Happy Reading.
.
Keesokan paginya.
Samuel yang tertidur nyenyak dibangunkan oleh Gilbert.
Semalam sang anak mengatakan ingin menemani sang kakak bekerja, tapi lihatlah penampilannya saat ini yang menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh, membelakanginya dan bergumam "jangan mengganggu."
Gilbert tidak menyerah, menarik selimut Samuel dan segera menggendongnya.
"Oh sayangku, kakak harus bergegas, baby tidak ingin kakak terlambat dan dihukum oleh atasannya kan?"
Bohong!
Mana mungkin Caitlyn mendapat hukuman, sedangkan dia sendiri yang menjadi atasan, tetapi aturan militer sudah melekat ditulang, namun untuk sang adik Caitlyn pasti rela melanggar.
Samuel yang diganggu tidurnya merasa kesal, tapi saat mendengar nama sang kakak dia langsung tersadar.
Seluruh tubuhnya tiba-tiba dipenuhi semangat yang membara.
Dia akan menjadi prajurit kecil hari ini!
"Papa cepat cepat!"
Dengan penuh semangat Samuel mendesak Gilbert, dan Gilbert hanya bisa pasrah dan mengecupi gemas wajah putranya.
"Sabar baby."
Keduanya memasuki kamar mandi, dengan kerja sama Samuel tidak butuh waktu lama untuk keluar.
Tubuh keduanya ditutupi bathrobe, Gilbert berjalan ke kasur, dimana seluruh perlengkapannya dan Samuel sudah tersusun rapi karena telah disiapi terlebih dahulu oleh sang istri.
Berbaring terlentang diatas ranjang, Samuel bersikap sangat patuh saat papanya membaluri tubuhnya dengan berbagai benda yang tidak dia ketahui.
Tapi papanya bilang benda itu bisa membantu merawat tubuhnya.
"Baby jangan tidur lagi."
"Ughh papa jangan menuduh."
Samuel merentangkan tangan untuk memeluk leher Gilbert, dia tidak akan mengaku jika pelayanan papanya sangat nyaman sehingga dia tertidur tanpa sadar.
Gilbert memeluk pinggang sikecil dan menggendongnya kembali.
"Anak papa sangat menggemaskan!"
"Oh begitu ya papa, kalau El sudah tidak menggemaskan lagi berarti El bukan anak papa gitu? Hmpt!" Samuel berpura-pura marah, bersedekap dada digendongan sang papa, menggembungkan pipinya dan memandang ke arah lain.
Gilbert tertawa gemas, mencubit hidung sikecil dan berjalan keluar bersama putranya sambil menjelaskan dengan sabar.
"Baby seharusnya tau bukan itu maksud papa, mana mungkin papa tega tidak mengganggap baby anak papa."
.
.
Tak lama kemudian, Samuel dan Gilbert tiba diruang makan.
Mereka menyapa Xena dan Caitlyn yang sudah duduk di kursi masing-masing, kemudian Gilbert duduk di kursinya bersama Samuel di pangkuannya.
Omong-omong, Arsenio tidak berada disana kerena telah kembali ke institut tadi malam, katanya ada pasien khusus yang harus dia tangani.
"Papa, El pengen duduk dikursi juga." Ucap Samuel dan tanpa menunggu balasan Gilbert dia berusaha turun dari pangkuan papanya.
Tapi sebelum kakinya bisa menginjak lantai, tubuhnya terangkat dan didudukan kembali dipangkuan Gilbert.
Papanya lah yang mengangkatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Samuel [END]
FantasySamuel, seorang kutivator iblis, lebih tepatnya iblis rubah yang akan menghadapi petir surgawi untuk menerobos ke tahapan selanjutnya. Namun sungguh disayangkan, Samuel harus tewas akibat kecerobohannya. Tetapi ini adalah awal dari kehidupan barun...
![Samuel [END]](https://img.wattpad.com/cover/358515793-64-k871439.jpg)