30

959 84 0
                                        

"Kak Caitlyn, abang Danzel, dimana yang lain?" Samuel keluar dari dapur dengan segelas susu coklat ditangannya sambil bertanya saat melihat Caitlyn dan Danzel yang sedang menonton TV diruang keluarga.

Caitlyn dan Danzel saling bertukar pandang, mengangguk dalam diam dan keduanya berjalan ke sisi Samuel lalu mengajaknya ke taman.

"Yang lain sedang sibuk, El tau sendiri kan setelah kejadian kemarin, ibukota sangat kacau, walaupun situasinya sudah stabil tetapi perlu beberapa pekerjaan lagi yang harus dilakukan."
Balas Caitlyn, sementara Danzel mengangguk sebagai tanda persetujuan.

"Terus kenapa kak Caitlyn disini?" Tanya Samuel yang membuat Caitlyn menghentikan langkahnya sejenak.

"Karena urusan militer di legiun pimpinan kakak sudah selesai semua." Balas Caitlyn setelah terdiam lama.

Samuel menggumamkan 'oh' panjang, mengangguk mengerti dan tanpa curiga berjalan ke taman. Begitu tiba, ia langsung duduk di kursi di bawah pohon wisteria dan menikmati susunya secara perlahan.

.

Sedangkan ditempat lain, disebuah hotel terkenal di ibukota.

Jika Samuel berada di sana, dia pasti akan tercengang dengan apa yang dilihatnya, karena semua keluarganya juga beberapa teman dekatnya ada disana.

Dan mereka memang sibuk, tetapi.... Kesibukannya berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Samuel.

Dikawasan luar hotel terdapat banyak pohon hias, Charles dan Charlie sedang memanjat pohon hias tersebut sambil memasang hiasan yang berada di tangan mereka.

Dikawasan pintu masuk ke dalam hotel hingga di area didekatnya, terdapat Arsenio, Gisella, dan Gavriel yang bertugas mendekorasinya.

Dan di dalam hotel sudah dihiasi oleh pelayan, keluarga Gregorius lainnya, juga Harrison dan Haura yang ikut serta dalam menyiapkan pesta.

"Jiurui, tolong temani Charles buat memeriksa keamanan dihotel, sekalian bilang sama Gisella untuk mengawasi pembuatan kuenya." Ucap Azelea dengan mata yang masih fokus merakit sebuah hiasan yang mulai membentuk bentuk bunga ditangannya.

"Baik ma." Jiurui bangkit dari tempat duduknya, meletakkan pernak-pernik ditangannya lalu pergi menuju taman.

"Akio, tolong bilang sana sama Arsenio kalau kolam dan hutan dibelakang juga perlu dihias."

"Baik."

"Albert, Gilbert, segera bagikan undangannya."

"Baik."

"Papa, tolong telpon Danzel, suruh dia mengajak El ke toko ku untuk memilih pakaian yang disukainya."

"Oke, serahkan pada papa."

Mereka benar-benar sibuk.

Sudah lima jam berlalu sejak mereka tiba dihotel, dan dengan bantuan pelayan-pelayan dihotel, semua persiapannya sudah selesai sekitar 40%.

Karena besok hari ulang tahunnya Samuel, mereka semuanya merencanakan semuanya sehari sebelum hari H, yaitu hari ini.

Makanya pagi-pagi sekali, mereka pergi ke hotel terkenal di ibukota dan mengutus Danzel dan Caitlyn untuk menjaga Samuel.

Semuanya berjalan lancar, hotel besar tersebut berhasil didekor sekitar jam 21.20.

Dikegelapan malam dengan lampu dan bulan sebagai penerang, pohon-pohon disekitar hotel berkelap-kelip bagaikan kunang-kunang yang sedang terbang.

Sesekali, terlihat sosok rubah putih berekor sembilan melompat mengelilingi hotel.

Rubah tersebut bukan rubah nyata, melainkan diciptakan dari gabungan data, tampak seperti sosok nyata tetapi aslinya hanya gambar hologram saja.

Samuel [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang