Bintang gunung.
Seperti namanya, sebuah bintang yang dipenuhi oleh gunung-gunung dengan ketinggian beragam, menjadi bintang impian para pendaki.
Di salah satu gunung dengan 10.552 meter di atas permukaan laut, yaitu gunung tertinggi ke 5 didunia, di puncak gunung, sekelompok orang dengan berbagai jenis kelamin, besar atau kecil berkumpul dan sibuk dengan urusan masing-masing.
Gunung Cryovast, adalah gunung es yang ajaibnya ditumbuhi oleh pepohonan magnolia yang rimbun. Walaupun sangat tinggi, medan untuk mendaki gunung tersebut tidak sulit, apalagi jika dibekali oleh perlengkapan yang lengkap.
Di antara orang-orang tersebut, Darius dan Samuel telah mendirikan tenda mereka di bawah pohon magnolia.
Keduanya memakai pakaian tebal, duduk disamping api yang telah dinyalakan sambil menunggu matahari terbenam.
"Bagaimana dengan rencana perjalanan besok? Sudah memikirkannya." Darius bertanya kepada Samuel sambil memanggang daging yang telah tertata rapi didepannya.
Samuel menggenggam susu hangat dengan kedua tangan yang dibungkus rapat oleh sarung tangan lembut, matanya terpaku pada daging yang dipanggang oleh Darius yang mulai mengeluarkan aroma yang menggiurkan.
"Ada dua pilihan, apa ke bintang Aquelis yang terkenal dengan laut lautnya yang indah, atau bintang Luxora yang terkenal dengan jutaan tempat wisatanya?" Jawab Samuel sambil menurunkan sedikit syal miliknya untuk meminum susu di tangannya.
"Memangnya baby mau kemana dulu?."
"Aku bingung, keduanya mempunyai kelebihannya masing-masing."
"Bagaimana kalau ke bintang Luxora terlebih dahulu kemudian ke bintang Aquelis, kebetulan bintang Aquelis dekat dengan bintang biru, jadi kita bisa langsung pulang setelah itu?"
"Baiklah~"
Darius mendinginkan sebentar daging daging yang telah di panggang, kemudian dia mengambil satu tusuk daging tersebut dan menyuapi Samuel makan.
Samuel membuka mulutnya dengan patuh, dia menyandarkan kepalanya di lengan Darius, memakan dagingnya perlahan sambil menatap matahari yang mulai terbenam.
Sejak pernikahan mereka, hampir setengah bulan telah berlalu dan masa bulan madu keduanya hampir berakhir.
Waktu memang berlalu begitu cepat, apalagi hampir tiga bulan sejak kehamilan Samuel dan mereka mau tidak mau harus kembali ke ibu kota.
Darius memeluk Samuel dengan erat, melindunginya dari angin dingin yang berhembus kuat. Drone dilangit berputar-putar, merekam momen momen indah mereka.
Matahari terbenam di cakrawala, awan-awan disekitar berubah menjadi keemasan dengan warna merah samar. Burung-burung berterbangan, seekor burung elang dengan mangsanya di mulutnya hinggap di sebuah pohon magnolia, kemudian terdengar suara burung-burung kecil yang meminta makan.
...
Keesokan harinya, setelah menyaksikan matahari terbit, Samuel dan Darius bergegas turun gunung.
Saat itu, Darius berubah menjadi ular raksasa, dan seekor rubah kecil dengan perut buncit terletak di kepalanya, perisai pelindung menyelimuti keduanya.
Ular tersebut terbang melingkari gunung dengan gerakan pelan namun pasti.
Ular tersebut terbang melawan angin, membubarkan sekelompok burung yang sedang berterbangan.
Saat keduanya tiba di pesawat luar angkasa yang terparkir dikaki gunung, sepuluh menit telah berlalu.
Pintu pesawat terbuka otomatis saat Samuel dan Darius mendekat, saat mereka masuk, mereka kembali berubah kewujud manusia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Samuel [END]
FantasiSamuel, seorang kutivator iblis, lebih tepatnya iblis rubah yang akan menghadapi petir surgawi untuk menerobos ke tahapan selanjutnya. Namun sungguh disayangkan, Samuel harus tewas akibat kecerobohannya. Tetapi ini adalah awal dari kehidupan barun...
![Samuel [END]](https://img.wattpad.com/cover/358515793-64-k871439.jpg)