⚠️ Hati-hati typo bertebaran.
Happy reading ~
‼️Sebelum baca, harap vote terlebih dahulu.‼️
***
Seorang Gadis Cantik berambut hitam kecoklatan kini tengah berjalan melewati jalan setapak yang di tumbuhi bunga mawar berbagai macam warna yang tumbuh dengan liar namun subur itu.
Perempuan itu berhenti sejenak sekedar untuk melihat bunga mawar cantik itu dan menghirup bau bunga mawar itu.
Ara melanjutkan jalannya menuju ke minimarket terdekat guna membeli Roti dan Susu stroberi untuk di makan tentunya.
Ara habis dari lari pagi. Sekolah? Ara tidak pergi sekolah di karenakan dirinya di skors 1 minggu, bahkan teman-temannya pun menjauhinya. Kurang hancur apa hidup Ara?
Ara sebenarnya sedih karena di jauhi teman-temannya, tapi tak apa, toh itu karena ulahnya sendiri kan? Dan juga Dirinya takut oleh kedua orangtuanya karena sudah di pastikan Ara akan mendapatkan ceramah gratis karena sudah membuat ulah di sekolah. Namun Ara tak peduli akan hal itu, ya karena kedua orangtuanya masih berada di Hongkong.
Di sinilah Ara Duduk di tempat duduk yang sudah di sediakan di depan minimarket. Di sini Ara dapat melihat dengan jelas para mahasiswa maupun para murid yang berlalu lalang untuk menuju ke Tempat berjuta-juta akan ilmu.
Sampai saat sebuah mobil Lotus Evija berhenti di parkiran minimarket yang membuat pandangan Ara hanya terarah ke mobil itu. Dirinya tahu mobil itu milik siapa. Sampai akhirnya seseorang turun dari mobil tersebut.
Seseorang yang tampan, tinggi, memiliki senyuman yang menawan di balik wajah datarnya itu dan tentunya masih seorang pelajar karena orang itu menggunakan seragam sekolah.
"Lex!!" Panggil seseorang dari dalam mobil tersebut.
Lex membalikan badanya guna melihat kekasihnya cantiknya yang tadi memanggil dirinya. "Apa hm?"
"Buka! Kenapa malah pintunya kamu kunci!? Kan aku nggak bisa keluar!!" Vio emosi dengan kekasih tampannya itu, pasalnya dirinya di kunci di dalam mobil. Siapa yang tidak emosi jika di gitukan?
"Ah, iya lupa." Lex menepuk jidatnya sendiri. Bisa-bisanya dirinya lupa jika masih ada kekasihnya di dalam mobil itu. Siap-siap saja jika dirinya nanti akan membujuk anak kucing seharian.
Lex pun membukakan pintu untuk kekasihnya tersebut. Dan tepat seperti yang di pikirkan jika kekasihnya saat ini sedang marah padanya.
"Maaf..." Cicit Lex.
Vio pun keluar dari mobil tersebut dan langsung berjalan masuk ke minimarket mendahului Lex yang saat ini mengikutinya dari belakang.
Ara dapat melihat semua interaksi kedua temannya itu dari kejauhan, jujur saja Ara takut untuk menyapa apalagi berbicara dengan mereka berdua. Mungkin jika Ara melakukan itu semua sudah di pastikan jika dirinya akan di acuh kan.
Sampai beberapa menit kemudian Lex dan Vio keluar dari dalam minimarket itu dengan membawa banyak Plastik kresek di tangan mereka.
"Lex! Vio!" Ara yang sudah mengumpulkan keberanian nya pun memanggil kedua temannya itu dan menghampiri mereka.
Lex memutar bola matanya malas saat melihat Ara mendekat ke arahnya dan Vio. Sedangkan Vio hanya diam dan sesekali melihat wajah Lex yang sudah datar berbeda seperti beberapa waktu lalu.
"Emm, kalian beli banyak makanan mau menjemput Melody?" Tanya Ara.
"I-" ucapan Vio terpotong saat Lex berbicara dengan nada ketus.
"Mau apa? Mau dorong Melody lagi?" Sarkas Lex.
"Udahlah ayo pergi dari sini." Ucap Lex ke Vio lalu menarik tangan Vio untuk menuju ke mobilnya.
Ara hanya diam menatap kepergian kedua temanya itu. Entahlah, Ara kembali merasa bersalah atas kelakuannya waktu itu.
