Sehari sebelum hari H, Darius harus berpisah sementara dengan Samuel, tidak boleh saling berkomunikasi ataupun berhubungan pada hari tersebut. Pagi-pagi buta, papa mertuanya telah mengusirnya dari rumah.
Jadi dia dengan berat hati harus kembali ke mansion keluarganya di bintang S-192.
Sedangkan Samuel, pada pukul 8.30, keluarganya mengajaknya untuk keluar.
Ini merupakan salah-satu tradisi, yaitu sehari sebelum pernikahan, mempelai wanitanya harus di ajak jalan-jalan, minimalnya mengelilingi satu kota. Hal ini dilakukan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga sebelum menjadi milik suaminya.
Walaupun sekarang hukum perkawinan hanya mengakui surat nikah, penduduk Interstellar masih menjalankan tradisi ini.
Samuel mengenakan kaos abu-abu dengan celana panjang putih, sebuah tas kecil terletak di punggungnya, dia berjalan menuruni tangga yang kini dilapisi oleh karpet merah, dengan masing-masing sisinya dihiasi bunga-bunga.
Lampu kristal emas memancarkan cahaya hangat, menyinari wajah orang-orang yang sedang tertawa bahagia dibawah sana.
"Sayang, kenapa kamu tidak memanggil kami sebelum turun. Selain itu, jangan turun tangga sendirian, kamu harus hati-hati dalam segala hal."
Begitu melihat Samuel, Xena langsung menghampirinya dan merangkul lengannya, tatapannya penuh kekhawatiran.
Dia banyak mendengar tentang kecelakaan di tangga, jadi dia terlalu cemas jika membiarkan Samuel turun sendirian tanpa ada yang mendampinginya.
"Mama, aku bukan anak kecil lagi~" Samuel berkata dengan nada manja dan mulai bergelantungan ditubuh Xena.
Xena hanya tersenyum lembut, dan mencium pipinya dengan penuh kasih sayang.
"Memang benar bayi besar kita memang bukan anak kecil lagi, tapi dia tetap anak kecil dimata kita, terutama dimata papa."
Gilbert mendekati Samuel dan mengusap surainya lembut, kemudian dia dengan mudah mengangkat Samuel dan mendudukkannya di lengannya.
Persis sama seperti saat dia menggendong Samuel yang berusia 15 tahun.
Setelah itu, mengabaikan yang lain, Gilbert dengan satu tangan diduduki oleh Samuel dan tangan lain menggandeng istrinya berjalan keluarga menuju ke pesawat miliknya.
"Papaaaaaa kau memonopoli El lagi!"
"Papa, mama, tunggu kami!"
Dibelakang mereka terdengar teriakan yang melengking tajam.
Samuel memeluk leher Gilbert dengan satu tangan, dia tersenyum sangat lebar, matanya melengkung indah sambil melambai-lambaikan tangannya yang bebas ke belakang.
"Kakak, abang, daddy, mommy, kakek, kalian harus cepat atau papa akan meninggalkan kalian!" Teriak Samuel.
...
Dari pagi sampai malam, Samuel menghabiskan harinya dengan menjelajahi seluruh bintang S-192.
Mereka singgah diberbagai tempat; taman hiburan, bioskop, berbagai tempat wisata, dan memakan berbagai macam makanan enak dari berbagai daerah.
Saat kembali ke mansion, Samuel sudah tertidur lelap sejak di pesawat. Arsenio lah yang menggendongnya ke kamar, menyeka tubuhnya dengan kain basah supaya badannya tidak gatal, mengganti pakaiannya dan menyelimutinya sebelum keluar dari kamar.
...
Keesokan harinya.
Sejak pukul 06.00, berbagai pesawat dan kendaraan lainnya mulai berterbangan memenuhi langit yang masih agak gelap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Samuel [END]
FantasySamuel, seorang kutivator iblis, lebih tepatnya iblis rubah yang akan menghadapi petir surgawi untuk menerobos ke tahapan selanjutnya. Namun sungguh disayangkan, Samuel harus tewas akibat kecerobohannya. Tetapi ini adalah awal dari kehidupan barun...
![Samuel [END]](https://img.wattpad.com/cover/358515793-64-k871439.jpg)