tujuh

1.3K 63 0
                                        

Haechan merasa lelah menjadi seorang 'karakter utama' seharian ini. Mulai hari ini ia resmi menjadi istri dari mark jung. Kini haechan hanya melamun memandangi pantulan dirinya di cermin dengan sesekali ia meminum air putih yang ada disana. Ia memandangi cincin yang kini melingkar di jari manisnya.

Lamunan haechan terhentikan kala mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, menampilkan mark suaminya yang baru saja menyelesaikan mandinya.

Mark berjalan mendekat kearah haechan, "mau mandi?"

Bukannya menjawab haechan justru berjalan begitu saja tanpa menghiraukan mark.

20 menit haechan membersihkan diri kini ia sudah merasa kedinginan namun kenapa dirinya lupa membawa handuk.

"Mark, handuk", teriak haechan

Mark berjalan kearah kamar mandi dan memberikan handuk kepada haechan, haechan keluar dengan memakai kaos crop seperti biasanya.

Setelah ia mengeringkan rambutnya dilanjut dengan rangkaian skincare malamnya ia berjalan menuju sofa.
Namun mark salah menanggapi pergerakan haechan barusan.

"Haechan, biar saya aja yang tidur di sofa"

Haechan menatap mark heran, "siapa yang mau tidur disofa, gue mau ambil koper gue diatas lemari. Lemarinya tinggi makanya gue naik sofa"

"Saya ambilkan"

Mark dengan cepat mengambil koper milik haechan, dibukanya koper tersebut dan haechan mengambil pouch berisi charger ponselnya"

Haechan merebahkan dirinya begitu saja diatas ranjang dan memejamkan matanya.

"Haechan?"

"Apa?"

"Nggak mau ngobrol dulu?"

"Gue capek ya mark, gue udah nurutin drama yang dibuat sama kakek lo. sekarang lo harus bayar budi ke gue buat nggak ganggu gue, gue capek mau tidur"

Haechan menarik selimutnya paksa dan menutupi dirinya sampai ujung kepala.

Pukul tiga dini hari haechan terbangun, kakinya sungguh sakit dan pegal karena seharian kemarin ia memakai heels yang cukup tinggi.

Haechan duduk, meluruskan kedua kakinya. Ia melirik kesebelah kiri ada mark yang tertidur sangat pulas. Ia ingin sekali membangunkan mark untuk meminta tolong memijitkan kakinya yang pegal ini namun haechan merasa kasihan tadi malam ia sudah sangat ketus kepada mark.

Haechan hanya merintih dengan suara yang sangat kecil, mark merasa haus dan ingin segera minum. Namun saat mark membuka matanya ia melihat haechan sedang merintih kesakitan, "haechan kenapa?"

"Sakit"

Mark beranjak dari ranjangnya dan menyalakan lampu, "saya pijit pelan-pelan ya"

"Nggak mau udah sana lo tidur lagi aja"

"Tapi kaki kamu"

"Tidur"

"Lebih baik kamu marah sama saya dari pada kamu kesakitan gini chan. Mana tega saya tidur sedangkan istri saya sedang kesakitan?"

"Nggak usah sok peduli deh lo, seneng kan lo liat gue sakit? Kalau gue nggak nikah sama lo kaki gue nggak bakal sakit gini tau gak"

Mark lebih memilih mengalah, ia kembali mematikan lampu dan tidur kembali meski hanya pura-pura. Setelah beberapa menit ia sudah tidak mendengar rintihan haechan, ia memanggil nama haechan untuk memastikan haechan sudah tidur lagi atau belum dan ternyata sudah.

Mark menyalakan kembali lampunya dan melihat luka di kaki haechan, ia mengobati satu persatu luka dikaki haechan dengan perlahan dan hati-hati.

💐💐💐💐💐

Dua keluarga ini sedang sarapan bersama, mommy chitta dan bubu taeyong saling lirik dan melempar senyum meledek.

"Gimana tadi malem?", tanya taeyong

"Bu...", tegur jaehyun suaminya

"Nggak gimana-gimana bu, emang gimana?", jawab mark

"Ish abang bubu mau punya cucu nih"

"Kalau soal yang bubu maksud itu, aku serahin semuanya sama haechan bu. Dia yang bakal mengandung nantinya"

"Haechan gimana sayang? Kamu ada rencana punya anak langsung kan?"

"Iya bu"

"Ahh senangnya, bubu punya kenalan dokter yang bagus loh. Mau bubu kenalin?"

"Nggak usah bu aku udah dapet dokter sendiri, temen aku dokternya"

"Yangyang maksud kamu nak?", tanya chitta

"Iya"

Mark sangat berharap ucapan-ucapan yang keluar dari mulut haechan ini nyata, namun ia yakin haechan hanya berbohong.

"Nanti sore kalian pindah langsung kerumah baru?", tanya johnny

"Rencananya iya dad"

"Kapan-kapan gue mau nginep dirumah lo yang baru ya bang", ucap jeno

"Nggak bisa", bukan mark yang menjawab melainkan haechan

"Kenapa?"

"Karna dirumah baru nanti nggak ada kamar tamu. Cuma ada 7 kamar tidur, yang dua buat kamar anak kita nanti, dua kamar art, dua kamar suster anak kita nanti, dan satu kamar utama kamar aku sama mark"

"Tapi kan anak kalian juga belum ada, bisa dong kamar anaknya buat tamu dulu"

"Oh nggak bisa, nggak ada kasurnya. Emang kamu mau tidur goleran dibawah pakai karpet?"

Mark menatap istri dan adiknya secara bergantian, sudah dipastikan ini bakal panjang dan mark memilih untuk mengalihkan semuanya.

"Nanti abang bakal sering main kerumah jen, tenang aja"

💐💐💐💐💐

"inget pesen mommy hati-hati karna kalian masih berdua dirumah ini, artnya belum ada"

Chitta memeluk erat haechan

"Iya mommy"

"Kita pulang dulu ya abang, haechan. Kalau butuh bantuan jangan sungkan buat hubungin bubu atau mommy chitta ya"

"Iya bu"

Mark memindahkan barang-barangnya sendirian, haechan hanya duduk dengan memakan camilan yang ia bawa tadi.

"Gue jahat banget nggak sih? Ahh tapi bodoamat, pilihan dia juga mau nikah sama gue", haechan lanjut memakan semua camilannya itu.

💐

mark yang sedari tadi membuka aplikasi untuk memesan makanan, namun hampir setengah jam tidak menemukan makanan yang ia mau. Matanya beralih pada haechan yang berjalan didepannya itu.

"Kamu mau makan malam apa haechan?"

"Lo makan sendiri aja, gue nggak mau makan"
H

aechan berjalan masuk kedalam kamarnya.


Mark mengikuti haechan sampai ke dalam kamar, "tapi kamu belum makan"

"Mark, lo  tau arti 'nggak mau' kan? Gue capek, kalau lo mau makan ya sana"

Lagi-lagi haechan menolak mark.

__________________


 A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang