Keesokan harinya.
Setelah sarapan di rumah, Samuel dan Darius berangkat ke bintang Zyra yang memakan waktu dua jam dengan menggunakan lompatan ruang.
Begitu tiba di bandara bintang Zyra, walikota dan beberapa peneliti sedang menunggu disana.
Sambil berjalan ke arah mereka, Darius memakaikan kacamata hitam ke wajah 'tampan' Samuel untuk menghalangi sinar matahari yang sangat terik.
Bagaimana tidak, terdapat tiga matahari di atas sana.
Memang pantas menyandang nama bintang terpanas di Interstellar.
"Selamat datang dokter Samuel, Marsekal Darius."
Walikota dan para peneliti menyambut mereka dengan senyum lebar yang tak bisa ditahan.
Walikota adalah seorang pria yang tampak berusia lima puluhan dengan wajah lembut dan sosok yang sehat.
Dia begitu penuh semangat saat mendapatkan pemberitahuan dari pusat bahwa dokter Samuel akan berkunjung ke bintang Zyra.
Melihat orang-orang yang antusias ini, Samuel tersenyum lembut, dan menjawab dengan nada sopan.
"Terima kasih sudah menyambut kami, selanjutnya kami akan merepotkan kalian."
"Tidak tidak, kamilah yang menyusahkan dokter Samuel."
"Mari dokter Samuel, Marsekal, kami akan mengantar kalian ke Institut Penelitian."
Samuel mengangguk menyetujui, sedangkan Darius yang berada disampingnya hanya diam dengan wajah dingin yang membuat anak-anak yang tidak sengaja melihatnya ketakutan hingga menangis.
Samuel tidak berdaya menghadapi suami besarnya, jadi dia hanya tersenyum meminta maaf kepada orang tua yang anaknya tidak sengaja dibuat menangis oleh Darius.
Setelah melakukan beberapa proses disana, keduanya memasuki mobil yang telah disiapkan oleh walikota bintang Zyra.
Mereka menuju ke Institut Penelitian yang tidak jauh dari bandara. Dalam perjalanan, orang-orang yang menjemput Samuel dan Darius tadi juga mulai memperkenalkan diri mereka.
Di antara sekelompok peneliti itu, ternyata salah satunya adalah Dekan institut, yaitu Silas Merin, seorang yang tergila-gila dengan penelitian, tetapi semua penelitiannya berada di batas wajar.
.
.
Bangunan Institut Penelitian di bintang Zyra tidaklah besar, hanya seukuran lapangan bola saja dan mempunyai lima lantai yang masing-masing mempunyai pemimpinnya sendiri dan meneliti sesuatu yang berbeda-beda.
Samuel dan Darius dibawa ke lantai tiga tempat penelitian botani berlangsung. Sedangkan walikota hanya bisa mengantar mereka sampai gerbang karena orang-orang selain peneliti dilarang masuk kecuali ada keadaan khusus.
Selain itu, dia juga harus mengatur lagi keamanan bintang Zyra, karena kedatangan kedua orang tersebut mendapatkan perhatian dari seluruh dunia.
Apalagi katanya kaisar yang memberontak masih belum dipastikan hidup dan matinya.
"Saat dalam perjalanan tadi aku melihat tidak ada satupun pepohonan dijalan, kenapa tidak menanam pohon buatan saja untuk tempat berteduh dari panas?"
Sambil melepaskan energi spiritualnya untuk menumbuhkan benih-benih tanaman, Samuel berbicara dengan Dekan yang berada disampingnya.
Mendengar pertanyaan tersebut, Dekan hanya bisa menghela nafas tertekan dan tangannya merogoh saku untuk mengambil sapu tangan lalu menyeka bekas keringat di dahinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Samuel [END]
FantasíaSamuel, seorang kutivator iblis, lebih tepatnya iblis rubah yang akan menghadapi petir surgawi untuk menerobos ke tahapan selanjutnya. Namun sungguh disayangkan, Samuel harus tewas akibat kecerobohannya. Tetapi ini adalah awal dari kehidupan barun...
![Samuel [END]](https://img.wattpad.com/cover/358515793-64-k871439.jpg)