Part 25 : The truth untold

19 3 1
                                        

"Rayhan, awas ya kalau lo ninggalin gue lagi!" Kinta menunjuk Rayhan dengan ekspresi sebal. "Gue hari ini gak mau naik Gojek!"

Rayhan tertawa kecil, tangannya terangkat seolah menyerah. "Lah, kemarin-kemarin juga lo fine-fine aja, kenapa sekarang jadi ribet?"

Kinta menghela napas, matanya sedikit melirik ke arah Kylan yang duduk di sebelahnya, fokus pada tugas matematika mereka dari Pak Arhan yang belum selesai. "Bukan ribet, tapi kemarin lo janji nganter, eh malah ngilang!"

"Widih, makin galak aja lo sekarang Kintuttt," Rayhan nyengir, lalu duduk santai di meja Kinta dan Kylan.
Tatapannya bergantian melihat mereka berdua, sebelum akhirnya berseru, "Eh, makin akrab aja nih gue liat-liat!"

"Cemburu ya lo?" Kinta melipat tangan di dada, balik meledek.

"Enggak, gue sih yes aja kalau lo sama Kylan bestiean. Iya gak, bro?" Rayhan menepuk bahu Kylan sambil tertawa.

"Lebih dari bestie juga gak apa-apa!" Tambah Rayhan yang diikuti oleh suara tawa Raina dan Salsa yang terdengar setuju dengan ucapannya barusan.

Kylan hanya tersenyum tipis, seakan tidak terlalu ambil pusing dengan ucapan Rayhan. Tapi Kinta bisa melihat sekilas bagaimana cowok itu sedikit menegakkan punggungnya.

"Tapi sayangnya, Kin, kayaknya lo pulangnya bareng Raina atau Salsa aja ya? Soalnya ayang beb gue minta dijemput," Rayhan menaikkan kedua alisnya, memasang wajah meledek.

Kinta langsung mengerutkan kening. "Hah?! Tapi kan—"

"Ssst!" Rayhan buru-buru memotong, tahu banget Kinta bakal protes panjang lebar. "Nanti gue beliin Sour Sally yang gede!"

Kinta yang tadinya siap membentak, langsung terdiam. Matanya menyipit seolah menimbang tawaran itu, lalu detik berikutnya dia tersenyum puas. "Oke!"

Sementara itu, Raina dan Salsa yang duduk di belakang mereka langsung saling bertukar pandang dengan ekspresi penuh rencana.

"Lo bawa kendaraan gak?" tanya Kinta ke mereka.

"Gue enggak!" jawab Raina cepat.

"Gue juga," timpal Salsa dengan senyum polos, padahal jelas-jelas mereka habis bersekongkol.

Kinta menghela napas panjang. "Jadi gue naik Gojek lagi nih?"

Dari tadi diam, Kylan akhirnya angkat suara. "Lo bisa balik bareng gue."

Kinta menoleh cepat. "Oh, jadi sekarang Kylan bersedia jadi driver gue?" Nada suaranya setengah bercanda, setengah kaget.

Kylan menatapnya tanpa ekspresi. "Kalau lo gak mau, ya udah."

Kinta cepat-cepat menggeleng. "Eh, enggak! Gue mau!"

Kylan hanya tertawa kecil melihat tingkat bawel Kinta. Cowok itu berdiri, lalu mengambil sesuatu dari tasnya.

"Lo mau ke mana?" tanya Kinta curiga.

"Rooftop," jawab Kylan santai.

"Ngapain?"

"Nyebat. Kenapa? Mau ikut?" tawarnya lagi.

"Ikut." Kinta mengambil buku bacaannya lalu mengekor dibelakang Kylan.

Kylan hanya tertawa pelan, lalu berjalan keluar kelas.

Di belakang mereka, Raina dan Salsa hanya tersenyum penuh arti melihat Kinta dan Kylan yang semakin hari semakin dekat.

Hari ini rencana mereka berhasil lagi.

🌙🌙🌙

"Rooftop juga ternyata enak ya dijadiin tempat nyantai." Kinta membuka percakapan, sementara Kylan melangkah sedikit menjauh, menghindari asap rokok yang tertiup angin ke arahnya.

AltaluneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang