Beberapa bulan berlalu, kini usia kandungan haechan sudah 7 bulan.
Hari ini ia baru saja menyelesaikan job terbarunya menjadi model untuk produk ibu hamil. Meski tetap saja ia masih ada didunia model, hatinya masih berat menerima ini semua. Ia masih sering memlihat foto-fotonya dulu.
Haechan masih sering menyalahkan mark atas semua ini, entah sampai kapan ia bisa menerima fakta bahwa sekarang ia sudah menikah dengan mark jung.
Haechan menuruni tangga dengan matanya yang masih saja menggeser satu persatu fotonya dulu. Karena terlalu fokus pada ponselnya, haechan tersandung kakinya sendiri hingga ia terjatuh dari tangga.
Haechan pingsan dan didaerah kakinya mengalir darah lumayan banyak. Karyawan disana yang melihatnya berteriak dan berlarian untuk menolong haechan. Sampai saat jungwoo berada ditengah tangga bertanya pada salah satu karyawan disana yang akan naik keatas, "itu kenapa kak? Rame banget"
"Itu kak haechan jatuh dari tangga terua pingsan, kakinya banyak darahnya. Ini saya keatas mau nemuin pak yeonjun"
Jungwoo panik, dengan cepat ia menerobos segerombolan orang itu dan mendapatkan haechan yang tergeletak disana.
"Kenapa kalian nggak dibawa langsung ke rumah sakit sih malah ngerubungin doang!", jungwoo sedikit emosi karena melihat kondisi haechan. Secara jungwoo sudah menganggap haechan seperti adiknya sendiri.
Dengan cepat ia menggendong haechan masuk kedalam mobilnya meski baju yang dikenakan jungwoo terkena darah haechan ia tidak perduli, yang ia pikirkan saat ini hanya haechan.
Haechan langsung ditangani oleh dokter, jungwoo hanya sibuk mondar mandir. Ia lupa mengabari mark karena pikirannya terlalu fokus untuk memohon supaya haechan baik-baik saja.
"Permisi, apa ada suami dari saudara haechan?", tanya dokter yang baru saja keluar dari ruangan.
"Hah?", jungwoo terkejut karena ia bodoh sekali tidak menghubungi mark.
"Ah, iya bu suaminya lagi kesini"
"Nanti kalau sudah datang segera menemui saya di ruangan ya"
"Baik bu"
Jungwoo dengan cepat mencari nomor mark dan mengabari atas kejadian yang menimpa haechan, tidak perlu waktu lama mark dan lucas sampai di rumah sakit. Sesuai dengan perintah dokter tadi, mark segera masuk dan menemui dokternya.
Lucas berusaha menenangkan jungwoo yang terus menangis sedari tadi, jungwoo sangat takut dengan keadaan haechan.
Mark keluar ruangan dengan matanya yang sembab, ia duduk tepat di samping lucas dan kedua tangannya ia gunakan menumpu kepalanya yang terasa berat itu. Lucas melihat air mata mark mengalir sampai ke siku mark.
"Lo nangis? Istri lo kenapa?"
Ucapan lucas barusan membuat jungwoo mengangkat kepalanya, jungwoo menghampiri mark dan bertanya ada apa dengan haechan.
Mark menjelaskan dengan perlahan bahwa haechan mengalami keguguran dan akan dioperasi untuk mengangkat bayinya.
Jungwoo menangis dan beberapa kali meminta maaf kepada mark, ia berpikir semuanya adalah salah dirinya yang tidak becus menjaga haechan.
Untungnya mark bukan orang yang punya pemikiran seperti itu, meski mark sedih ia berusaha meyakinkan jungwoo kalau ini bukan salahnya.
Keluarga jung dan seo datang kerumah sakit karena mark mengabarinya, sudah sesuai ekspetasi. Taeyong dan chitta sama-sama menangis dan berusaha menguatkan satu sama lain.
Taeyong sedih karena cucu yang ia idam-idamkan kehadirannya telah pergi namun ia lebih khawatir lagi dengan kondisi haechan.
Semuanya lancar, haechan sudah dipindahkan keruang inap. Karena tidak boleh terlalu banyak orang, disana hanya ada chitta dan mark yang menemani haechan.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)
Teen Fiction#GS!!! From: "Gue benci banget sama lo, nggak puas bikin gue menderita karna terpaksa nikah sama lo? Sekarang lo mau ngancurin rencana hidup gue yang mana lagi mark..." -Haechan (18) To: "Maaf udah bikin lo kecewa ya mark, gue nggak bisa jadi istri...
