10. Hiding Somewhere

2K 240 4
                                        

Mereka bertiga terdiam sepanjang jalan menuju apartment mereka. Baru kali ini mereka dilanda ketakutan karena serangan para goblin yang tiba - tiba itu. Rupanya para peri La Fée ini sudah sangat membahayakan. Bukan hanya membahayakan mereka berempat, tapi juga orang - orang di sekitar mereka. Tidak seperti sebelumnya yang terjadi di Amerika, La Fée mengirim kurcaci dan centaurus hanya ke rumah Wendy saja. Kali ini, La Fée tidak segan - segan untuk membunuh orang - orang tidak bersalah hanya agar bisa mendapatkan apa yang mereka incar, yaitu salah satu diantara mereka berempat.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Semua orang berada dalam bahaya hanya karena La Fée sialan itu!" seru Minah kesal.

"Yang jelas, kita harus bersembunyi di suatu tempat dan mencari tahu mengenai pintu gerbang menuju dunia La Fée ini sesegera mungkin. Jangan sampai peri La Fée ini mengetahui keberadaan kita dan mengakibatkan pembunuhan massal seperti tadi." jawab Bomi. Dia bergidik ngeri ketika mengingat tubuh - tubuh tak berdosa yang bergeletakan di dalam dan sekitar gedung apartment mereka.

Jimin mengangguk menyetujui ucapan Bomi. "Aku setuju dengan yang Bomi noona katakan. Lebih baik untuk sementara ini kita pindah ke suatu tempat, sampai kita berhasil menemukan dan menyegel pintu gerbang dunia La Fée itu. Kita bisa pindah ke rumahku, di sana ada banyak senjata yang bisa kita pakai. Dan orang tuaku akan sangat senang menerima kalian." ucap Jimin.

"Aku setuju! Bagaimana denganmu, Minah-ya?" tanya Bomi kepada Minah yang duduk di kursi penumpang di belakang. Tampak dia seperti meringis menahan sakit karena luka kakinya, meskipun luka itu sudah diobati dan diperban.

"Minah - ya, gwaenchana?" tanya Bomi khawatir. Minah mengangguk pelan dan berkata,

"Gwaenchana, hanya sedikit sakit. Dan mengenai usulan kalian itu, aku ikut saja dengan kalian. Tapi kita harus meminta persetujuan Jin terlebih dahulu untuk itu." katanya.

Dan mobil itu melaju cepat membelah jalanan kota Seoul yang lengang di tengah malam.

*****

Kini Jin berdiri tepat di depan pintu apartment Bora. Dia sudah ditugaskan untuk membawa dan melindungi Bora oleh Mr. Kim. Jin setuju kalau kemungkinan besar Bora akan berada dalam bahaya, maka dia dan sahabat - sahabatnya memutuskan untuk meminta Bora tinggal bersama mereka berempat.

Ting! Tong!

"Ne, tunggu sebentar!" Jin dapat mendengar suara Bora dari dalam. Tak berapa lama, pintu itu terbuka dan Bora pun muncul dari dalam."Ah, chagi. Kamu mengagetkanku. Ada apa? Masuk dulu." ucap Bora. Lalu dia mempersilahkan Jin untuk masuk ke dalam ruangan apartment miliknya.

Setelah dirinya dan Jin duduk berhadapan di satu sofa, barulah Jin angkat bicara."Kamu harus segera pindah dari sini. Ikutlah bersama kami." ujar Jin dengan lugas dan tegas. Membuat Bora bingung karenanya.

"N..ne? Wae?" tanya Bora.

Jin menghela nafas panjang sebelum menjawab, "Aku takut kamu berada dalam bahaya. Sekarang kamu sudah mengetahui identitasku dan saudara - saudaraku kalau kami adalah Chasseur dan kami sedang dalam misi yang sangat sulit. Musuh kami sangat kuat, dan sekarang mereka tidak segan - segan untuk menyerang secara terang - terangan. Kamu sudah lihat sendiri para goblin itu, mereka tidak segan - segan untuk menyerang orang - orang yang bahkan sama sekali tidak tahu ini semua. Aku takut.... Mereka akan mengincarmu selanjutnya...." ujar Jin dengan kepala tertunduk. Genggaman pada tangan Bora semakin erat. Bora berusaha mencerna kata - kata Jin barusan. Melalui genggaman tangan itu, Bora menyadari kalau Jin sangat mengkhawatirkan dirinya.

"Baiklah, aku akan ikut denganmu." jawab Bora pada akhirnya. Sebuah jawaban yang berhasil menghasilkan sebuah senyuman di wajah Jin.

"Baiklah, kalau begitu kita harus bergegas sekarang. Kita harus mengepak barang dan kita akan segera berangkat ke apartmentku. Yang lain pasti sudah menunggu di sana." ujar Jin. Lalu mereka berdua pun bergegas untuk mengepak barang - barang Bora.

CHASSEUR (BTS FF)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang