XIV

1.1K 67 6
                                        









Hai! Happy reading semuanya! Jangan lupaa votee votee nya yaa!

Diakhir pekan yang masih terbilang pagi ini, kesepuluh pemuda sudah berkumpul dan sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.






















Diakhir pekan yang masih terbilang pagi ini, kesepuluh pemuda sudah berkumpul dan sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Jaehyuk dan teman temannya sepakat untuk membantu Jeongwoo membersihkan rumahnya. Ya, Jeongwoo akan pindah dari rumahnya hari ini, bahkan spanduk tanda rumahnya telah disita sudah terpampang sejak kemarin. Ini bahkan belum genap seminggu Ibu Jeongwoo meninggal, namun seluruh peninggalan ibunya sudah habis diambil oleh ayah Jeongwoo sendiri.

Jeongwoo memutuskan untuk menyumbangkan beberapa barang dirumahnya dan hanya membawa satu tas besar yang berisikan baju bajunya sendiri.

Kini mereka sudah duduk dilantai ruang tamu Jeongwoo yang sudah kosong, mereka hanya duduk bersantai beralaskan tikar yang masih tersisa dirumah ini.

"Lu udah dapet tempat tinggal emangnya woo?" tanya Jaehyuk. Ia tidak ada hentinya menawarkan rumahnya sebagai tempat tinggal baru Jeongwoo namun Jeongwoo selalu menolak. Tak hanya Jaehyuk, Jihoon, Junkyu, Hyunsuk, bahkan Asahi juga menawarkan tempat tinggal untuk Jeongwoo namun tetap saja ditolak oleh Jeongwoo.

Jeongwoo pamit untuk mengambil beberapa barang dikamar ibunya sebelum pergi dari rumahnya sendiri. Ia duduk sebentar dikasur yang menjadi tempat terakhir Ibunya menghembuskan nafas, setetes air mata jatuh begitu saja dari mata Jeongwoo membuatnya segera menghapus air mata itu dan mencoba mengalihkan fokusnya dari rasa dukanya yang masih begitu terasa. Jeongwoo membuka lemari yang masih penuh terisi baju baju peninggalan ibunya, ia mengambil sebuah kalung yang selalu ibunya pakai dulu dan menyimpannya.

Begitu Jeongwoo membalikkan badannya, ia terkejut melihat Haruto yang baru saja masuk menghampirinya.

Haruto duduk dikasur yang tadi diduduki Jeongwoo.

"Lu mau kemana habis ini?" tanya Haruto pada Jeongwoo yang berdiri tak jauh darinya tengah mencoba mencari beberapa barang yang mungkin ia bawa.

"Gua kayaknya bakalan tinggal ditempat kerja gua," jawab Jeongwoo tanpa menatap Haruto.

"Lu kerja dimana?"

"Ada, dikenalin sama bang junkyu dulu. Gua bakalan tinggal disana, lebih mudah juga gua buat kerja buat lunasin hutang hutang yang dilimpahin ayah gua ke ibu gua dan sekarang jadi tanggungan gua semua." Jeongwoo tersenyum miris sambil berbicara pada Haruto. Ia sadar hidupnya sangat menyedihkan.

Haruto diam, ia langsung tau tempat apa yang Jeongwoo maksud. Jika informasi yang dikatakan Asahi benar, Jeongwoo akan tinggal diclub milik Mashiho. Itu tidak akan bagus karena akan membuat Jeongwoo semakin mudah dicurigai.

"Tinggal dirumah gua," ucap Haruto yang langsung menarik perhatian Jeongwoo. "Lu bisa tinggal dirumah gua, lu bisa tetep kuliah dan kerja tapi please tinggal dirumah gua."

SIDEs || JEONGHARU ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang