Setelah para tentara dari empat legiun kembali ke bintang biru dan semua bahaya di basmi, seluruh Interstellar kini memasuki fase Reformasi, rekonstruksi dan pemulihan sosial.
Kegiatan reformasi dan rekonstruksi berlangsung selama lima hari setelah dipastikan tidak ada lagi monster mutan, mayat-mayat binatang atau benda-benda berbahaya lainnya. Selain itu, bangunan-bangunan yang rusak pun di perbaiki dengan cepat dengan adanya berbagai macam teknologi canggih.
Untuk pemilihan, kini para tentara masih harus memulihkan beberapa bintang yang rusak parah, para warga yang mengungsi pun kini mulai kembali ke bintang asal. Beberapa warga yang bermutasi juga sedang dalam proses perawatan, hanya perlu beberapa waktu untuk pemulihan total.
Energi bintang perlahan pulih, bahkan kali ini udara menjadi lebih jernih, polusi mental yang terkandung didalamnya perlahan-lahan mulai berkurang, sehingga segala tanaman di beberapa bintang mulai tumbuh subur, bahkan ditanah yang awalnya tidak ditumbuhi apapun kecuali di gurun.
Hari ke enam, salju tidak lagi turun, cuaca perlahan kembali panas.
Pada tanggal 7 bulan 3 kalender bintang, yaitu dua hari kemudian, seluruh tentara yang terlibat dalam pemberantasan pengkhianatan akan menerima penghargaan yang diberikan langsung oleh Kaisar Interstellar saat ini, disaksikan oleh warga Interstellar baik secara langsung maupun melalui siaran langsung.
.
.
Dua hari berlalu dengan sangat cepat.
Saat ini, Samuel sedang duduk di Sofa di kamarnya dan didepannya berdiri Darius yang sedang merapikan rambutnya. Samuel mendongak untuk bekerja sama, kemudian menyaksikan pria itu membantunya mengenakan dasi, meletakkan bunga di saku jasnya, dan tidak lupa meletakkan pin rubah di dadanya.
Samuel memakai jas hitam formal ditambah dengan jubah yang kerahnya terdapat bulu tebal binatang bintang yang sangat lembut. Sedangkan Darius di sampingnya mengenakan seragam militer dengan rumbai emas serta pangkat dan beberapa penghargaan militer yang berada di dadanya, ia juga mengenakan jubah yang sama dengan Samuel.
Darius mengamati Samuel dari atas sampai ke bawah, melihat tidak ada yang kurang, dia mengecup singkat kening Samuel, kemudian meletakkan kotak perhiasan di tangannya dan menggandeng tangan Samuel keluar.
"Sayang, jika ada yang kamu inginkan nanti katakan saja padaku."
Darius menunduk dan menatap Samuel dengan mata lembut.
"Oke~" Samuel setuju dengan cepat, mendongak dan tersenyum manis kepada Darius.
.
.
Saat keduanya tiba di istana, sebagian besar orang telah tiba disana. Alun-alun istana dipenuhi kebahagiaan, canda tawa dan beberapa gosip terkini.
Walaupun sedang musim dingin, salju tidak lagi turun dan cuaca tidak sedingin sebelumnya.
Beberapa warga Interstellar bahkan mengenakan pakaian tipis, apalagi para pria yang suka memamerkan beberapa bagian tubuh berotot mereka.
Namun semua masih dalam batas normal dan sopan.
Darius terlebih dahulu keluar dari kendaraannya untuk memeriksa udara di luar, karena sedikit dingin, dia terlebih dahulu menyerahkan bola penghangat kepada Samuel, setelah itu baru mengizinkannya keluar.
Darius merangkul pinggang istri kecilnya, kemudian membawanya ke tempat duduk yang telah disiapkan untuk mereka dibawah kepemimpinan seorang prajurit yang bertugas di istana.
Disepanjang jalan, bunga-bunga berwarna-warni menghiasi disepanjang sisi jalanan. Bunga-bunga ini masing-masing mempunyai artinya tersendiri, baik untuk penyambutan, ataupun tanda belasungkawa untuk orang-orang yang telah gugur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Samuel [END]
FantasySamuel, seorang kutivator iblis, lebih tepatnya iblis rubah yang akan menghadapi petir surgawi untuk menerobos ke tahapan selanjutnya. Namun sungguh disayangkan, Samuel harus tewas akibat kecerobohannya. Tetapi ini adalah awal dari kehidupan barun...
![Samuel [END]](https://img.wattpad.com/cover/358515793-64-k871439.jpg)