39

811 58 1
                                        

Darius tiba di sebuah bintang terdekat dengan bintang mati 31.

Tetapi, saat mereka sampai disana, seluruh bintang telah diselimuti oleh kabut hitam aneh.

Dengan berdiri disana saja, Darius bisa mendengar jeritan, tangisan, suara bangunan yang runtuh, dan suara-suara lainnya.

Darius mengendalikan mechanya memasuki kabut.

Sejauh mata memandang, tidak ada satupun benda yang utuh kecuali manusia-manusia yang sedang bertarung dengan jenisnya sendiri tidak peduli apa mereka muda, tua, anak-anak, ataupun saudara mereka sendiri.

Kecuali beberapa orang yang telah membangkitkan gen beast mereka atau menyempurnakan garis keturunan mereka, di atas kepala orang-orang yang lain seakan ada benang hitam tipis yang bisa mengurangi kewarasan semua makhluk hidup.

Melihat situasi disini, Darius semakin cemas. Jika bisa, ia akan segera kembali ke ibu kota Kekaisaran.

Tetapi hal seperti itu tidak mungkin di situasi seperti ini.

Dia hanya bisa berharap para tentara yang lain bisa menyelesaikan masalah disana.

Darius memancarkan kekuatan mentalnya yang secara alami menekan orang-orang dibawahnya.

Orang-orang yang bertarung tertegun sejenak.

Setelah menyaksikan mecha yang tiba-tiba muncul dari udara, mata orang-orang yang awalnya putus asa kembali bersinar, mereka segera berjaga jarak dengan orang-orang yang telah kehilangan kewarasan mereka, lalu dengan cepat pergi dari sana sambil membawa beberapa orang yang masih bisa di selamatkan saat mereka tidak memperhatikan.

Orang-orang yang mengalami kerusuhan mental tiba-tiba bereaksi, mata mereka melotot tajam ke arah mecha yang berada di udara, dalam sekejap mata, berbagai macam kekuatan mental mengarah pada titik yang sama!

Darius menyaksikan dengan datar saat berbagai serangan menuju ke arahnya.

Di tangan kanan mecha, entah kapan sebuah pedang besar berwarna ungu-hitam muncul, energi yang menyelimuti pedang itu memancarkan pancaran aneh, yang membuat orang-orang yang tampak ganas di bawah menjadi gelisah.

Untuk pertama kalinya orang yang mengalami kerusuhan mental tau apa itu 'kerja sama'.

Mereka tidak lagi menyerang tanpa target, tetapi kini memfokuskan diri ke mecha, bahkan jet tempur yang sedang berlalu lalang menyelamatkan korban mereka abaikan.

Saat para korban sebagian besar telah di selamatkan, Darius segera memusatkan energi mentalnya di pedang mecha, kemudian ia mulai mengendalikan mecha tersebut untuk menerjang ke depan.

Pedang berayun membentuk suatu pola yang rumit, energi pedang meleset hingga puluhan meter.

Orang-orang yang mengalami kerusuhan mental merasakan bahaya dan kini berlarian panik, tetapi mecha tersebut tidak melepaskan satu orangpun.

Siapa saja yang terkena energi pedang langsung pingsan di tempat.

Anehnya, orang-orang yang mengalami kerusuhan mental itu tidak terluka sedikitpun saat terkena energi pedang, bangunan-bangunan disekitar serta benda-benda dalam jangkauan serangan juga tidak rusak sedikitpun, seakan serangan tersebut tidak mengenai kawasan tersebut sama sekali.

Setelah menyelesaikan masalah disana, Darius mengendalikan mechanya untuk pergi ke tempat lain.

Bintang ini salah-satu bintang terpencil, penduduknya sangat sedikit, setelah mereka menyelamatkan semua korban serta meninggalkan sekelompok tentara untuk menjaga orang-orang yang mengalami kerusuhan mental, Darius dan tentara yang tersisa kembali pergi ke bintang lain didekatnya.

Samuel [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang