sembilan

1.3K 60 0
                                        

Mark bangun dari tidurnya, matanya mencari sosok istrinya itu. Sudah keliling rumah namun netranya tidak menemukan sosok yang ia cari-cari sedari tadi.

Mark meraih ponselnya yang berada di atas meja rias haechan dan mencari nama kontak haechan untuk dihubungi, namun setelah terhubung panggilan tersebut suara muncul dari atas ranjang mereka. Haechan tidak membawa hpnya.

Mark keliling lingkungan rumahnya namun sudah terhitung ia pergi dari rumahnya selama 30 menit, mark tidak menemukan haechan dimanapun.

💐

Pukul sebelas siang, haechan baru saja bangun dari tidurnya itu. Tangannya mengerjap-ngerjap sekelilingnya mencari sesuatu. Haechan diam sejenak, dia berdiri untuk mencari dimana ponselnya berada.

"Hp gue dimana deh, perasaan tadi gue bawa habis pesen gocar"

Haechan dengan cepat mengambil kunci mobilnya di laci nakas kamarnya dan berlari begitu saja keluat kamar, didepan pintu kamarnya ia tidak sengaja menabrak seseorang.

"Aduh", haechan mengusap jidatnya yang terasa sedikit sakit itu.

"Haechan kenapa kamu ga bilang kalau kamu pergi kerumah mommy?"

"Kok lo bisa ada disini?!"

"Karna ada kamu. Kemanapun tulang rusuk itu pergi, tulang punggung pasti akan menemukannya"

"Apaan sih lo, gak jelas. Awas ah minggir gue mau cari hp gue"

Mark dengan jahil terus menghalangi jalan haechan.

"Hp kamu ada sama saya", mark merogoh saku kanannya meraih ponsel haechan dan mengangkat sebatas kepalanya. "Ini"

"Sini hp gue!"

"Cium dulu nanti saya kasih"

"Mesum lo, cium cium mulu dari kemarin"

"Istri saya kan kamu masa saya mau minta cium orang lain"

"Jangan-jangan lo dulu sama mantan lo suka dikasih cium ya makanya sekarang lo jadi kecanduan suka minta cium orang?", tanya haechan dengan tatapan yang tajam dan jari telunjuknya menunjuk tepat didepan wajah mark.

"Iya"

"Hah? Jadi beneran? Gila, gue dapet bekas orang dong"

"Hahaha, bercanda haechan."

"Kalau beneran juga nggak papa, gue nggak peduli juga. Hp gue mana mark?"

"Kan saya sudah bilang tadi kalau mau hp ngelakuin itu dulu"

"Ah malesin lo, terserahlah gue mau tidur lagi!"

Haechan kembali kedalam kamarnya, benar saja haechan kembali tertidur.
Mark pun sama merebahkan dirinya disamping haechan, dan bisa-bisanya mereka berdua tidak menutup pintu kamar.
Chitta yang tadinya naik ke lantai dua untuk memanggil mark dan haechan makan siang malah mendapat pemandangan anak dan menantunya tidur dengan saling berpelukan.

"Hmmm, ini yang katanya nggak mau dijodohin", ucap chitta lalu menutup pintu kamar haechan.

💐💐💐💐💐

Hujan turun dengan deras sore ini, Haechan terbangun dari tidurnya perutnya merasa berat karena tangan mark melingkar tepat diperut haechan.

"Mark lepasin, berat"

"Nanti chan, 5 menit lagi. Lagian lagi hujan enakan gini kan jadi anget"

Haechan menggigit lengan mark dengan keras, mark dengan cepat melepaskan tangannya itu dari perut haechan.

"Sakit chan"

 A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang