Setelah cukup lama melewati libur yang cukup lama dan kegiatan yang harus diikuti mahasiswa baru, kini chenle sudah mulai aktif kuliah.
Sehari-harinya ia diantar pak mamat, sesekali jika chenle masuk pagi ia akan berangkat bersama mark.
Awalnya jisung menawari chenle untuk pulang pergi bersama, namun mark tidak mengizinkan. Mengingat saat ini jisung menggunakan motor, bukan soal kendaraan tapi mark punya trauma sendiri.
Kini chenle tengah memakan pisang nugget sendirian di kantin, jisung yang melihat chenle langsung menghampirinya.
"Dek, kok tumben sendirian. Gyu nya mana?"
Mata chenle sedikit melotot dan kepalanya menenggo kanan dan kiri, "SSSSTTTTT, jangan manggil adek kalo dikampus kak. Aku malu"
Jisung sedikit tertawa, "ohiya lupa, maaf ya" Ucap jisung dengan tangannya yang sedikit mengelus kepala chenle.
Jisung menatap makanan yang ada dihadapan chenle sekarang, sedikit heran karena hanya ada pisang nugget disana.
"Tumben cuma makan pisang, kenapa?"
"Males kak, itu rame banget aku nggak suka desak-desakan gitu", tunjuk chenle pada salah satu pedagang kantin
"Kamu mau makan apa? Aku yang pesenin"
"Ngga usah kak, waktunya tinggal sebelas menit lagi aku masuk"
"Ini matkul terakhir kamu?"
Chenle hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Nanti setelah kelas kesini lagi aja, aku temenin makan yang kamu mau"
"Kakak selesai jam berapa?"
"Ini udah selesai, aku nunggu disini"
"Ah nggak usah, pulang aja sana"
"Laper, mau makan dulu"
"Ditunggu bunda itu buat anter kue", jawab chenle dengan bercanda.
Selama ini chenle selalu memanggil jisung kurir kue karena selalu jadi pengantar kue milik bundanya. Tapi jisung tidak marah dengan sebutan itu, jisung tau chenle hanya bercanda. Bahkan terkadang jaemin pun memanggil anaknya dengan panggilan kurir kue seperti chenle.
💐💐💐💐💐
"Besok kamu ada kelas jam berapa nak?", tanya jaemin sembari memasukan kue kedalam toples.
"Siang bun, jam satu"
"Paginya bunda boleh minta tolong anterin kue ke tetangga oma ngga nak?"
"Boleh lah bun masa nggak boleh"
Jaemin menghampiri jisung mencium pipi anaknya yang sudah dewasa itu.
"Bunda ah lipstiknya nempel nih dipipi", jisung mengusap pipinya yang sedikit merah terkena lipstik jaemin
Jeno yang melihatnya ikut tertawa, "kamu berangkat kuliahnya masih sendirian jie?", tanya jeno tiba-tiba
"Ya.. Iya lah ayah, emang sama siapa lagi?"
"Loh katanya kamu suka sama chenle, ajak berangkat bareng lah nak"
"Nggak dibolehin sama daddy kalau pake motor yah"
Jeno memandang kearah jaemin dan jaemin memandang jeno, mereka berdua saling berpandangan cukup lama.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)
Fiksi Remaja#GS!!! From: "Gue benci banget sama lo, nggak puas bikin gue menderita karna terpaksa nikah sama lo? Sekarang lo mau ngancurin rencana hidup gue yang mana lagi mark..." -Haechan (18) To: "Maaf udah bikin lo kecewa ya mark, gue nggak bisa jadi istri...
