43

502 38 0
                                        

Bangsal tempat Rebecca dirawat kini penuh dengan kegaduhan. Kecuali Samuel yang dipanggil untuk merawat pasien kerusuhan mental yang baru tiba, yang lain sibuk melakukan panggilan.

Beberapa menit yang lalu, setelah Samuel memberi petunjuk, Fu Jiurui dan Charles segera menemukan masalahnya.

Seperti yang Samuel katakan, udara menjadi lebih berat dan tumbuhan mulai layu, jika tidak dirasakan dengan teliti, tidak akan ada yang menyadarinya.

...

"Ya, baik. Jangan menunda lagi, segera memeriksa energi bintang dari bintang biru dan bintang-bintang lain. Tidak perlu memeriksa kandungan udara dan penyebab tumbuhan layu, segera periksa energi bintang yang masih tersisa."

Drrrt drrrt....

"Halo, ya dengan Gilbert sendiri, oke, baik. Apa penyebabnya sudah ditemukan? Baiklah."

Gilbert mengakhiri panggilan dan dia langsung ditatap oleh banyaknya pasang mata yang penasaran.

"Memang kehilangan energi bintang, setelah diukur, energi bintang biru menghilang hampir 20%. Setelah di cari tau, di pusat penyimpanan energi bintang terdapat pembuluh darah yang hampir menutupi seluruh pusat energi, prajurit mecha telah membersihkan kekacauan disana, dan  proses kehilangan energi bintang di bintang biru telah di atasi, tetapi perlu waktu untuk mengembalikannya kembali."

"Pembuluh darah? Tunggu—apakah benda seperti ini?"

Danzel menekan beberapa kali gelangnya lalu gambar sebuah pembuluh darah yang panjangnya sekitar 2 cm.

Gilbert menyuruh Danzel mengirim gelang itu ke dia dan Gilbert segera mengirimnya ke institut 03.

Tak lama kemudian, pihak lain langsung mengonfirmasi bahwa benda itu persis sama seperti yang berada di pusat energi bintang.

Hanya saja yang di gambar sangat kecil, berbeda dengan yang berada di pusat energi bintang yang hampir memenuhi seluruh tempat disana.

"Dimana kau mengambil gambar itu?"

"Di ruang kerja ayah. Ibu juga memiliki satu kotak berisi benda ini, aku menemukannya sebulan yang lalu. Namun saat itu aku tidak bisa mengambilnya untuk melihat benda apa itu, karena pengawasan disana sana ketat. Tetapi aku telah mengirimkan gambarnya ke unit penelitian legiun ke-3."

"Tunggu, unit penelitian legiun ke-3 sepertinya dibawah pengawasan ajudannya Rebecca kan?!"

"Sial, pantas saja tidak ada kabar, pasti bedebah itu telah menghapusnya sebelum ada yang melihat!"

"Beberapa hari yang lalu Clara dan Edwin di temukan di bintang T-01, keduanya tewas dalam pertarungan saat ingin melarikan diri."

"...."

Raut wajah semua orang sangat buruk dan suasananya sangat tegang.

Pada saat ini, lenguhan samar terdengar di ranjang, membuat perhatian semua orang terpusat disana.

"Rebecca!"

Danzel bergegas ke sisi Rebecca yang menatap linglung sambil menekan tombol di samping tempat tidur.

Danzel memegang dengan lembut tangan gadis itu, matanya di penuhi kekhawatiran.

"Rebecca, b-bisakah kah mendengar ku? Rebecca?! Re..."

"Tenanglah Danzel, Rebecca baru siuman."

Xena menepuk pelan punggung Danzel dan menariknya menjauh supaya tidak mengganggu dokter yang baru saja tiba untuk memeriksa keadaan Rebecca.

.
.

Di bintang L7.

Pertarungan semakin memanas.

Samuel [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang