Chapter kali ini khusus untuk Lex&Vio, aku mau satuin mereka dulu baru pasangan yang lain, agar Sing&Ara cepat bersatu wkwkwk.
⚠️ Hati-hati typo bertebaran.
Happy reading ~
***
Di pagi yang cerah terdapat anak sekolah yang sudah lengkap dengan seragam sekolahnya, yang baru saja turun dari mobil nya yang terparkir di depan gerbang Mansion milik seseorang. Dirinya pun langsung masuk gitu aja karena gerbang nya sudah di buka oleh satpam yang menjaga mansion tersebut.
Kini dirinya sudah berdiri tegak di depan pintu mansion tersebut lalu dirinya memencet bel yang ada di dekatnya, tak lama Pitu terbuka dan terdapat wanita yang sudah cukup berumur namun masih kelihatan sangat Cantik.
"Lex?" Ucap sosok wanita itu yang heran melihat sosok pria tampan di depan nya.
"Tan." Ucap Lex dengan memberi senyum menawannya.
"Mau jemput Vio?" Tanya mamah Vio yaitu Lena.
"Iya Tan." Ucap Lex masih dengan senyumnya.
"Ini baru jam 05.45 loh." Ucap Lena yang melihat arloji di tangan nya.
"Hehe, Sengaja Tan, karena hari ini ada rapat OSIS." Ucap Lex.
"Owh, yaudah yuk masuk dulu, kita sarapan sama-sama, kamu pasti belum sarapan." Ucap Lena mempersilahkan Lex untuk masuk.
"Vio nya masih tidur, nanti Tante bangunin tu anak." Lanjut Lena.
"Lex memang belum sarapan sih Tan karena nggak keburu, tapi nggak usah lah Tan takut ngerepotin." Ucap Lex.
"Tapi kalo di paksa sih Lex nggak nolak." Ucap Lex langsung masuk menuju ke ruang makan.
Sesampainya Lex di ruang makan Lex melihat bocil kematian (Adik nya Vio) yang masih mengumpulkan nyawanya yang melayang entah kemana.
"Eh, Kak Lex." Ucap Adik nya Vio (Lily) dengan lengan yang menumpu dagunya.
"Mau ngapain kak? masih pagi udah datang aja." Lanjut Lily.
"Mau jemput kakak lu lah!" Jawab Lex ketus, sebenernya Lex kalo ketemu Ama Lily tuh bawaannya pengen emosi Mulu plus rasanya pengen ngebuang tu anak ke jurang, tapi karena Lex sangat berperikemanusiaan jadi dia nggak jadi ngelakuin itu semua.
"Dih, bilang aja mau numpang sarapan." Ucap Lily tanpa dosanya.
'Untung ada emak lu cil, kalo nggak usah gue buang lu ke jurang.' Gumam Lex dalam hati sambil melihat mamah nya Vio yang sedang di dapur.
"Serah lu cil." Ucap Lex dan langsung duduk di dekat Lily tapi tidak bersebelahan.
"Ya kan emang serah Lily kan ini rumah Lily bukan rumah kak Lex." Ucap Lily.
"Tapi ini kan masih pagi kak, masak udah jemput kak Vio? kak Vio nya aja masih tidur." Lanjut Lily.
"Aku tahu, pasti kak Lex mau numpang sarapan bukan mau jemput kak Vio." Lanjut Lily dan mendapatkan jeweran di telinganya dari sang mamah yang tiba-tiba muncul.
"Sakit mah." Rengek Lily.
"Ya kamu sih, tamu kok di gituin." Ucap Lena.
"Emang kak Lex tamu? Bukan nya sopir ya mah?" Ucap Lily dan mendapatkan satu jitak an lagi dari sang mamah.
'Bangsat! Gue di bilang sopir dong, padahal ngganteng gini, di bilang sopir.' Gumam Lex dalam hati.
"Udah cepet sana mandi." Ucap Lena dan di angguki oleh Lily.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Tak Bisa Di Tebak
Novela JuvenilCerita ini sangat-sangat tidak nyambung. Jadi maklum saja jika alur nya kemana-mana :) Terkadang cinta itu datang secara tiba-tiba tanpa ada yang memanggilnya,dan juga Terkadang hubungan persahabatan antara cewek dan cowok berubah menjadi Cinta,iya...
