Tinggg…
Sebuah notifikasi Instagram muncul, membuat Kinta menghentikan aktivitasnya. Tangannya yang sedang merangkai gelang manik-manik lucu terhenti, matanya langsung tertuju pada layar ponsel.
Seketika, keterkejutannya bertambah saat membaca nama pengirimnya
Kylan.
Manekin nge-chat?
Tanpa pikir panjang, ia segera membuka pesan itu.
2 pesan baru.
Kinta mengerutkan alis. Apa yang membuat lelaki yang jarang bicara itu tiba-tiba mengirim pesan? Dengan rasa penasaran, ia mengetuk notifikasi tersebut.
Rupanya, Kylan mengiriminya nama toko tempat ia membeli PlayStation. Sepertinya, Bagas dan Reno telah memberi tahu Kylan tentang obrolan mereka di kantin tadi.
"Gua beli di situ."
Kinta buru-buru mengetik balasan.
🌙🌙🌙
Kini, Kylan menerima helm yang disodorkan Kinta.
"Makasih, Lan, udah nganter."
Awalnya, Kylan hanya berniat memberi tahu tempatnya membeli PlayStation, tapi gadis di hadapannya terlalu banyak bertanya seperti wartawan.
Setelah tahu bahwa Kinta bahkan tidak bisa membawa kendaraan, Kylan malas menjelaskan lebih panjang lebar. Membiarkannya pergi sendiri naik ojek malam-malam juga bukan pilihan yang baik. Jadi, ia langsung menawarkan untuk mengantar.
Dan sekarang, setelah perjalanan yang penuh dengan istighfar dari Kinta karena Kylan mengendarai motor bak Marc Márquez, akhirnya mereka sampai.
Saat Kinta menyerahkan helm kembali, ia tersenyum.
"Sama satu lagi, makasih juga waktu itu udah bantuin latihan basket. Berkat lo, gua dapet A+ di olahraga."
"Sama-sama." Jawab Kylan santai.
Baru saja Kylan hendak berpamitan, suara seorang wanita terdengar dari depan rumah.
"Eh, Kin, temennya diajak masuk dulu!"
Kylan menoleh, mendapati sosok wanita paruh baya berdiri di teras.
Bunda.
Sepertinya, ibunya Kinta mengenali dirinya.
Kinta menoleh ke arah Kylan dan tersenyum.
"Lan, mampir dulu ya!" Ajaknya.
🌙🌙🌙
Mereka bertiga telah duduk di meja makan, hidangan tersaji rapi di atas meja berbahan keramik. Aroma ayam bumbu balado, sayur kangkung, tempe goreng, ikan bakar, dan sambal terasi khas Bunda Kinta memenuhi ruangan.
"Udah pernah cobain sayur yang dimasak kayak gini belum?" tanya Bunda Kinta sambil mengambil sebuah piring kaca putih bermotif bunga.
Kylan menatapnya sekilas sebelum bergumam pelan, "Belum, Tante."
"Cobain deh, enak." Kinta ikut menimpali, menunjuk ke sayur kangkung yang selalu jadi favoritnya—dan juga Rayhan.
Tanpa banyak bicara, Bunda langsung mengambilkan nasi, ikan bakar, ayam goreng, dan sayur kangkung ke piring Kylan. Lelaki itu hanya memperhatikan dua orang perempuan di hadapannya, sesekali tersenyum kecil untuk mencairkan suasana yang terasa canggung.
"Nanti tambah ya, jangan malu-malu," ujar Bunda sambil menyodorkan piringnya.
"Maaf ya, Nak Kylan, udah direpotin nemenin Kinta malam-malam begini." Senyum lembut tersungging di wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Altalune
Teen FictionKylan Xyaluna Prameswari gadis cantik berbakat yang sangat amat mengagumi bulan bertemu dengan sosok murid baru lelaki sedingin kutub utara bernama Kylan Renanza Mahardika dan mereka menjadi chairmate/teman sebangku. Kinta dan Kylan itu tidak pernah...
