limapuluhsatu

2K 62 5
                                        

Cuaca pagi ini cukup bagus, orang-orang banyak berjalan pagi hari ini.

Banyak yang menyapa mark dan haechan didepan rumahnya.

Haechan sibuk berjalan tanpa menggunakan alas kaki di halaman rumahnya, sedangkan mark dan pak mamat berbicara mengenai selayaknya obrolan bapak-bapak.

Chenle? Oh princess satu itu belum bangun dari tidurnya, kalaupun sudah pasti dia tidak mau keluar karena moodnya masih jelek perihal semalam.

Tidak lama kemudian sebuah mobil masuk kedalam rumah milik mark dan haechan itu.

"Mommy, daddy!", sapa haechan.

Haechan menghampiri kedua orang tuanya, mark yang tadinya tengah duduk menghampiri kedua mertuanya itu.

"Berdua aja, chenle mana?", tanya ten

"Belum bangun mom chenle nya", jawab haechan.

Johnny lagi-lagi menguap, "Nak, daddy sama mommy boleh ikut istirahat? Ngantuk sekali daddy ini habis perjalanab jauh"

"Ah daddy kayak sama siapa aja deh bilangnya gitu.. Masuk aja, selamat istirahat ya...."

Ten dan johnny masuk kedalam rumah, mark dan haechan pun menyusul.

-

Chenle izin keluar untuk membeli makanan ringan, tentu saja ditemani Haechan.

"Mom, ini enak nggak deh? Kak jie suka banget makan ini", Chenle menunjukan satu snack kesukaan Jisung.

"Enak itu, mommy juga suka. Ambil aja dek, kali kamu nggak suka nanti mommy yang ngehabisin"

Chenle dan Haechan menghabiskan waktu cukup lama untuk mengelilingi supermarket karena Haechan juga memutuskan untuk belanja keperluan rumah apalagi saat ini orang tuanya menginap dirumah.

"Dek"

"Iya mom?"

"Kamu gimana sama kak jie?"

Chenle menatap Haechan serius, "Gimana apanya?"

"Loh kalian belum pacaran?"

"Pacaran? Maksud mommy gimana deh??"

"Kemarin kalian pergi berdua kak jie nggak ngajak kamu pacaran? Dia kan suka sama kamu"

"Ah mommy apaan deh, aku nggak suka"

Chenle meninggalkan Haechan yang tengah sibuk memilih sayur bayam kesukaan putri kesayangannya itu.

-

Haechan selesai memasak sayur bayam, ia berniat memberi sedikit masakannya kepada Jaemin. Namun jika ia melakukannya sendiri, Haechan tidak bisa. Ia masih harus memasak beberapa menu lagi karena hari ini ia ingin keluarganya memakan masakan Haechan.

"Dek", teriakan Haechan tidak terdengar oleh Chenle.

"Chenle, haloo sayang"

"Iya mommy, lele turun", teriak chenle dari lantai dua.

Chenle menghampiri Haechan dengan tangannya yang memegang coklat batang yang ia beli tadi.

"Mommy boleh minta tolong anterin sayur ke rumah bunda?"

"Boleh, sebentar ya lele habisin coklatnya"

"Oke sayang, makasih ya.."

Chenle duduk dimeja makan untuk menghabiskan sisa coklat yang belum habis tadi.

Setelah habis, ia meraih dua kotak makan yang akan diberikan kepada Jaemin.

Chenle berjalan sendirian menuju rumah Jaemin yang memang sangat dekat itu. Namun sebelum masuk kedalam rumah Jaemin, ia melihat seekor kucing dipinggir jalan.

 A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang