"Jen, kamu harus datengin bubu. Udah belasan tahun kamu jauh sama ibu kamu sendiri", jaemin membuka obrolan dimalam hari ketika mereka hendak tidur.
"Aku udah sering datengin bubu, tapi bubu selalu nolak kehadiran aku na. Terus aku harus gimana lagi?"
"Besok pas dateng kerumah bubu, bawain apa ya?"
"Nggak usah bawa apapun na, takutnya bubu nolak kamu sakit hati"
"Tapi nggak enak dong, masa dateng tangan kita kosong"
"Bawa yang sekiranya kalau nggak diterima, kamu nggak sakit hati"
"Aku nggak pernah ngerasa gitu kok sama bubu, bubu juga kan orang tua aku"
"Makasih ya na, maaf buat kamu ada diposisi susah kaya gini"
"Nggak susah kok, kan ada kamu disisi aku yang buat aku kuat"
Obrolan mereka menguatkan satu sama lain berlanjut hingga larut malam.
💐💐💐💐💐
"Kita ngasih tau chenle kalau kita mau pindah ke Canadanya kapan?", haechan bertanya saat dirinya melakukan ritual malamnya didepan meja rias kesayangannya itu.
"Apa nunggu kenaikan kelas chenle aja ya? Tapi kelamaan nggak sih sayang??"
"Besok aja habis dari rumah daddy kasih taunya"
"Sebenernya aku disuruh pindah kesana dari bulan lalu, tapi aku ngeliat chenle lagi excitednya ketemu temen-temen barunya disini jadi kasihan. Nanti disana dia harus ngulang semuanya lagi dari 0"
Obrolan mereka terhenti karena chenle mengetuk pintu kamar mereka cukup keras.
"Mommy! Daddy!", chenle terus memanggil mereka berdua dengan suara yang sedikit serak sepertinya sedang menangis.
Mark panik kenapa anaknya itu menangis, dia langsung berlari kearah pintu dan membuka pintunya.
Mark menyetarakan tingginya dengan putrinya itu, "Ada apa sayang? Kok nangis"
Chenle tidak menjawab, ia memeluk erat badan daddynya itu.
Mark mengangkat badan chenle dan membawanya ke kasur miliknya.
10 menit berlalu kini chenle sudah sedikit tenang.
"Anak cantiknya mommy udah tenang? Udah bisa cerita belum?"
Chenle mengangguk
"Ayo cerita pelan-pelan"
"Gyu sahabat adek pindah ke Canada mommy, barusan kita video call dia nangis bilang nanti nggak ketemu adek lagi karna papa dia udah nggak kerja di sini. Adek sedih nanti nggak ada temen, ikut pindah aja ayo mommy daddy"
Mark melirik kearah haechan, ini kesempatan baik baginya.
Memang saja gyu sahabat dekat chenle anak dari bawahan mark yang ia tugaskan ikut pindah ke Canada juga.
"Hmm anak daddy mau juga pindah ke Canada?"
"Mau, adek mau sama gyu terus"
"Boleh, nanti kita juga pindah kesana ya"
Setelah chenle merasa tenang, ia kembali lagi ke kamarnya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)
Teen Fiction#GS!!! From: "Gue benci banget sama lo, nggak puas bikin gue menderita karna terpaksa nikah sama lo? Sekarang lo mau ngancurin rencana hidup gue yang mana lagi mark..." -Haechan (18) To: "Maaf udah bikin lo kecewa ya mark, gue nggak bisa jadi istri...
