"Darius apa kau sudah menerima surat-surat undangannya? Kalau sudah berikan kepada ketua vektor dan tetua lainnya, jangan salah memberikannya, lihat dulu nama penerima, oke ini saja, mama akan mempersiapkan hal lain dulu."
Didalam kamar, Darius sedang memeluk istrinya saat mendapatkan panggilan telepon mendadak dari mamanya.
Seperti yang dikatakan, panggilan itu benar-benar mendadak dan sebelum dia menjawab— Panggilannya telah diakhiri terlebih dahulu oleh pihak lain.
"Hoam~ ayo bersiap."
Samuel baru saja bangun dari tidur siangnya, sambil bersandar didada bidang Darius, dia menguap lebar dan air mata fisiologis muncul dimatanya.
"Istirahat saja jika kamu masih lelah, biar aku saja yang mengirimnya." Darius berkata sambil mengusap pelan sudut mata Samuel basah.
Karena Samuel mempunyai kebiasaan yaitu merasa sakit kepala sebentar saat bangun tidur, Darius juga memijat pelan kepalanya yang membuat Samuel ingin tidur kembali.
"Tidak, hoam... Aku ingin pergi juga."
"Jangan memijat lagi, atau aku akan tertidur lagi."
Meskipun Samuel berkata seperti itu, dia masih berbaring dipelukan Darius dan menikmati pijatannya.
Darius tersenyum tipis, tangannya terus memijat pelan, dan suasana hatinya sangat baik saat melihat Samuel yang terus menguap dengan mata yang diusahakan tetap terbuka.
Saat Samuel menguap lagi, Darius dengan sengaja mengulurkan jari telunjuknya dan meletakkannya di mulut Samuel seperti sedang menggoda kucing.
Merasakan benda asing di mulutnya dan mengetahui siapa pemiliknya, Samuel tidak bersikap lembut dan langsung menggigitnya kuat hingga menciptakan bekas gigi rapi di atasnya.
"Huh!" Samuel mendengus kasar dan memudahkan jari Darius dari mulutnya.
Darius terkekeh pelan, kemudian dia menyelipkan tangannya dibawah lutut Samuel dan tangan lain di bahunya lalu mengangkatnya dari tempat tidur. Sedangkan empunya yang merasakan tubuhnya tiba-tiba melayang segera melingkari tangannya di leher Darius dan membenamkan wajannya di leher suami besarnya.
"Mandi atau cuci muka?" Darius bertanya sambil berjalan ke kamar mandi.
Samuel tidak mengangkat wajahnya, dia menghirup kuat aroma dingin yang keluar dari tubuh Darius dan berkata dengan suara teredam.
"Cuci muka."
"Oke."
.
.
Setelah 'cuci muka' yang hampir satu jam, Darius keluar dari kamar mandi dengan senyum sumringah dan Samuel masih berada di gendongannya.
Keduanya berpakaian lengkap dan memakai pakaian yang sama.
Sejak keluar dari kamar mandi, Darius tampak sangat bahagia, apalagi senyum lebar yang memperlihatkan gusinya yang membuat wajah Darius semakin mempesona.
Tetapi Samuel tidak tergoda oleh senyum ular itu.
Tangannya masih sangat sakit...
Apalagi setelah membangkitkan gen beastnya...
Ekor depannya menjadi dua!
"Binatang buas..." Samuel bergumam pelan.
Dia menyuruh Darius menurunkannya, setelah itu Samuel berjalan ke sebuah lemari dan mengeluarkan sebuah sarung tangan kulit berwarna hitam, lalu memakaikannya di tangannya yang sangat kemerahan seperti telah menggosok sesuatu untuk waktu yang lama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Samuel [END]
FantasiSamuel, seorang kutivator iblis, lebih tepatnya iblis rubah yang akan menghadapi petir surgawi untuk menerobos ke tahapan selanjutnya. Namun sungguh disayangkan, Samuel harus tewas akibat kecerobohannya. Tetapi ini adalah awal dari kehidupan barun...
![Samuel [END]](https://img.wattpad.com/cover/358515793-64-k871439.jpg)