Ledakan dari bintang L7 berakhir sepenuhnya setelah 7 hari.
Dalam tujuh hari ini tentara terus-menerus bergantian memasang pelindung mental untuk melindungi pesawat tempur mereka.
Kini ruang angkasa kembali gelap gulita hanya dengan cahaya bintang dan beberapa benda langit bercahaya lainnya yang meneranginya.
Pesawat tempur telah terdorong ke belakang akibat ledakan. Kini setelah para prajurit mengumpulkan kembali kekuatan mental mereka sambil mengisi kembali energi pesawat tempur, kemudian mereka mengendarai pesawat tempur dan mecha masing-masing kembali ke bintang biru.
Bintang L7 kini hancur tiada sisa, bahkan bintang-bintang dan benda langit di sekitarnya pun sama, untungnya bintang-bintang disekitar bintang L7 rata-rata tidak berpenghuni.
Hanya saja bintang berpenghuni di beberapa tempat masih terkena efek dari ledakan bintang tersebut.
Untungnya tentara kembali dikerahkan tepat waktu, mengungsikan warga ke tempat lain dan mengamankan bintang-bintang tersebut.
Setelah menghabiskan dua hari lagi perjalan menuju bintang biru, akhirnya mereka memasuki atmosfer bintang biru.
Mereka tidak mendarat di bandara bintang, tetapi langsung ke pangkalan legiun masing-masing. Karena kepulangan mereka tidak diberitahukan sebelumnya, jadi sia-sia saja mereka mendarat di bandara bintang karena tidak ada seorangpun disana.
Karena itulah mereka bergegas ke pangkalan legiun masing-masing, kemudian mulai membuat laporan misi.
Seharusnya mereka bisa mengabarinya saat dalam perjalanan, tetapi perangkat komunikator mereka tidak bisa menjangkau sinyal, sehingga mereka menunda hingga saat ini.
.
.
Dirumah sakit ibukota, Samuel mulai bekerja kembali sejak kemarin saat energi spiritualnya tidak lagi terkuras.
Saat ini telah memasuki jam istirahat makan siang, Samuel pergi ke kafetaria untuk makan.
Didepannya kini terdapat berbagai makanan kesukaannya dan segelas susu coklat yang masih panas.
Samuel sedang menggigit ayam goreng miliknya saat televisi di kafetaria memutar sebuah berita tentang kepulangan empat legiun yang bertugas ke bintang L7.
Tatapan Samuel tak teralihkan dari televisi, matanya berbinar saat melihat gambar-gambar yang diunggah dan wawancara dari seorang Laksamana.
Drrrrt....
Bunyi panggilan masuk mengalihkan perhatian Samuel, saat ia melihat nama pemanggil, senyum di wajahnya merekah sempurna.
Dia membersihkan noda minyak di mulutnya, lalu menjawab panggilan video tersebut.
"Sayang~"
Suara manja Darius memasuki pendengaran bersamaan dengan hologram setengah tubuh dari pria itu yang saat ini sedang duduk di kursi dengan tubuh yang telanjang.
Telinga Samuel memerah sempurna dan dia menahan diri untuk tidak mengeluarkan telinga rubahnya.
Samuel berdeham pelan sebagai jawaban, kemudian menatap tubuh pria itu dengan air liur yang hampir mengalir dari sudut mulutnya dan dia merasa tertekan saat melihat beberapa luka ditubuh pria itu.
"Darius, kamu semakin kurus, dan luka-luka itu, kenapa kamu belum mengobatinya? Apa kamu telah makan? Aku melihat beritanya dan kamu baru saja pulang. Jika sibuk, kamu bisa menelpon ku nanti."
Darius tersenyum lebih lebar hingga memperlihatkan gusinya, tangan hologramnya terulur menyentuh pipi Samuel yang kembali berisi seperti saat dia berumur 13 tahun, walaupun tidak bisa merasakan sensasi lembut saat menyentuhnya, dia tetap puas dan membalas dengan nada mengeluh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Samuel [END]
FantasySamuel, seorang kutivator iblis, lebih tepatnya iblis rubah yang akan menghadapi petir surgawi untuk menerobos ke tahapan selanjutnya. Namun sungguh disayangkan, Samuel harus tewas akibat kecerobohannya. Tetapi ini adalah awal dari kehidupan barun...
![Samuel [END]](https://img.wattpad.com/cover/358515793-64-k871439.jpg)