Korupsi, adalah hal yang lumrah terjadi di dunia politik. Tuan Damian Altero, ketua partai besar sekaligus calon wali kota di ibu kota.Merupakan anggota dari Han Corporate yang diketuai ketua Handero atau yang akrab di panggil ketua Han yang mem...
Demo yang terjadi beberapa hari yang lalu menjadi trending topik. Beberapa siaran di televisi memberitakan tentang kejadian itu. Diketahui demo itu terjadi karena beredarnya sebuah isu mengenai Sastra yang telah membuang putranya sendiri ke Amerika karena putranya itu tidak pandai dalam bidang akademik. Sehingga para warga berdemo agar pak Sastra mengundurkan diri dari pencalonan.
Pukul 11.20
Pak Sastra menggelar acara konverensi pers untuk membersihkan namanya dari isu yang beredar di masyarakat.
"Anakku sudah lama meninggal dunia karena penyakit Leukimia, anakku itu sudah lama berjuang melawan penyakitnya itu di Amerika dan sekarang telah meninggal dunia, jadi isu mengenai diriku yang menelantarkan putraku itu hanya hoax semata" ujar Sastra dalam konferensi pers.
Sastra juga menunjukan catatan kematian dari putanya dan juga rincian mengenai pengobatan yang telah di lakoni oleh sang anak.
Lalu, secara m,engejutkan, seorang pria menghampiri Sastra dan memukulnya dengan botol kaca. Hal itu membuat kericuhan.
Ace yang sedari tadi berada di sana pun mulai mengkondisikan acara itu sebagai seorang polisi. Akibat dari kejadian itu, pak Sastra menuai banyak perhatian dan simpati publik, sehingga skandal mengenai dirinya sudah terlupakan, dan para pendukung dari pak Sastra pun bertambah.
Ditempat lain, seorang remaja laki-laki tengah menonton siaran langsung dari konferensi pers pak Sastra terlihat kesal, hingga remaja itu membanting hp miliknya itu hingga pecah.
☠️☠️☠️
Di kantor polisi, pria yang memukul pak Sastra itu pun di interogasi oleh Ace.
"Maaf pak, atas motif apa bapak ini melakukan hal itu?" tanya Ace dengan sopan.
Pada awalnya si pria bernama Jared itu tak mau buka mulut, namun setelah diancam oleh Ace akan di jebloskan ke penjara akhirnya Jared pun mengaku.
" Aku hanya di suruh, aku tidak bermaksud untuk melakukannya" jelas Jared.
" Siapa yang menyuruh anda?" tanya Ace lagi.
Pria itu enggan menjawab "jika aku buka mulut, keluargaku akan terancam"
Ace bisa merasakan bahwa kata-kata itu mungkin menyentuh inti masalah, tetapi tidak lebih dari itu.
"Keluargamu aman tanpa seorang ayah?jika ayahnya itu dipenjara?"
Jared menatap Ace dengan tatapan kosong. Mata pria itu tidak menunjukkan penyesalan, tetapi lebih kepada ketakutan yang mendalam.Jared pun berbisik pada Ace dan mengatakan sesuatu.
Ace tahu bahwa Jared tidak sepenuhnya jujur, namun ia juga tahu bahwa jika ia memaksanya untuk berbicara lebih jauh, itu bisa berbahaya bagi banyak pihak. Dan satu hal yang pasti, Ace tidak bisa membiarkan siapa pun, terutama seseorang yang tampaknya terjebak dalam permainan yang lebih besar, menjadi korban dalam penyelidikan ini.
Di hadapannya, catatan interogasi Jared tersusun rapi, tetapi Ace merasa jawabannya tidak memadai. Jared terlihat ketakutan, bukan hanya karena ancaman yang Ace berikan, tetapi ada ketakutan yang lebih dalam, yang sepertinya berkaitan dengan sesuatu yang lebih besar—sesuatu yang bisa saja berbahaya jika diungkapkan.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Ace bergumam dalam hati.
Ace pun memberikan laporan jika Jared tidak bersalah dan ia melakukan hal itu karena dalam pengaruh alkohol saat melakukan tindakan itu. Itu bisa menjelaskan kenapa ia bertindak impulsif dan tidak sadar sepenuhnya saat memukul Pak Sastra.Itu terlihat dari bajunya yang tercium bau alkohol. Pak Sastra sendiri juga tidak menuntut Jared, sehingga Jared terbebas dari hukuman narapidana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sastra Ferroji
Walaupun laporan interogasi telah diserahkan, namun, ada satu hal yang masih mengganggu Ace. Ia mulai merasakan bahwa ada sebuah pola yang semakin terbentuk. Siapa yang sebenarnya mengendalikan peristiwa ini? Mengapa Jared, yang jelas tidak ingin berbicara, begitu terancam dengan apa yang bisa terungkap? Dan lebih penting lagi, siapa yang menyuruhnya untuk menyerang Pak Sastra?
Sementara itu, di luar sana, berita mengenai insiden itu mulai menyebar. Pak Sastra, yang awalnya menjadi sasaran cemoohan publik, kini mulai mendapat simpati dari banyak pihak. Namun, Ace tidak bisa begitu saja melupakan rasa tidak nyaman yang terus mengusiknya. Ada sesuatu yang lebih besar yang tersembunyi di balik semua ini, dan ia merasa semakin dekat dengan kebenaran, meskipun itu mungkin adalah sebuah kebenaran yang sangat berbahaya.