Dikamar dengan cahaya bulan yang remang-remang menerangi ruangan.
Di tirai yang menutupi tempat tidur, terdapat bayangan dua sosok tubuh yang saling tumpang tindih.
Suara rintihan dan desahan samar memenuhi ruangan disertai dengan derit tempat tidur yang lumayan kencang. Sesekali, terdengar geraman kenikmatan samar yang membuat siapapun yang mendengar langsung tersipu.
Waktu terus berlalu, jarum jam terus bergerak, tetapi dua orang di tempat tidur tak kunjung usai dalam kegiatan yang mereka lakukan.
"Hah... Umh.. cukup... Darius... Ahh!"
Samuel mendongak keatas dan tubuhnya melengkung indah saat laki-laki diatasnya bertindak cukup kasar.
Lelaki itu kadang mendorongnya pelan dan penuh kelembutan, tetapi kemudian, gerakannya menjadi lebih intens, tusukannya dalam hingga perut bagian bawahnya membentuk milik pria itu.
Wajah Samuel merona sepenuhnya seperti apel yang siap dipetik, sudut matanya merah dan matanya bersinar dengan kilauan air mata yang seperti kristal. Mulut Samuel sedikit terbuka, bibirnya bengkak, sedikit terluka dan merah sempurna.
Salah satu kaki Samuel diletakkan dipundak Darius, sedangkan kaki yang lain dipegang oleh lelaki itu.
Paha dalamnya di cium dengan lembut, kemudian Darius membuka mulutnya, menggigit paha dalam Samuel dan meninggalkan bekas gigi lainnya.
Saat ini, tidak ada satupun bagian tubuh Samuel yang tidak memiliki tanda milik suami besarnya.
Terutama di bagian leher dan dada yang dipenuhi bercak-bercak ungu dan merah.
"Malam masih lama, baby... Ughh."
Darius memasukkan semua miliknya kedalam Samuel. Kemudian, aliran hangat mulai mengalir kedalam perut orang dibawahnya, Darius mengerang pelan, sedangkan Samuel hanya bisa cecegukan diiringi desahan serak.
Samuel juga mencapai pelepasannya yang entah sudah yang keberapa, matanya sekilas melihat jarum jam yang berada pada pukul tiga pagi.
Pantas saja tenggorokannya menjadi tidak nyaman.
Dan dia mulai menangis lagi untuk memohon belas kasihan.
"Aku lelah... Darius~"
Darius menyeringai, lidahnya yang panjang menjilati leher Samuel, mengulum telinga rubah yang terus bergerak dan tangannya meremas kuat ekor rubah milik istri kecilnya.
"Ahh, hahh... Dasar binatang buas... Enghhh."
Tindakannya kembali membangkitkan nafsu Samuel.
Samuel hanya merasa arus listrik yang tajam merambat ke tubuhnya, mulutnya kembali mengeluarkan desahan merdu, memicu hasrat laki-laki diatasnya dan kegiatan mereka dimulai lagi.
Samuel mengulurkan tangannya untuk menarik tanduk hitam di kepala Darius, dan laki-laki itu bekerja sama dengan menundukkan kepalanya.
Samuel tidak tau kapan Darius akan berhenti, tetapi saat ini pandangannya mulai mengelap.
Saat Samuel membuka matanya lagi, Samuel hanya merasakan Darius memeluknya dari belakang, satu pahanya di sangga oleh Darius, dan milik pria itu masih maju mundur dengan cepat didalam lubangnya!
Samuel menyertakan giginya dan tidak bisa menahan desahan nikmatnya saat Darius dengan sengaja memukul tempat tertentu.
Samuel tau kalau laki-laki itu tidak akan mendengar permohonannya. Jadi, daripada menyia-nyiakan suaranya yang sudah sangat serak untuk memohon berhenti, lebih baik dia diam saja dan berharap supaya ini cepat berakhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Samuel [END]
FantasiSamuel, seorang kutivator iblis, lebih tepatnya iblis rubah yang akan menghadapi petir surgawi untuk menerobos ke tahapan selanjutnya. Namun sungguh disayangkan, Samuel harus tewas akibat kecerobohannya. Tetapi ini adalah awal dari kehidupan barun...
![Samuel [END]](https://img.wattpad.com/cover/358515793-64-k871439.jpg)