09.Anggota Zodiac

39 28 0
                                        

Berita kematian seorang gelandangan menyebar dengan cepat setelah jasadnya ditemukan oleh seorang warga. Oscar, yang sedang menonton siaran televisi, terkejut mendengarnya.

"Apakah itu Agler? Bagaimana bisa dia mati?" ucap Oscar, kebingungan dan penuh tanya.

Lalu, dengan senyum tipis di wajahnya, Oscar melanjutkan, "Apakah ini ulah Sastra? Apa dia bunuh diri? Cih, rupanya dia takut jika tindakannya aku bongkar. Padahal, cip memory itu bukan aku yang punya."

☠️☠️☠️

Di dalam sebuah rumah mewah yang sunyi, tiga sosok tampak berkumpul. Capricorn, Sagitarius, dan Cancer duduk di sekitar meja besar, membicarakan sesuatu yang jauh lebih serius daripada yang terlihat.

BRAAK!!

Capricorn menampar meja dengan keras, matanya penuh kemarahan saat menuding Cancer. "Kau yang membunuh Aquarius dan Taurus, bukan? Kelakuanmu sangat licik!" teriak Capricorn, suaranya menggema di ruang yang dingin.

Cancer, tetap tenang, membalas dengan santai, "Di antara kita, dirimulah yang paling licik, Capricorn. Kau berani membunuh Baron, kenapa sekarang menuduhku?"

"Yang mengusulkan pembunuhan Baron itu Sagitarius, bukan aku!" Capricorn membela diri dengan gugup.

Sagitarius yang sejak tadi terdiam, tiba-tiba bersuara dengan nada tinggi, "Kenapa masalah ini dilimpahkan padaku? Kalian juga yang bereskan semuanya!"

Capricorn menatap Sagitarius dengan tajam, senyum menyeramkan muncul di wajahnya. "Bagaimanapun juga, otak dari segalanya akan menerima hukuman terberat. Kau tahu itu."

Sagitarius menatapnya penuh amarah, "Lalu, bagaimana dengan cip memory itu? Apa kau sudah membereskannya?"

Cancer tertawa sinis, "Kalian pikir aku yang bawa? Mengapa aku repot-repot? Aku hanya ada di sana, tak membunuhnya, tak menyentuhnya."

Sagitarius hampir meledak, "Kau mencoba melimpahkan semua ini pada kami, begitu?!"

"STOP!!!" teriak Capricorn, suaranya menggema di ruangan. "Jangan bertengkar! Kalian tak akan terjerat hukuman jika bukti belum ditemukan! Prioritas utama kita sekarang adalah cip memory itu!"

☠️☠️☠️

Di lokasi kejadian pembunuhan, suasana mencekam. Mayat gelandangan yang ditemukan sudah membusuk, dan tampaknya telah meninggal beberapa hari yang lalu. Delio, seorang penyelidik, melapor pada atasannya, "Mayat ini sudah lama membusuk, Pak. Kemungkinannya dia mengakhiri hidupnya beberapa hari lalu."

Ace, yang sedang memeriksa jasad itu, menemukan bagian tubuh yang terkelupas. "Bentuknya seperti... persegi. Itu tato?" tanyanya, meraba bagian kulit yang terkelupas.

"Lo tau?" tanya Delio, setengah bercanda. "Di film aksi yang gue tonton, biasanya penjahat pakai tato keanggotaan gitu. Gue denger juga kalau Agler ini anggota Zodiac, dengan nama Aquarius."

"Apa? Lo tahu dari mana?" tanya Ace, heran.

"Ah, gosip cepat banget nyebar. Sejak perusahaannya bangkrut, banyak orang yang ngobrolin dia," jawab Delio, setengah tertawa.

Ace terdiam, matanya terus memeriksa jasad Agler. Tanpa sadar, ia mulai merasakan sesuatu yang aneh.

Sesampainya mereka di ruang otopsi, dokter forensik mulai mengidentifikasi jasad Agler. Ace, yang merasa ada yang ganjil, mulai menggali lebih dalam informasi tentang Zodiac.

Zodiac adalah sebuah organisasi rahasia yang terdiri dari tujuh anggota—Capricorn, Sagitarius, Cancer, Taurus, Aries, dan Aquarius. Namun, yang lainnya masih menjadi misteri. Organisasi ini dikenal karena pengaruh besar mereka dalam negeri dan aksi kejahatan yang selalu berhasil mereka tutupi. Mereka sering kali mengorbankan orang lain, dan polisi pun tak pernah berhasil melacak jejak mereka. Kasus mereka seringkali ditutup dengan cepat, seolah-olah mereka memiliki kekuasaan untuk menghapuskan jejak-jejak kejahatan.

"Rasanya... gue pernah denger tentang organisasi ini," gumam Ace pelan, matanya menyelidik.

Delio menatapnya tajam. "Lo tahu tentang mereka?"

Ace menggelengkan kepala, "Enggak tahu pasti... cuma kayak ada yang familiar dari apa yang gue denger tadi."

Mereka melangkah ke ruang forensik, di mana misteri Agler semakin mengarah pada sebuah kebenaran gelap yang belum terungkap—dan setiap langkah mereka menuju jawaban, rasa ketegangan semakin memuncak.

Mereka melangkah ke ruang forensik, di mana misteri Agler semakin mengarah pada sebuah kebenaran gelap yang belum terungkap—dan setiap langkah mereka menuju jawaban, rasa ketegangan semakin memuncak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Delio Avanzella

UNPACkTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang