Happy Reading.
.
.
"Selamat datang Marsekal."
Para maid dan bodyguard berbaris rapi menyambut kedatangan seorang perempuan yang memiliki surai dark brown dan sepasang mata biru yang memandang tajam semua orang, Caitlyn Delwyn Gregorius, anak kedua dari Gilbert dan Xena.
Caitlyn masih dibaluti seragam militer berwarna hitam, rambut panjangnya dikuncir satu seperti ekor kuda, dan topi militer miliknya mengantung indah dalam genggaman tangan rampingnya.
Caitlyn berjalan masuk tanpa membalas sapaan mereka, dan penghuni mansion itupun sudah terbiasa dengan kelakuan nona muda mereka sekaligus Marsekal termuda kedua dari negara S.
Yap, Caitlyn berstatus sebagai Marsekal, dibawah kepemimpinannya terdapat legiun ke 3, dan umurnya saat ini masih 25 tahun.
Dia sangat sibuk.
Namun, dia tetap pulang setelah menerima kabar dari keluarganya.
Walaupun sudah terlambat.
Dan jika diperhatikan dengan baik, matanya sedikit merah dan bengkak.
Seperti orang setelah menangis.
Caitlyn yang awalnya ingin segera kembali kekamarnya berhenti saat melihat sebuah benda putih yang berayun-ayun pelan dibalik sofa.
Benda tersebut tampaknya dipenuhi oleh bulu-bulu yang sangat lembut, ujungnya runcing dengan bulu berwarna merah, namun bagian tengahnya kembali dipenuhi oleh bulu putih dan lebih berisi.
Sepertinya ekor binatang?
Karena penasaran, Caitlyn pun mendekat, dan sebelum melihat pemiliknya dia terlebih dahulu meraih ekor yang terus bergerak-gerak tersebut.
Sangat lembut!
Caitlyn menarik nafas dalam dan tanpa sadar menahannya, tangannya terbenam lebih dalam disalah satu ekor itu dan dia mengelusnya pelan.
Namun, karena ekornya terlalu lembut dan halus, dengan gerakan pelan, ekor tersebut kembali terlepas dari genggamannya.
Caitlyn mendekat dan akhirnya melihat pemilik ekor tersebut, matanya sedikit membesar dan tubuhnya membeku.
Dibalik sofa, terdapat sosok kecil yang sedang tertidur tengkurap sambil memeluk bantal sofa, Ipad di depannya masih memutar sebuah permainan yang belum diselesaikan.
Mungkin karena gangguannya tadi, sosok itu merasa terganggu, terbukti dari gerakan tangannya yang meraih semua ekor dengan gerakan tidak sabar, kemudian memeluk semuanya sambil mengubah posisi tidur menjadi menyamping membelakangi Caitlyn.
Dugong mana yang mengangguku! Pikir sosok yang memiliki surai putih tersebut, Samuel.
Namun dia segera tertidur kembali.
Mungkin karena cedera yang membuat Samuel mengantuk, atau dia memang masih mengantuk.
Sedangkan Caitlyn, sudut matanya kembali memerah, dia berjongkok didepan Samuel, tangannya mengelus pipi lembut dan berisi itu, Caitlyn juga mengeluarkan sapu tangan miliknya untuk membersihkan cairan bening yang keluar dari sudut mulut Samuel.
"Kemana mereka?" Suara Caitlyn dingin dan dia berbisik pelan.
Namun orang yang berdiri disamping sofa bisa mendengar suaranya.
"Marsekal, nyonya dan tuan muda Aaron berada diruang bawah tanah."
Caitlyn mengangguk pelan, setelah itu kembali mengamati sosok imut yang sedang tertidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Samuel [END]
FantasySamuel, seorang kutivator iblis, lebih tepatnya iblis rubah yang akan menghadapi petir surgawi untuk menerobos ke tahapan selanjutnya. Namun sungguh disayangkan, Samuel harus tewas akibat kecerobohannya. Tetapi ini adalah awal dari kehidupan barun...
![Samuel [END]](https://img.wattpad.com/cover/358515793-64-k871439.jpg)