CHAPTER 24

29 8 2
                                        

⚠️ Hati-hati typo bertebaran.

Happy reading ~

‼️Sebelum baca, harap vote terlebih dahulu.‼️

***

Ara berjalan santai sembari melantunkan lagu yang terputar melalui headset  putih miliknya. Sesekali Ara akan mendongakkan kepala hanya untuk sekedar melihat indahnya langit malam yang dihiasi bintang dan juga Bulang sabit.

Ah iya, Ara baru saja pulang dari taman terdekat, meski sudah malam dan udara yang dingin efek habis hujan itu terasa menusuk, namun Ara dengan nekat justru memilih untuk berjalan kaki.

Ara hanya ingin menikmati kesendiriannya. Ya meski hal itu akan membuat kaki Ara pegal, namun tak apa.

Ara memberhentikan langkahnya saat sebuah motor berhenti di depan nya. Saat seseorang yang menggunakan motor itu membuka helm nya, ingin rasanya Ara kabur dari sana, tapi sayangnya pergelangan Ara sudah di cekal terlebih dahulu oleh orang itu.

"Lepas nggak!" Titah Ara.

"Kalau gue nggak mau?"

"Ndre, gue sedang malas buat kasih Lo pelajaran, jadi lepasin okey?"

Yup, orang yang memberhentikan motornya di samping Ara ada Andre, orang yang ingin Ara hajar sekarang juga.

"Gue juga lagi malas belajar, apalagi belajar matematika." Ucap Andre dan membuat Ara mendengus kesal.

"Btw, ngapain Lo jalan sendirian? Malam-malam lagi." Lanjut Andre.

"Terserah gue lah, Lo siapa kok ngatur gue?"

"Pacar Lo."

"Mimpi! Ingat kita hanya pura-pura."

"Terserah gue lah, kan gue yang buat alurnya."

"Nyenyenye."

Drtt Drtt.

Handphone Andre berbunyi pertanda ada yang menelpon nya. Andre pun melihat handphone nya guna melihat siapa yang menelepon nya. Nama Lino yang muncul di layar handphone nya.

"Hallo?"

"....."

"Sekarang?"

"....."

"Gue otw sekarang."

"....."

"Hmm."

Telpon telah berakhir, Andre melepaskan genggamannya dari pergelangan tangan Ara.

"Gue nggak bisa antar Lo pulang, jadi Lo hati-hati di jalan." Ucap Andre.

"Gue nggak minta buat Lo antar, jadi kalau mau pergi ya pergi aja." Ucap Ara ketus.

Andre memutar gas nya setelah berhasil mengusak rambut Ara dan berakhir membuat sang empu marah. Namun Andre tak menghiraukan itu.

"ANDRE ANJ-"

"Ara?" Panggil seseorang yang berjalan menghampiri nya.

Cinta Tak Bisa Di TebakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang