29. Manusia Bermasalah

38 31 5
                                        

Seakan semesta  menunjukan sebuah kesempurnaan dengan taburan bintang disertai cahaya bulan yang ikut menerangi Ratri di akhir tahun ini. Sangking terangnya bulan ini,  gang sempit dan gelap didekat kos kosan melati itu menjadi terang. Tersorot juga Gemini dengan tudungnya berjalan dan sesekali menengadah kan pandangannya menatap keatas atap kos kosan. Ia menyusuri satu persatu anak tangga  dan melewati beberapa jendela hingga sampai diatap. Tepat berdiri di belakang wanita yang sedang memandang sendu kearah bulan. Menyadari ada orang lain selain dirinya di atap itu, membuat Leora reflek menengok kebelakang.

Deg

Jantungnya seperti berhenti sejenak setelah melihat psicopat buronan polisi yang dulu pernah memberinya satu tas berisi uang berdiri tepat di belakangnya.
" Ingat saya? " Gemini tersenyum miring dengan sorot tajam pada wanita yang diam terpaku melihat kehadirannya.

Leora mencoba menghindari Gemini dengan melangkah kebelakang secara perlahan, namun langkahnya itu harus terhenti di pinggir atap. Satu langkah yang salah akan membuatnya terjun bebas dari atap dengan ketinggian 15 meter itu.

Gemini membekap mulut Leora yang masih ketakutan dan mendekatkan mulutnya tepat disamping telinga Leora. Hembusan nafas dingin dari hidung psicopat itu sampai membuatnya merinding.

" Jangan teriak"
Ucapan itu membuat Leora merasa terintimidasi dan menganggukan kepalanya takut.

" Saya tidak akan melakukan hal macam macam denganmu, tenanglah " Ucap Gemini dengan senyum meremehkan.  Tentu ucapan itu tidak langsung dipercaya oleh Leora, apalagi setelah ia melihat kilatan silver dari pisau belati yang berada di tempat pisau di ikat pinggangnya.

" Kamu kenal dokter bernama William?" Tanya Gemini.
Leora mengangguk cepat. Kemudian Gemini melepaskan tangan yang membekap mulut Leora hingga nafasnya tersengal sengal.

" Kamu ketakutan ya? Jangan takut, Ora" Ucap Gemini menenangkan sambil menyelipkan helaian rambut yang menjuntai diwajahnya kebelakang telinga Leora. Mendengar nama kecilnya itu keluar dari mulut psicopat itu, membuat Leora bertanya-tanya. Dari mana ia tahu nama itu?

Angin yang berhembus dengan kencang dimalam itu, membuat tudung Gemini terbuka dan membuat Leora hampir melihat wajah pemilik nama Zodiac itu. Namun bukan hari keberuntungan bagi Leora, Gemini dengan cekatan menutup kembali tudung yang semula terbuka. Siluet wajah yang seperti ia kenali terlihat begitu jelas dari balik tudung itu. Terbesit satu nama dalam tempurungnya, namun ia sungguh ragu ragu dengan nama yang ada dipikirannya.
" Ngga mungkin dia"
Dengan terburu buru, Gemini terjun kebawah gang meninggalkan Leora yang masih dalam kebingungan.

☠️☠️☠️☠️

Nama Gemini semakin hari semakin menjadi topik pembicaraan yang selalu dibicarakan pada setiap sudut kota itu. Apalagi setelah banyak kasus kematian yang tidak wajar pada orang orang yang berhubungan dengan kematian Baron Muneer tiga belas tahun yang lalu. Banyak yang mengatakan bahwa dalang pembunuhan berantai ini ulah dari putra semata wayang dari Baron yang ingin menuntut balas pada orang orang yang menyangkut kematian ayahnya.

Brak

Meja dari ruang kerja milik Wiryo itu di gebrak dengan cukup keras hingga seluruh karyawan disana ketakutan dan segera mematikan televisi yang sedari tadi menyiarkan berita mengenai pembunuh bernama Gemini itu.

" KALIAN BERDUA INI NIAT KERJA TIDAK? ABSEN TERUS, KALIAN KIRA INI KEPOLISIAN MILIK ORANG TUA KALIAN HINGGA KALIAN BISA SEENAKNYA?!? " Ujar Wiryo dengan penuh emosional memarahi kedua bawahannya itu.

" APA KALIAN TIDAK TAU ADA PEMBUNUH BERANTAI DI KOTA INI HAH!? KAMI DI SINI BUTUH KEAHLIAN KALIAN, MENGERTI!? KALIAN SELAMA INI KEMANA!

" Maaf Pak, kemarin itu Ace nungguin saya yang baru sakit di rumah sakit, maaf juga kalau kami tidak izin" Ucap Delio dengan raut wajah memelas, berharap atasannya itu tidak memecat dirinya dan juga pria disampingnya yang tampak tak menggubris sama sekali ocehan yang sudah setengah jam ini diterima oleh gendang telinganya.

UNPACkTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang