CHAPTER 18 (Gyumin& Cheryl)

26 7 1
                                        

⚠️ Hati-hati typo bertebaran.

Happy reading ~

***

Bangun pagi memang kadang sulit untuk dilakukan. Selain karena udara yang masih dingin, Setan yang ada di dalam diri pun ikut ngerayu biar gak buru-buru ninggalin selimut hangat dan guling yang empuk, yang semalaman menemani kita. Namun lelaki itu harus tetap bangun untuk bersiap-siap berangkat sekolah.

Gyumin yang baru selesai sarapan pun langsung mengambil tasnya lalu pergi menuju parkiran di mana mobilnya terparkir. Namun sebelum dirinya masuk ke dalam mobilnya dirinya menggerutu tak jelas karena dia harus menghampiri sahabatnya yang tak punya akhlak, karena sahabatnya itu sedang malas menggunakan kendaraan nya. Alasan seperti apa itu? Pikir Gyumin.

Gyumin dengan terpaksa melajukan mobilnya ke tempat sahabatnya itu, karena bagaimanapun ini masih terlalu pagi untuk berangkat sekolah, jadi kemungkinan Gyumin harus membawa teman agar dia tak melamun sendirian di kelas, karena ini masih jam 06.15 pagi sedangkan masuk nya jam 08.00 pagi.

***

Kini Gyumin telah sampai di depan gerbang mansion milik keluarga Handara (keluarga Davin), iya Davin, Davin menyuruh Gyumin untuk menghampirinya agar bisa berangkat bersama karena Davin sedang malas untuk menggunakan kendaraannya.

"Cepat!" Suruh Gyumin yang sudah melihat Davin di depan Gerbang.

Davin pun masuk ke dalam mobil Gyumin dan memilih untuk duduk di belakang agar dia bisa tidur saat perjalanan dan membiarkan Gyumin menyetir.

"Lo kalau berangkat pagi bener sih? Gue kan masih ngantuk." Ucap Davin.

"Gue kan anak teladan." Ucap Gyumin lalu melajukan Mobilnya menuju ke sekolahan mereka.

"Iya teladan, teladan Bolos maksudnya."

"Gue turunin Lo di sini, tahu rasa Lo."

"Nyenyenye, mau tidur gue." Ucap Davin lalu menutup matanya agar tertidur.

"Dav."

"Dav!"

"Woi, ANJENG!"

"Bangsat! Apaan sih!? Ngganggu orang mau tidur, Njeng!" Ucap Davin tak terima.

"Dav, Dav, Lo pikir gue sabun Dav apa?" Lanjut Davin.

"Ya udah si, makanya kalo di panggil tuh nyahut!"

"Ye!"

"Pergi kemana dulu yok." Ajak Gyumin.

"Kemana?"

"Kemana-mana hati ku senang."

"Serius."

"Nggak tahu, kasih saran kek."

"Taman dekat sekolah?"

"Gas."

Gyumin pun melajukan mobilnya ke taman dekat sekolahannya, karena di pikir-pikir memang masih sangat pagi, sudah di pastikan belum ada yang berangkat kecuali anak emas para Guru, bahkan ketua Osis di sekolahnya alias lex, sudah di pastikan jika Lex masih molor.

***

Sesampainya Di Taman, Gyumin pun turun dari mobilnya dan memilih untuk duduk di kursi yang ada di taman tersebut. Davin? Davin tertidur di mobil jadi Gyumin membiarkan Davin untuk tidur, mungkin Davin tadi malam begadang main game, pikir Gyumin.

Cinta Tak Bisa Di TebakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang