13

2.4K 227 7
                                        

Happy Reading.

Dikediaman Delwin Gregorius.

Mansion milik Gilbert kini menjadi ramai, sejak dua jam yang lalu banyak kendaraan yang berlalu lalang memasuki mansion dengan berbagai macam barang.

Barang tersebut tak lain mahar dari keluarga Darius untuk Samuel.

Setelah keluarga Grace Alister mengetahui tindakan anak sulung mereka, mereka segera menyiapkan mahar untuk menantunya.

Bagaimana jika keluarga Delwin Gregorius tidak menerimanya?

Tenang saja, mereka bisa membujuknya.

Seperti beberapa jam yang lalu.

Harrison dan Haura, yaitu orang tua Darius, keduanya sedang membujuk seluruh keluarga Delwin Gregorius.

Walaupun tekanan udara sangat rendah mereka tidak terpengaruh sedikitpun, apalagi mereka bukan orang biasa.

"Kami jamin Darius tidak akan melukai Samuel, dan tentang kerusuhan mentalnya..... Kami tau ini permintaan kurang ajar, tapi... Tolong setujui hubungan mereka." Haura menghapus air mata yang mengalir dari matanya, membuat para wanita diruangan tersebut merasa iba, terutama Xena dan Azalea yang juga seorang ibu.

Gilbert, yang wajahnya sudah sangat gelap ingin mengatakan sesuatu, tapi baru saja membuka mulutnya dia sudah disela oleh Harrison.

"Kami juga bisa menjamin Darius tidak akan menyentuh Samuel sebelum kondisinya dinyatakan aman, dengan tingkat kerusuhan mental Darius saat ini, jika suatu hari Darius mati, Samuel tidak akan rugi sedikitpun, hubungan mereka secara alami akan terputus dan Samuel bisa mencari suami yang lebih baik dari Darius."

Kini mereka semua terdiam, Gilbert mengertakkan giginya kesal, tapi dia harus mengakui kebenaran tersebut dan menyetujuinya dengan enggan.

"Terima kasih, kalau begitu terimalah mahar yang kami bawa untuk Samuel."

Begitulah kejadian sebelumnya sebelum berbagai macam kendaraan berlalu lalang memasuki kediaman Delwin Gregorius.

.
.

Sedangkan dua empu yang sedang dibicarakan....

Yang satu masih tertidur pulas, sedangkan yang lain sepertinya dikamar mandi.

Yang ditempat tidur tidak lain Darius.

Sudah lama dia tidak tertidur pulas semenjak dinyatakan mengalami kerusuhan mental, karena rasa sakitnya tidak bisa dibayangkan, Darius bahkan sudah beberapa kali menghancurkan kamarnya untuk melampiaskan.

Tapi kali ini, entah kenapa kerusuhan mentalnya menjadi lebih terkendali.

Tidak terlalu mengganggu sampai dia tidak bisa beristirahat seperti sebelum-sebelumnya.

Padahal dari alat pengukuran kerusuhan mental angkanya sudah naik lagi.


Samuel keluar dari kamar mandi menggunakan seragam akademi berkancing putih, rambutnya sudah disisir rapi, dan dia siap berjalan keluar untuk mengikuti acara akademi hari ini.

"Pergi bersama."

Suara serak dan berat menghentikan langkah Samuel, bukan hanya langkahnya, bahkan jantungnya sepertinya ikut berhenti sebentar!

Suaranya sangat mengg.....

Ah! Apa yang dia pikirkan!

Samuel mengusap telinganya yang panas, berbalik kemudian memasang senyum yang agak kaku, lalu menatap orang yang masih bergumul dengan selimutnya.

Samuel [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang