BAB 30: GADIS AYUNAN

33 26 4
                                        

Bab 30 : Gadis Ayunan

Berlatar di taman kota, tepat saat matahari berada di ufuk barat, Ace berjalan-jalan sambil membawa sebuah balon berwarna merah. Ia melihat seorang gadis tengah bermain ayunan sendirian. Ace menoleh ke sekeliling dan tidak mendapati orang dewasa di sana. Ia melangkah mendekati gadis itu yang tampak sangat garang, dan hal itu membuat Ace sedikit merasa takut. Namun, rasa penasaran yang terus mengganjal di hatinya membuat Ace memberanikan diri untuk mendekati gadis itu.

"Hai, kamu siapa?" sapa Ace pada gadis itu.

"Aku tidak boleh memberitahu namaku pada orang asing," jawab gadis itu sambil mengelap air matanya.

"Apa aku terlihat seperti orang asing yang mencurigakan?" tanya Ace sambil menunjuk dirinya.

"Tentu, mana ada anak kecil pada jam segini yang masih berkeliaran," jawab gadis itu.

"Ada, itu kau. Lihat dirimu, sama sepertiku. Apa kamu kesepian?" ucap Ace pada gadis itu.

"Mamaku belum pulang kerja, aku masih menunggunya pulang. Kau sendiri?" tanya si gadis pada Ace.

"Aku sudah biasa seperti ini. Apa kamu punya teman?" tanya Ace pada si gadis.

"Teman? Maksudmu Bogo?" jawab si gadis dengan polos.

"Oh, temanmu namanya Bogo?"

"Aku juga punya teman, namanya Wiena. Dia lima tahun lebih tua dariku. Kau tahu, dia tahu segala hal. Aku sering diajari banyak hal olehnya," tambah Ace.

"Bogo juga hebat. Dia itu boneka beruang yang dihadiahkan mama waktu aku ulang tahun," ucap si gadis.

"Oiya, kenapa tadi kamu menangis? Apa kamu terluka?" tanya Ace.

"Tidak, hanya saja aku kangen sama mama," jawab si gadis dengan wajah murung.

"Ssstttt, jangan nangis. Nanti kamu bisa diculik sama kelinci jahat, loh. Hiiiii, serem!" ucap Ace sambil mendekatkan telunjuknya di bibir mungilnya.

Sontak si gadis pun tertawa lepas setelah mendengar ucapan dari Ace. "Kamu ini, mana ada kelinci yang bisa culik anak kecil?" ujar si gadis.

Lalu dari arah belakang, muncul ibu dari si gadis yang mengajak si gadis pulang, meninggalkan Ace sendirian di taman itu.

☠️☠️☠️

Keesokan harinya, di waktu yang sama, Ace berjalan di jalan yang sama dan menemukan si gadis kemarin di taman kota. Si gadis yang melihat Ace di seberang pun tersenyum lebar. Begitu pula Ace, ia langsung berlari ke arah si gadis dan berdiri di depannya.

"Kamu di sini lagi?" tanya Ace.

"Iya, akhir-akhir ini mama suka lembur," jawab si gadis.

"Kamu sendirian aja? Mau main denganku?" tanya Ace.

Gadis itu pun mengangguk. "Mau main apa?"

"Bagaimana kalau kita main kejar-kejaran?" ajak Ace pada si gadis.

Si gadis pun mengangguk, dan keduanya bermain kejar-kejaran. Ketika keduanya tengah asyik bermain, seorang gadis lain yang lebih tua dari mereka berdua datang dari gerbang taman dan menjitak kepala Ace hingga membuatnya meringis kesakitan.

"Aduh, sakit!" ucap Ace sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.

"Apa-apaan kamu, Wiena?" ujar Ace kesal.

Ternyata gadis yang baru saja datang itu bernama Wiena. Gadis dengan kepang dua di rambutnya, wajah garang, dan tangan yang disilangkan di depan dada.

"Kamu kemarin yang ngambil balonku, kan?" tanya Wiena.

"T-tidak," jawab Ace gugup.

