TAKDIR PERTAMA

684 62 5
                                        

      Seorang gadis menyandang tas nya di punggung nya. Hari ini ia akan menjalani sekolah di SMA Starlight. Bisa di bilang ia pindah sekolah karena ia tak sanggup menanggung biaya sekolah nya yang dulu. Selain ia menjalani sekolah, ia juga harus bekerja sebagai pelayan cafe karena mencari biaya untuk sekolah nya.
 
     Ara----gadis itulah yang menjalani kehidupan sekolah dan berkerja. Gadis itu berjalan menuju sekolah baru itu. Sekolah itu hanya berisi murid yang kaya raya. Ara pindah sekolah itu berkat beasiswa yang ia dapat dari sekolahnya yang dulu.

      Tak lupa sebelum memasuki kelas ia menuju ruang guru terlebih dahulu. Tentu ia ingin bertanya tentang sekolah itu. Ia juga harus menanyakan dimana kah kelasnya itu.

       "Bu,ini saya masuk di kelas berapa ya?". Tanya ara dengan sopan setelah mengetuk pintu dan di izinkan untuk masuk oleh sang kepala sekolah.

        "Kamu siswi pindahan kan?? Kamu masuk di XI IPA 4 ya". Jawab Bu karina---kepala sekolah dari SMA Starlight.

        "Terimakasih Bu". Sebelum keluar, tentu nya tak lupa Ara menyalimi tangan Bu Karina sebagai bentuk kesopanan nya kepada guru.

      Ara berjalan menuju kelas XI IPA 4. Kelas dimana ia akan belajar di sana. Namun,belum sampai di sana ia tak sengaja menabrak tubuh seorang gadis. Gadis yang di tabrak Ara adalah yessica Naraya atau lebih akrab di sapa Chika.

      "E-ehh,maaf ya kak aku gak sengaja". Ucap Ara sambil meminta maaf kepada Chika. Ara masih belum melihat wajah Chika. Ia menunduk tak berani mendongak sama sekali.

       "Iya gak apa-apa". Jawab Chika kepada Ara. Chika dengan cepat berlalu tanpa melihat wajah Ara terlebih dahulu. Setelah Chika pergi, Ara dengan cepat mendongak lalu menoleh menyaksikan Ara yang berlalu begitu saja.

       "Tuhan...,suara itu....". Batin Ara berbicara. Ia sangat kenal dengan suara itu. Suara sahabat nya yang ia cari selama ini. Belum sempat ia pergi mengejar Chika, ia sudah di hadang 3 orang yang tak ia kenal sama sekali.

      Salah satu orang dari situ mendorong tubuh Ara dengan kuat. Dengan pertahanan yang masih utuh, Ara mencoba untuk tidak jatuh. Salah satu orang itu, yang mendorong tubuh Ara adalah flora shafiqa. Flora tersenyum miring melihat Ara yang akan terjatuh itu.

       "Heh!! Lo ngapain sih ngeliatin gitu ke kak Chika hah!!". Bentak flora sambil mendekat ke arah Ara. Ara yang tak tahu apapun itu hanya dapat diam mematung di tempatnya.

      "Kenapa diem hah!! Kenapa lo??!". Bentak seseorang yang bernama freya nashifa jayawardhana. Ara tersentak kaget saat mendengar penuturan itu. Ia sama sekali tidak tahu apa yang Mereka bicarakan.

      "Gue gak tahu apa yang kalian omongin jadi biarin gue pergi". Tutur Ara. Sungguh! Ara tak tahu apapun kali ini.

     "Jadi Lo mau pergi??". Tanya fiony alveria." Sebelum Lo pergi, gue punya hadiah buat lo". Ujar fiony sambil berjalan mendekat dan membawa sebuah tongkat baseball.

     Dipukul nya Ara menggunakan tongkat baseball berulang ulang. Freya maju dengan membawa se ember air es yang akan ia tumpahkan kepada Ara.

    "Lo tuh miskin!jadi gak usah sok² an Lo!". Air es itu sudah membasahi seluruh badan Ara. Badan nya kini basah karena air yang Freya tumpahkan.

     Ara tertunduk sambil memegangi tangannya. Kini ketiga orang tersebut pergi dari hadapan Ara. Ara pergi dengan kepala yang tertunduk cukup dalam. Bukannya menuju kelas, ia malah pergi menuju taman dari sekolah nya tersebut.

      Ara menduduki salah satu bangku yang berada di sana. Ia menunduk sangat dalam kedua matanya berkaca kaca.

     "Aghhh!!! Gue benci takdir gue!!! Anjing asu". Ara memukul kuat kursi yang ia duduki "kak Chika..."lirih nya pada akhir.

CINTA & NORMACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang