan dia melihat Vania seakan ingin memakannya hidup-hidup.
Albert hampir tidak bisa menahannya, untungnya Charles dan Gavriel membantunya.
Gerald, hanya menyaksikan semuanya dengan datar, seakan orang didepan bukan lah istrinya.
Melihat hal itu, Harrison hanya bisa menepuk pelan pundak Gerald.
"Kau... Kau... Ber-beraninya kau memukul ibu mu sendiri!"
Vania yang akhirnya sedikit sadar berhasil mengeluarkan suaranya dengan susah payah.
Vania merasakan dunia berputar, pandangannya gelap dan seluruh wajahnya sangat sakit!
Bahkan sepertinya rahangnya patah akibat dia pukulan tadi!!
Ini sungguh menyakitkan!!
Dia!! Sangat!! Marah!!
"KAU BUKANLAH IBUKU! KAU HANYA LAH JALANG TAK TAU MALU! MERANGKAK KE TEMPAT TIDUR KAKAK IPARMU HINGGA MENUDUHNYA MEMPERKOSA MU SEHINGGA ISTRI SAH NYA BUNUH DIRI KARENA DEPRESI!!"
"!!!!"
Seluruh tamu tercengang.
Gerald menutup matanya dan menarik nafas panjang.
Perkataan Gilbert membuatnya mengingat masa lalu.
Dan dia benar-benar menyesal.
Ini tidak bisa dibilang kesalahan Gerald.
KAMU SEDANG MEMBACA
Samuel [END]
FantasySamuel, seorang kutivator iblis, lebih tepatnya iblis rubah yang akan menghadapi petir surgawi untuk menerobos ke tahapan selanjutnya. Namun sungguh disayangkan, Samuel harus tewas akibat kecerobohannya. Tetapi ini adalah awal dari kehidupan barun...
![Samuel [END]](https://img.wattpad.com/cover/358515793-64-k871439.jpg)