"Halah, jangan bohong. Nanti kamu aku aduin ke om Baron biar kamu dimarahin," ujar Wiena kesal.

"Eehhh, jangan dong. Kemarin balonnya meletus, maaf ya," pinta Ace.

Wiena melirik ke arah si gadis dan lalu menjabat tangan si gadis, mengayunkannya ke atas dan ke bawah dengan sangat cepat.

"Hai, hai! Namaku Wiena, salam kenal. Wah, kamu temennya Ace, ya? Kok bisa sih cowok culun kayak dia bisa punya teman secantik kamu?" ucap Wiena bersemangat.

"I-iyaa, salam kenal juga. Makasih pujiannya, tapi kamu lebih cantik dari aku. Kamu kakaknya Ace, ya?" tanya si gadis.

"Aku?" sambil menuding dirinya sendiri. Si gadis pun mengangguk sambil tersenyum tipis.

"Aku bosnya Ace, dia karyawan aku," jawab Wiena sambil menepuk dadanya bangga.

"Eeeh, bukan-bukan," sela Ace.

"Dia ini pengasuhku, jadinya aku bosnya, dan dia karyawannya," ucap Ace sambil memonyongkan bibirnya.
Mendengar ucapan itu membuat Wiena kesal dan langsung ingin menjitak kepala Ace. Namun, Ace lebih dulu berlari menjauh dari Wiena. Hal itu membuat keduanya terlihat kejar-kejaran.

Sejak hari itu, setiap sore di waktu yang sama, Ace selalu datang ke taman kota untuk menemui gadis ayunan itu. Ya, gadis ayunan, pasalnya gadis itu tidak pernah memberitahukan namanya pada Ace, walaupun Ace telah bertanya berkali-kali pada si gadis.

"Oy, gadis ayunan!" panggil Ace dari arah seberang jalan pada si gadis.

Si gadis menoleh. Wajahnya yang semula tertekuk perlahan membentuk kurva lebar dengan pipi yang merona. Ia melambai-lambai penuh kegembiraan ketika melihat Ace datang menemuinya. Ace berlari dan berdiri berhadapan dengan si gadis.

"Namamu siapa sih? Kita sudah temenan lama dan kamu nggak mau kasih tahu nama kamu ke aku?" gerutu Ace kesal.

"Siapa ya? Besok aku kasih tahu," jawab si gadis dengan senyum manis terukir di wajahnya. Hal itu membuat Ace terpesona dan pipinya memerah. Dengan wajah yang masih memerah, Ace bertanya kembali, "Kapan?"

"Kapan-kapan," jawab si gadis disertai cekikikan pelan dari lisan si gadis.

Hal itu membuat Ace kesal dan langsung berkata, "Yasudah, karena kamu nggak punya nama, aku panggil kamu gadis ayunan, ya. Nggak boleh nolak!"

"Idihhh, kenapa gadis ayunan?" tanya si gadis.

"Karena aku pertama kali bertemu kamu di ayunan," jawab Ace disertai senyuman hangat yang membuat si gadis tersenyum.

"Ora."
"Namaku Ora, jangan panggil gadis ayunan, kepanjangan soalnya," ucap si gadis.

"Ora, nama yang cantik" Ucap Ace disertai kurva yang terlukis indah diwajah anak laki laki itu.

Kemudian tanpa disadari, balon merah entah dari mana asalnya datang kearah kedua anak itu, dan langsung ditangkap oleh Ace.

" Wiihhh, ada balon Ora" Ucap Ace kegirangan.

" Iyaa, kira kira punya siapa ya? " Ucap Ora.

" Karena aku yang dapet, berarti ini punya aku..... " Ace menjeda kalimatnya, lalu ia menggeleng cepat " Bukan, kita yang dapat jadi ini punya kita" Ucap Ace.

Ora pun tersenyum dan berkata akan bermain dengan Ace besok, ditaman itu juga tentunya. Kemudian mereka saling menautkan kelingking sebelum akhirnya keduanya pulang ke rumah masing masing .

UNPACkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang