Mark, jeno, dan pak mamat menurunkan beberapa koper. Jaehyun menemani kedua cucunya mencari camilan di bandara.
Dari raut wajah jaemin terlihat jelas kalau ia merasa sedih. Haechan adalah satu-satunya orang terdekatnya kini. Ayahnya masih melarang bundanya untuk menemui jaemin, yuta masih merasa malu karena kejadian beberapa tahun yang lalu. Sedangkan taeyong mertuanya belum menerima jaemin karena peristiwa bunda dan ayah mertuanya itu.
Haechan tau jaemin sedih, ia memeluk jaemin. "Naa jangan gitu dong mukanya, aku kan bakal sering pulang kesini. Kita bisa video call setiap saat"
Jaemin tersenyum dia berbisik cukup kecil di pelukan haechan, "aku nggak punya siapa-siapa lagi selain kamu chan. Aku bakal sendirian nanti, doain aku biar aku kuat ya ngejalanin ini"
Chenle dan jisung kembali dengan membawa beberapa makanan, haechan segera menggandeng chenle untuk masuk kedalam. Disana semua mengucapkan salam perpisahan. Taeyong yang beberapa kali menjatuhkan ciumannya kepada haechan.
Semua orang bisa melihat betapa sayangnya taeyong kepada haechan, jeno tau istrinya pasti ingin merasakan hal yang sama.
"Byebye adik chenle, nanti kita harus sering video call yah!", jisung memberi salam terakhir sebelum mereka semua berpisah negara.
💐💐💐💐💐
Mereka sampai di rumah baru mereka, mark sengaja mencari rumah yang tidak begitu jauh berbeda dengan rumahnya yang dulu.
"Daddy, ini kamar adek yah? Ada bonekanya besar sekali", chenle melihat boneka beruang berwarna coklat yang sangat besar itu. Bahkan dengan badan sang ayah masih sangat besar boneka itu.
"Iya sayang, itu kamarnya chenle"
Chenle masuk kedalam kamar itu dengan rasa senangnya, ia membereskan baju-bajunya itu sendirian meski sesekali memanggil haechan untuk menanyakan dimana ia harus meletakannya.
"Abang, kamu sewa rumah sebesar ini berapa pertahunnya?"
"Aku beli, bukan sewa"
"Hah?", haechan sungguh terkejut.
"Kenapa sayang? Kita tinggal disini lama loh, kalau sewa sayang uangnya mending beli aja"
"Kenapa nggak bilang aku deh, sebel"
"Maaf ya, ini aku bener-bener h-4 baru nyari rumah. Ini semua aja dikerjain ngebut, apa lagi kamar adek. Nanti adek tidur sama kita aja. Kamarnya masih bau tembok baru"
Haechan tidak menjawab, ia sedikit marah dengan mark. Kenapa mark tidak memberitahu haechan?
Haechan pergi ke kamar chenle yang ada diseberang kamarnya, "halo adek, ada yang bisa mommy bantu?"
"Ini mommy baju-baju adek yang panjang ditaruh mana?"
"Biarin aja dulu, ke kamar mommy yuk tidur. Capek kan, istirahat nya di kamar mommy ya"
"Kenapa? Adek mau disini mommy sama boneka beruang yang besar"
"Kamar adek itu baru dikerjain kemarin-kemarin jadi bau temboknya masih nyengat, nggak bagus dihirup sering-sering"
"Yah mommy, please... Adek mau disini aja"
"Tidur sekarang di kamar mommy ya.. Nanti malam mau kerumah gyu loh"
KAMU SEDANG MEMBACA
A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)
Teen Fiction#GS!!! From: "Gue benci banget sama lo, nggak puas bikin gue menderita karna terpaksa nikah sama lo? Sekarang lo mau ngancurin rencana hidup gue yang mana lagi mark..." -Haechan (18) To: "Maaf udah bikin lo kecewa ya mark, gue nggak bisa jadi istri...
