"Berhenti mengikuti ku!"
Samuel berjalan cepat menuruni tangga dengan ekspresi kesal diwajahnya. Dibelakangnya, seorang laki-laki jangkung dengan seragam militer hitam mengikuti dengan santai tetapi matanya yang acuh tak acuh selalu mengawasi langkah remaja didepannya.
Takut-takut kalau remaja itu tidak memperhatikan langkahnya dan mengakibatkan kecelakaan yang tak diinginkan.
"Nyonya, tuan, makanan sudah siap."
Kepala pelayan yang telah menunggu kedatangan keduanya membungkuk ke arah mereka berdua.
Mendengar itu, Samuel melupakan sejenak lelaki dibelakangnya dan berjalan ke ruang makan.
Meja makan untuk dua orang kini penuh dengan berbagai macam makanan. Jika diperhatikan dengan seksama, seluruh makanan memancarkan energi spiritual yang samar.
Sungguh makanan yang mewah yang tidak semua orang bisa memakannya.
Darius mengikuti tanpa mengatakan sepatah, duduk disamping Samuel, tangannya dengan cekatan mengambil makanan dan meletakkannya di piring Samuel, mengupas cangkang udang untuknya dan melayaninya dengan sepenuh hati.
Samuel mengunyah makanannya dan menatap Darius dengan mata memicing tajam hingga matanya menjadi vertikal sebentar, tetapi rasa kesal dalam dirinya sedikit berkurang.
"Kau juga makan." Samuel berkata sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
.
.
Setelah menghabiskan waktu hampir setengah jam untuk makan, kini Samuel dan Darius duduk diam didalam jet tempur.
Keduanya diam, Samuel yang dari awal menatap ke pemandangan di luar, dan Darius yang menatap Samuel tanpa ekspresi.
Dia ingin mengatakan sesuatu dan sedang menyusun kata-katanya.
Saat ini, Samuel menghela nafas panjang, mengalihkan pandangannya ke Darius dan memecahkan kesunyian diantara mereka.
"Apa?" Ucapnya dengan nada yang penuh ketidaksabaran.
Darius berkedip dua kali, wajah tanpa ekspresinya tampak polos yang membuat Samuel sedikit melembut raut wajahnya.
"Maaf."
"...."
"Kau tidak salah kan? Untuk apa minta maaf, huh." Samuel berkata dengan acuh tak acuh dan mendengus dingin.
Darius tidak mempermasalahkannya sikapnya, dia mengambil tangan Samuel dan memainkan jari-jari lentiknya, kemudian mulai mengaku dengan nada tegas tetapi berwajah wajah datar.
Jika Samuel tidak mengenalnya, dia pasti akan berpikir Darius sedang bercanda.
"Aku bersalah, aku seharusnya tidak menyembunyikan kesembuhan ku, tidak membohongi istri kecil ku, tidak tertidur terlalu lama yang membuat mu harus menunggu lama. Samuel, aku bersungguh-sungguh meminta maaf, maafkan aku oke? Baby?"
Darius menatap Samuel dengan mata puppy eyes yang tidak cocok dengan wajahnya dan berbagai macam penghargaan yang tergantung indah diseragam militernya.
"...."
Tetapi wajah Samuel menjadi merah entah karena malu atau menahan tawa, dia menarik nafas dalam, mengulurkan tangan dan menutupi mata Darius yang memancarkan cahaya terang.
"Dari mana kamu belajar bertingkah seperti ini." Samuel berkata dengan tidak berdaya, tetapi nadanya melembut, dan Darius menyadarinya.
Darius tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini, dia merangkul pinggang Samuel, menariknya ke pelukannya dan meletakkan tangan lain di tengkuk istri kecilnya dan mencium bibirnya dengan kuat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Samuel [END]
FantasySamuel, seorang kutivator iblis, lebih tepatnya iblis rubah yang akan menghadapi petir surgawi untuk menerobos ke tahapan selanjutnya. Namun sungguh disayangkan, Samuel harus tewas akibat kecerobohannya. Tetapi ini adalah awal dari kehidupan barun...
![Samuel [END]](https://img.wattpad.com/cover/358515793-64-k871439.jpg)