38

647 56 0
                                        

Hari-hari berlalu dengan tenang dan tidak terasa hampir setengah bulan, dalam jangka waktu ini Samuel bolak-balik dari mansionnya ke mansion Gregorius. Karena dia tidak ada pekerjaan, sesekali Samuel akan pergi ke kamp militer legiun ke-5 untuk menemani Darius bekerja.

Hari ini, niatnya Samuel akan mengikuti Darius, tetapi masalah darurat tiba-tiba muncul di rumah sakit ibu kota.

Jadi, ia harus membatalkan rencana hari ini.

Karena jalannya searah, Darius terlebih dahulu mampir di rumah sakit ibu kota untuk mengantar Samuel sebelum pergi ke kamp militer.

Keduanya sedang terburu-buru, yang satu sedang menangani sebuah kasus yang masih rahasia yang bahkan Samuel sendiri tidak tau, sedangkan Samuel belum tau kenapa rumah sakit membutuhkannya.

Yang pasti itu bukan masalah yang sederhana.

Setelah mengucapkan sampai jumpa kepada Darius, Samuel segera menuju ke ruang pasien yang dikatakan oleh profesor.

Didepan ruang rawat pasien tersebut, Samuel melihat sosok wanita yang familiar, dengan rambut panjang yang diikat tinggi dan ekspresi datar yang mengandung sedikit rasa cemas.

"Kak Caitlyn, kenapa kakak disini?"

Samuel tersenyum senang saat melihat bahwa itu benar-benar kakaknya, dia mempercepat langkahnya, langsung memeluk sang kakak yang tidak ditemuinya selama lebih dari sebulan.

"El, syukurlah kau telah tiba, kakak ingin kamu melihat ajudan kakak, setelah kami melewati sebuah bintang mati, dia tiba-tiba koma dan pihak rumah sakit tidak bisa mendeteksi penyakitnya, begitupun para peneliti dari Institut."

Caitlyn menjelaskan sambil membalas pelukan Samuel lalu memimpinnya menuju ke dalam ruangan.

Begitu memasuki ruangan, Samuel tiba-tiba merasa tidak nyaman, namun ia mencoba mengabaikannya dan akan menyembuhkan pasien terlebih dahulu.

Di ranjang rumah sakit, terdapat laki-laki dengan pakaian pasien terbaring dengan ekpresi damai, bahkan ada senyum tipis diwajahnya. Tubuh laki-laki itu terdapat berbagai alat medis, dan tubuhnya kurus kering hingga hanya menyisakan tulang dan kulitnya saja.

"Ini bukan kerusuhan mental." Samuel berkata dengan kening yang berkerut.

Hatinya menjadi semakin gelisah.

"Aku akan melihat kondisi tubuhnya dulu." Lanjut Samuel yang dibalas anggukan oleh Caitlyn.

Saat Samuel mendekat, tubuh kurus laki-laki di brankar mulai berisi, bagaikan balon yang diisi udara.

Walaupun Samuel bodoh, dia tau kalau saat ini situasinya salah!

Samuel dengan cepat mundur kebelakang. Caitlyn pun yang mengetahui situasinya tidak baik langsung menarik Samuel kedekatnya, sebuah benda bulat seukuran telur ayam ia lemparkan ke udara, lalu benda itu pecah membentuk sebuah perisai transparan yang menyelimuti keduanya!

Selama serangkaian aksi tersebut, laki-laki diranjang juga mengembung dengan sangat cepat!

Saat perisai itu terbentuk, tubuh laki-laki itu juga meledak seketika!

Tetapi bukannya mengeluarkan kabut darah, tetapi malah kabut hijau aneh yang menyebar memenuhi ruangan.

Tempat Samuel dan Caitlyn diisolasi oleh perisai pelindung yang mengisolasi area di luar.

Namun, saat ini, Samuel merasa dadanya sangat sesak, tubuhnya sakit luar biasa.

Uhuk!

"El!"

Samuel [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang