tiga

1.7K 76 0
                                        

Setelah haechan membersihkan diri, ia merebahkan badannya di kasur yang cukup luas itu. Ponsel di tangannya bergetar..

Haechan mendengus kesal, "Apaan sih ini orang, kenapa harus pagi banget gitu coba? Bikin ulah apa lagi ya gue.."

Haechan terdiam cukup lama, sampai ia menemukan ide. Ia membuka ponselnya, mencari nomor manajernya itu.


"Gue besok mau photoshoot aja, kerja dapet duit buat foya-foya. Males banget pergi jauh cuma cari cincin, nggak dapet duit. Rugi dong!", haechan meletakan ponselnya diatas meja kecil samping tempat tidurnya. Ditariknya selimut sampai kedadanya, matamya mulai terpejam.

💐💐💐💐💐

Pukul 6 kurang 30 menit ponsel haechan terus berdering, haechan yang merasa terganggu itu membuka matanya lalu meraih ponsel yang ada dimeja.

"Apasih lo ganggu gue tidur tau gak!"

"Tiga puluh menit lagi saya kerumah kamu haechan, kita jalan jam enam ya"

"Gue ada jadwal photoshoot jam 8 sampai jam 11, kalau gue pergi sama lo nanti nggak bisa photoshoot. Gue gak mau ninggalin kejaan gue, lo pergi aja sendiri"

"Kalau gitu saya undur untuk pergi kesananya, saya temani kamu photoshoot setelah selesai kita pergi kesana bersama. Bagaimana?"

"Nggak mau, gue mau pergi sendiri pakai mobil sendiri"

"Saya ikutin dari belakang"

"Kenapa lo nggak kerja aja? Mending kerja cari uang dari pada ngikutin gue, gue nggak mau nikah sama lo kalau uang lo sedikit"

"Tenang haechan, apapun nanti yang kamu mau saya sanggup menyukupinya"

Haechan memutuskan panggilan secara sepihak, ia benar-benar sangat kesal pagi ini. Terpaksa ia harus mandi dipagi hari ini untuk mengurangi moodnya yang jelek karena mark ini.

Mark menepati ucapannya semalam, pukul 6 tepat ia sudah berada dihalaman rumah haechan tanpa turun dari mobilnya. Ia berniat memejamkan matanya sampai pukul delapan nanti.

Haechan turun kelantai satu dan disambut hangat oleh kedua orang tuanya dimeja makan.

"Haechan, tadi mommy lihat ada mobil mark didepan. Mommy boleh minta tolong buat kamu panggilin mark? Ajak dia sarapan bareng"

Haechan mengangguk, "iya my, sebentar aku panggil dulu"

Haechan terdiam saat melihat mark tidur terlelap didalam mobilnya, haechan merasa kasihan tapi ia juga ingin memperjuangkan dirinya sendiri.

Dengan perlahan haechan mengetuk kaca mobil mark, mark bangun dan membuka kaca tersebut.

"Ada apa haechan? Mau berangkat sekarang?"

Haechan hanya menunduk tidak menjawab pertanyaan mark.

"Haechan?", panggil mark lagi

"Dipanggil mommy suruh makan", jawab haechan dengan suara yang sangat kecil sehingga mark tidak bisa mendengarnya.

"Kenapa haechan? Saya tidak mendengar"

"Ckk, lo disuruh masuk sama mommy. disuruh makan"

Mark membuka pintu mobilnya dan keluar dengan sedikit terkejut.

"Haechan, saya kira kamu sudah masuk duluan. Ternyata masih disini, maaf ya nunggu lama"

"Siapa juga yang nungguin lo, gue lagi liatin orang lewat"

Lalu haechan berjalan begitu saja meninggalkan mark yang masih diam disamping mobilnya itu. Mark menggelengkan kepalanya dan tertawa kecil, "mana ad orang lewat haechan, gengsi kamu gede juga ya ternyata"

 A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang