CHAPTER 27

27 8 2
                                        

⚠️ Hati-hati typo bertebaran.

Happy reading ~

‼️Sebelum baca, harap vote terlebih dahulu.‼️

***

Suasana di salah satu kamar VVIP di rumah sakit terkenal saat ini sedikit agak tidak enak. Ara dan Andre saat ini tengah di tatap dengan mata tajam oleh beberapa orang yang berada di sana. Mereka berdua dapat melihat sorot kebencian dalam mata mereka. Ara bisa melihat jika orang yang beberapa waktu lalu yang ia dorong kini sudah kelihatan segar kembali.

"Ha-hai, se-selamat ma-malam." Saat ini Ara sedang di selimuti oleh kegugupan, sangking gugupnya ia pun berbicara dengan terbata-bata.

"Maaf, kalian siapa?" Dengan mata tajamnya seseorang berbicara seperti itu dan itu sedikit membuat hati Ara sakit. Ah tidak, lebih sakit. Apakah dirinya memang sudah di anggap tidak pernah dekat dengan teman-temannya?

"Leo!" Bentakan itu keluar dari bibir pemuda tampan namun cukup pendek.

"Sepertinya gue harus pamit dulu."

"Ara, tunggu!" Ara yang sudah keluar dari ruangan tersebut terhenti saat mendengar namanya di panggil.

"Lo mau lihat kondisi Melody kan?" Tanya seorang gadis yang sekarang sudah berada di hadapannya.

"Gue nggak ngasih ijin dia, buat dekat-dekat Melody." Ucap Leo dingin.

"Ra, Ndre, masuk." Titah Hyunsik yang di angguki oleh Ara dan Andre.

"Hyunsik!" -Leo.

"Apa!?" -Hyunsik.

"Suruh mereka keluar!" -Leo.

"Nggak! Mereka berdua nggak boleh keluar!" Agnes ikut membuka suaranya.

"Kalau Leo nggak beri ijin ya berarti enggak!" Okey, Lex juga ikut membuka suaranya untuk membela Leo.

"Tapi kalau gue yang beri ijin gimana?" Tiba-tiba pintu itu terbuka kembali dan menampakkan seorang pemuda tampan dan Gadis cantik yang berada di belakangnya.

Pemuda itu berjalan mendekati Ara dan Andre, lalu menatap orang-orang yang sedang menatapnya itu. Hey, dirinya bukan penjahat, tapi mengapa dirinya di tatap seperti itu?

"Kak kai?"

"Kenapa Ara nggak boleh masuk?" Tanya kai.

"Kenapa harus ku beri ijin dia untuk masuk? Kan dia yang bikin Melody sakit." Leo menatap sisis ke Ara.

"Yang di bilang Leo benar, Ara nggak pantas buat masuk ke kamar ini bukan?" Gyumin akhirnya membuka suara nya karena sejak tadi dirinya hanya memperhatikan.

"Hey, Ara hanya ingin menjenguk Melody dan mungkin akan sedikit berbicara mengenai masalah kalian." Kai sedikit mulai geram Karena melihat tingkah adik-adik nya.

"Tidak ada yang perlu di bicarakan." -cheryl.

"Kalian cuman salah paham! Jadi selesaikan kesalahpahaman ini!" Kai mulai meninggikan suaranya.

"Kakak nggak usah ikut campur dalam hal ini!" Leo tak mau kalah dengan kakak kandungnya itu.

"Bagaimana bisa? Lo adalah adik kandung ku, dan kalian semua juga sudah ku anggap seperti adik ku sendiri."

"Tetap saja Ara nggak boleh masuk ke kamar ini!" -Lex.

"Tapi Ara kesini berniat baik bukan?" Tanya seorang gadis yang tadi masuk bersama kai.

"Kak Vania benar, tapi aku lebih setuju dengan Leo." Ucap Zayyan.

"Kalian ini kenapa? Dan kau Sing, kenapa malah diam? Biasanya kau yang akan maju paling depan jika Ara di perlakukan seperti ini kan?" Ucap Vania panjang lebar.

Cinta Tak Bisa Di TebakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang