empatpuluhsatu

1.1K 53 1
                                        

Kurang lebih haechan, mark, dan chenle tinggal di Canada sudah 10 tahun. Kini mereka memutuskan untuk kembali lagi.

Usia chenle sekarang 17 tahun, dan sudah lulus sma. Mereka bertiga pulang tanpa mengabari siapapun.

Mereka bertiga sampai dirumah, rumah yang mark rindukan.
Chenle melihat kamarnya yang dulu, dan tetap saja diusianya yang sudah remaja ia masih menyukai hal-hal berwarna pink.

"Mommy, ini piala aku semua?"

"Iya sayang, itu piala kamu semua. Hebat sekali anak momny ini, lihat sampai lemari pialanya nggak muat loh padahal dulu kamu disini sampai kelas tiga sd doang"

"Kamarnya ada yang mau diubah nak? Ini kan kamar waktu kamu kecil, sedikit rame hiasan di dindingnya", mark menawari chenle apa dia ingin merubah bentuk kamarnya atau tidak.

"Nggak dad, adek masih suka kok"

Meski chenle sudah 17 tahun, dia masih memanggil dirinya dengan sebutan adek. Haechan dan mark pun masih memanggilnya dengan sebutan itu.

"Istirahat dulu aja ya, nanti kalau udah nggak capek kita kerumah oma opa"

Haechab dan mark pergi dari kamar chenle dan masuk kedalam kamar mereka dulu.

Haechan mendudukan badannya dikasur yang sudah lama tidak ia tiduri itu, "aku jadi inget pertama kali dateng kerumah ini, pas aku masih nggak mau jadi istri kamu"

"Waktu dimana kesabaran aku diuji itu"

Haechan melirik mark sinis, "oh gitu"

"Bercanda sayang", mark mengelus rambut haechan

"Jisung sekarang kaya apa yah abang, udah semester empat dia kata jaemin"

"Chenle suruh satu kampus aja sama jisung biar ada yang jagain"

"Nanti obrolin aja sama adek ya, jangan dipaksa kalau anaknya nggak mau ya abang!"

"Iya sayang iyaa.. Emang pernah aku maksa chenle?"

"Nggak pernah sih, tapi biarin dia nentuin pilihannya sendiri ya. Kita ngarahin chenle aja biar nggak keluar jalur"

Mark dan haechan sama-sama tidak menyangka anaknya sudah tumbuh menjadi gadis. Tetapi dalam pandangan mark, chenle tetaplah anak kecil yang selalu merengek minta dipeluk setiap saat.

💐💐💐💐💐

Taeyong melihat anak, cucu, dan menantunya datang tiba-tiba merasa sangat girang.

Sesekali dia mencubit mark karena dia merasa sedikit marah tidak dikabari kalau mereka akan pulang.
Taeyong terus menanyakan keberadaan cucu tersayangnya itu, chenle.

Chenle belum masuk karena tadi didepan melihat pedagang cilok dan dia heboh minta beli.
Chenle masuk dan disambut peluan oleh taeyong dan jaehyun.

"Yaampun cucu oma udah besar sekali, princess kecilnya oma ini", taeyong lagi-lagi mencubit pipi chenle dan menciumnya.

Mereka semua tengah mengobrol-ngobrol santai diruang tengah, sampai kehadiran jeno dan keluarga menghentikan obrolan mereka.

"Loh abang pulang?", jeno heboh dan memeluk abangnya itu.

Selama abangnya itu di Canada, jeno dan jaemin sering mengunjungi taeyong meski hanya sekedar mengirim beberapa makanan.

Hubungan taeyong dan jaemim bisa dibilang membaik meski tidak sepenuhnya baik. Taeyong sudah bisa sesekali berbicara dengan jaemin. Seperti meminta dibuatkan kue kering untuk arisannya, dibantu untuk persiapan arisan dirumah, dan kegiatan taeyong yang lain.

 A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang