"Udah na jangan nangis terus, make up nya jadi jelek. Kasian mbak nya bolak balik benerin make up terus", haechan memeluk sahabatnya yang kini duduk didepan meja rias.
Pagi ini sesuai apa yang diperintahkan oleh mark, jeno harus menikahi jaemin.
"Gue sedih chan, dihari pernikahan gue orang tua gue nggak ada yang dateng"
"Tenang aja, kan ada gue sama yangyang. Yangyang sebentar lagi sampai kok"
Haechan terus memeluk dan mengusap dengan pelan punggung sahabatnya itu.
Tidak lama kemudian pintu ruangan tersebut terbuka, yangyang muncul dari balik pintu itu. Namun setelah yangyang masuk beberapa langkah pintunya kembali terbuka.
Bunda winnie datang, dengan cepat jaemin memeluk dan dengan beberapa kali mencium kaki sang ibu.
"Bunda maafin nana, nana tau nana salah. Maaf bunda, maaf", jaemin menangis sejadi jadinya begitu juga dengan winnie.
"Bunda kecewa sama nana, tapi bunda nggak tega biarin nana sendirian nanggung ini semua. Bunda sayang nana"
Saat jaemin dan winnie sibuk berbicara, mark datang memberitahu kalau acaranya sudah mau dimulai.
💐
Beberapa jam berlalu, kini jaemin tengah membereskan beberapa barangnya yang ada dirumah haechan untuk dibawa kerumahnya.
"Na rumah kita ngga jauh banget nanti sering main ya", haechan memeluk jaemin dengan erat.
"Jaemin, sudah semua?", ucap jeno yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana.
Jaemin mengangguk, "iya udah"
Jeno meminjam mobil milik haechan untuk membawa barangnya dan barang jaemin ke rumah baru. Jeno mengemudi dan jaemin berada disebelahnya, dikursi belakang ada bunda winnie yang masih menemani jaemin.
Mobil haechan berhenti didepan rumah yang tidak terlalu besar
"Ini rumah kalian?", tanya winnie
Jeno menoleh kebelakang tersenyum manis, "iya bunda, maaf ya jeno baru bisa kasih tempat tinggal yang seperti ini buat anak bunda. Tapi jeno janji, jeno bakal kerja lebih keras lagi biar anak bunda dapat tempat tinggal yang lebih besar"
Winnie membalas senyuman jeno, "iya, bunda percaya kamu bakal kasih yang lebih lagi buat anak bunda. Bunda titip anak bunda ya, jangan pernah marahin dia"
Jeno menurunkan semua barangnya dan membawa kedalam rumah, awalnya winnie dan jaemin mau membantu tapi jeno melarangnya.
Kini jaemin dirumah sendirian, ia duduk diatas ranjang kamarnya. Jeno pergi untuk mengantar bundanya pulang dan mengembalikan mobil haechan sekaligus mengambil motornya.
"Gue sekarang udah jadi istri orang, dan diperut gue ada anak gue. Gue takut nggak bisa jadi istri sama ibu yang baik"
Setelah overthingking memikirkan yang tidak-tidak, jaemin memilih untuk tidur saja karena badannya terasa sedikit pegal-pegal.
💐💐💐💐💐
Haechan menutup dengan rapat badannya itu dengan selimut sampai sedikit dari badannya pun tidak terlihat.
"Haechan", mark berulang kali memanggil haechan namun tidak mendapat jawaban apapun.
Dengan idenya yang banyak itu, mark mematikan ac kamarnya supaya haechan merasa kegerakan karena dibuntal selimut itu.
Benar adanya, tidak sampai 5 menit setelah ac dimatikan haechan membuka selimutnya dan menatap garang kearah mark.
"Kenapa dimatiin, kan pengap"
KAMU SEDANG MEMBACA
A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)
Teen Fiction#GS!!! From: "Gue benci banget sama lo, nggak puas bikin gue menderita karna terpaksa nikah sama lo? Sekarang lo mau ngancurin rencana hidup gue yang mana lagi mark..." -Haechan (18) To: "Maaf udah bikin lo kecewa ya mark, gue nggak bisa jadi istri...
