#GS!!!
From:
"Gue benci banget sama lo, nggak puas bikin gue menderita karna terpaksa nikah sama lo? Sekarang lo mau ngancurin rencana hidup gue yang mana lagi mark..."
-Haechan (18)
To:
"Maaf udah bikin lo kecewa ya mark, gue nggak bisa jadi istri...
Pagi harinya haechan duduk dimeja makan sambil meminum segelas air putih sekaligus menemani mark sarapan yang kini duduk dihadapannya itu.
"Kemungkinan saya pulang sore ya haechan"
Mata haechan yang awalnya fokus kelayar ponselnya itu sedikit menurunkan ponselnya dan menatap mark, "nggak usah pulang juga nggak masalah"
"Kamu ada acara apa aja hari ini?"
"Gue mau ke salon yang gagal minggu lalu terus mau shopping, kenapa mau ngelarang?"
"Saya cuma nanya haechan, bisa nggak kalau ditanya suaminya itu jawabnya yang lembut sambil senyum kan cantik"
Haechan menatap malas kearah mark, "suami hasil nikah karna terpaksa ya?"
"Maaf ya haechan", mark sering kali mengucap maaf kalau haechan sudah memgeluarkan kalimat tersebut.
"Maaf lo nggak ngerubah apapun ya", haechan pergi begitu saja meninggalkan mark yang masih ada disana.
💐
Haechan lari kedepan rumah dengan mulutnya yang terus meneriaki nama mark.
"Jangan teriak-teriak haechan"
"Lo dipanggil nggak nengok makanya gue teriak"
"Ada apa emangnya?"
"Gue nebeng sampai salon ya, mobil gue masih dirumah"
"Iya boleh"
"Iyalah harus boleh, terus?"
"Terus apanya?"
"Gue mau kesalon terus shopping"
"Ya.. Ayo masuk", mark membukakan pintu mobil itu untuk haechan.
Tetap saja haechan masuk dengan mulutnya yang tidak berhenti mengomel.
"Ah ngeselin lo"
Diperjalanan haechan tetap saja menatap dirinya dipantulan kaca sambil sesekali mengambil selfie dirinya. Satu persatu foto dilihat digeser kekanan kekiri, "Mark, gue cantik nggak?"
Mark menengok kearah haechan beberapa detik dan tersenyum, "cantik"
"Cantik siapa sama mantan lo?"
"Kamu"
"Bohong"
Mark tau pertanyaan ini akan selalu salah jika dijawab, ia mencoba mengalihkan obrolannya dengan menanyakan make up apa yang haechan inginkan. Mark sengaja menanyakan hal itu karena haechan sangat suka sekali dengan dunia make up, bahkan dia bercita-cita ingin mempunyai produk make up sendiri.
10 menit dari rumah, kini mobil mark berhenti didepan salon yang cukup terkenal di kota ini.
"Mark, mana?"
Mark menoleh sekejap, "mana apanya haechan?
"Ck gue kan mau nyalon, uang"
Mark berniat menjahili haechan, "Cium dulu kalau mau uang"
"Ogah, uang dulu lah baru nanti gue cium"
Mark membuka dompetnya dan memberikan kartu berwarna hitamnya kepada haechan.
Haechan tersenyum dan tertawa kecil lalu mencium kartunya, "udah gue cium ya, bye"
Mark hanya bisa menggelengkan kepalanya
💐
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.