"Ara?" Panggil seseorang.
Ara pun membalikkan badanya dan mendapati seorang wanita cantik dan pria tampan yang berada di sampingnya.
"Eh? Ada kak Dita dan kak Lucas. Ngapain kak di sini?" Tanya Ara.
"Mau beli makanan dan minuman buat nanti di rumah." Jawab Dita.
"Mau ada acara kak?"
"Enggak, cuma kumpul seperti biasa." -Lucas.
"Ara, kamu adek nya kak Dita, kak Lucas dan yang lain kan?" Tanya Dita yang di angguki oleh Ara.
"Jadi kalau ada masalah cerita ya? Kakak tahu kok apa yang telah terjadi, semangat ya? Kalau butuh teman cerita ke rumah saja. kalau nggak gitu ke rumah yang lain, pasti bakal kamu dengerin kok." Ucap Dita panjang lebar.
"Maksudnya apa ya kak? Otak ku sedang nge-bug kak, jadi nggak bisa mencerna ucapan kak Dita yang panjang itu, hehe." Ara menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Oh iya, kata Agnes, Melody masuk rumah sakit." -Lucas.
"Iya kak, dan itu semua karena Ara." Ucap Ara lalu pergi dari hadapan sepasang kekasih itu.
"Kenapa? Gue salah bicara kah? Dan tadi itu maksudnya apa? Ulah nya?" Tanya Lucas Ke Dita.
"Entahlah, aku juga tidak tahu." Ucap Dita.
***
Ara tengah mengetik tugas laporan nya di balkon kamarnya sambil di temani jus jeruk dan biskuit. Sesekali Ara melihat ke mansion salah satu temannya yang berada di samping mansion milik keluarga nya.
Ara hanya dapat melihat mansion temannya itu dengan sendu saat melihat beberapa temanya yang lain bercanda gurau dan tertawa lepas. Seperti mereka semua akan ke rumah sakit untuk menjenguk Melody.
Sebenarnya Ara ingin sekali menjenguk temannya itu, tapi apakah di masih pantas menampakan wajahnya Di depan teman-temannya lagi? Sangat tidak pantas bukan?
Tok tok tok.
"Masuk." Ucap Ara saat mendengar pintu kamarnya di ketuk.
Ara mengira itu hanya bik Mirna yang mengantarkan makanannya karena dirinya belum makan sejak tadi Siang.
"Ada apa bik?" Tanya Ara yang hanya fokus dengan laptopnya tanpa melihat siapa yang datang.
"Makan dulu, baru di lanjutin." Tunggu, suara itu...
"Andre!?" Pekik Ara setelah membalikan badannya dan melihat Andre yang tengah membawa piring yang berisi lauk pauk dan satu gelas Air putih.
"Sss... Cempreng amat! Sakit nih telinga gue." Ucap Andre sambil meletakan piring dan gelas di meja yang berada di balkon kamar Ara.
"Ngapain Lo di sini? Dan sejak kapan Lo jadi pembantu di sini?"
"Siapa juga yang jadi pembantu?"
"Elu."
"Atas dasar apa Lo nyebut gue pembantu?"
"Lah itu bawain makanan buat gue."
"Katanya bik Mirna Lo belum makan, dan kebetulan tadi bik Mirna bawa nampan yang berisi piring dan gelas yang kayaknya mau di kasih ke elo jadi sekalian aja deh gue yang bawain." Jelas Andre panjang lebar dan Ara hanya ber-oh riya.
"Yaudah makan dulu gih." Suruh Andre.
"Ntar, masih mau ngelanjutin ini."
"Emang itu apaan sih?"
"Tugas osis."
"Lah kok banyak?"
"Sekalian sama punya nya Melody."
"Lah kok di kasih ke Lo?"
"Lo lupa?"
"Sorry."
"Lo kesini cuman mau mengganggu gue?"
"Enggak sih tapi kalau gue ngganggu gue bisa kok untuk-"
"Untuk pulang?"
~to be continued
Next?
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Tak Bisa Di Tebak
Teen FictionCerita ini sangat-sangat tidak nyambung. Jadi maklum saja jika alur nya kemana-mana :) Terkadang cinta itu datang secara tiba-tiba tanpa ada yang memanggilnya,dan juga Terkadang hubungan persahabatan antara cewek dan cowok berubah menjadi Cinta,iya...
