Sinar matahari masuk kedalam kamar mark dan haechan yang masih tertidur dengan lelap.
Mark membuka matanya terlebih dahulu karena sinar matahari yang mengarah ke matanya. Ditengoknya kesamping kiri terlihat wajah haechan yang masih terpejam. Bulu mata lentik, pipi sedikit tembam, hidung yang sedikit mancung, serta bibir yang berwarna merah muda membuat mark betah memandangnya sangat lama.
Mengingat semalam ia dan haechan habis melakukan hubungan intim, mark turun dari ranjangnya untuk membersihkan diri. Tak perlu waktu lama hanua sekitar 20 menit saja mark sudah kembali memakai baju ganti.
Haechan mengerjapkan mata perlahan matanya terbuka, "jam berapa?"
"Loh udah bangun, jam 8 ini. Mau mandi?"
Haechan mengangguk lalu Mark mendekat kearah haechan, "eh stop gak usah deket-deket"
"Katanya mau mandi"
"Ya terus ngapain lo deket-deket kan gue mau mandi"
"Emang bisa jalan?"
"Bisa!", haechan menurunkan kedua kakinya kelantai pada saat ia hendak berdiri tiba-tiba dia terjatuh ke atas kasur lagi.
"Ah sakit"
Tanpa ragu-ragu mark langsung menggendong haechan sampai kedalam kamar mandi, "kalau udah selesai manggil aku aja ya, mau pake baju apa biar aku bawa kesini"
"Terserah, sana ambilin dulu gue ngga mau ganti baju diluar"
Haechan menghabiskan waktu yang cukup lama didalam kamar mandi, hampir satu jam ia berada didalam sana. Sebenarnya haechan sudah selesai mandi dari beberapa menit yang lalu, tapi ia malu untuk keluar karna pasti bertemu dengan mark.
Untuk hari ini mark memilih wfh saja karena merasa sedikit lelah dan ingin menjaga haechan yang sudah pasti sedikit kesusahan melakukan kegiatan seperti hari-hari biasanya.
Mark mengetuk pintu kamar mandi itu, "haechan, udah selesai? Kok nggak ada suara"
"Udah dari tadi selesainya"
"Terus kenapa nggak keluar? Masih sakit ya? Aku masuk ya"
"JANGANNNNNN!!!", haechan teriak dari dalam kamar mandi
Mark menutup kedua telinganya karena suara haechan yang begitu melengking menusuk indra pendengarannya.
"Terus kamu ngapain didalem kamar mandi terus, ayo keluar"
"Lo keluar kamar dulu, gue nggak mau liat wajah lo"
Mark mengalah, ia meraih laptop yang ia gunakan untuk wfh dan membawanya keluar kamar. Haechan sudah tidak mendengar suara mark, dengan perlahan ia mengintip dari balik pintu kamar mandinya.
Perlahan ia berjalan menuju meja rias, meski masih sedikit nyeri dibagian bawahnya itu.
Satu demi satu rangkaian skincare pagi haechan pakai, pada step terakhir ia tiba-tiba ingat kejadian tadi malam.
"Kita kan nggak punya pengaman, berarti tadi malem nggak pake dong??!!!"
"AAAAAAAAKKKKKKK!!!!!!!"
Haechan teriak begitu kencang sampai mark datang menghampiri dengan tergesa-gesa.
"Kenapa haechan?", mark bertanya dengan ekspresinya yang panik.
"Lo tadi malem nggak pakai pengaman kan?", tanya haechan to the point
Yang ditanya hanya menggeleng tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Nanti kalau gue hamil gimana?", ucap haechan dengan suaranya yang kecil.
"Kenapa haechan, nggak denger"
KAMU SEDANG MEMBACA
A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)
Novela Juvenil#GS!!! From: "Gue benci banget sama lo, nggak puas bikin gue menderita karna terpaksa nikah sama lo? Sekarang lo mau ngancurin rencana hidup gue yang mana lagi mark..." -Haechan (18) To: "Maaf udah bikin lo kecewa ya mark, gue nggak bisa jadi istri...
