duapuluhtujuh

1.5K 63 1
                                        

Cukup pagi mark terbangun karena mendengar suara haechan di kamar mandi. Pagi ini haechan cukup terasa lemas karena baru saja ia memuntahkan isi perutnya itu.

"Pusing nggak?", tanya mark dengan tangannya yang memijit kaki haechan karena wanita itu mengeluh kakinya terasa pegal.

"Sedikit", kita pulang ke rumah sekarang ya?

"Kalau mau disini dulu boleh nggak abang? Aku mau tinggal disini, aku suka disini", haechan meminta kepada mark supaya tinggal di apart milik mark. Haechan sangat nyaman tinggal disini meski baru semalam menginap.

"Tapi disini kalau mau keluar harus turun dulu, jauh sayang"

"Yaudah kalau nggak boleh, ayo pulang aja sekarang", haechan menepis tangan mark yang masih memijitnya itu.

Haechan hendak beranjak dari atas kasur namun badannya ditahan oleh mark, "boleh, kita nggak usah pulang dulu"

Mark harus berbicara kepada haechan lebih hati-hati lagi, sekarang haechan sungguh sensitif dalam hal ucapan.

"Aku mau pulang"

"Katanya mau disini dulu, nggak papa kalau mau disini. Nanti aku pulang ambil barang-barang kamu, aku bawa sini"

"Aku mau pulang", ucap haechan sekali lagi dengan kalimat yang sama dan ekspresinya yang datar itu.

"Oke, ayo kita pulang"

Haechan pergi keluar dan disusul oleh mark dibelakangnya, setelah sampai di bawah mark mengantar haechan ke tempat duduk untuk menunggunya mengambil mobil.

Namun saat mark tengah mengambil mobilnya haechan pergi pulang sendiri menggunakan taksi. Mark melihat haechan dan mengejar taksi yang ditumpangi istrinya itu.

"Neng maaf, mobil dibelakang kayaknya ngikutin taksi ini. Saya tambah kecepatannya nggak papa neng?", sedari tadi supit taksi sibuk melihat kaca spion memperhatikan mobil mark yang mengikuti taksinya itu.

Haechan menoleh kebelakang sekejap  dan kembali menatap lurus kedepan, "itu mobil suami saya pak"

"Kenapa nggak bareng suaminya aja neng? Maaf nanya"

"Eh nggak papa pak nanya doang, saya lagi hamil kepengen banget naik taksi pak"

"Oalah, ngidam. Sehat-sehat ya, anak saya juga sepertinya seumuran sama neng lagi hamil juga, kemarin baru aja belanja kebutuhan buat anaknya malah syukur sekali bertemu orang baik yang dengan cuma-cuma membelikan bak mandi mahal", haechan teringat ia pada orang yang pernah ia belikan bak mandi di mall beberapa waktu lalu.

"Wah semoga anak sama cucu bapak sehat ya, saya minta doanya yang baik-baik ya pak. Ini kehamilan kedua saya, dulu yang pertama keguguran"

"Iya neng, bapak doakan semoga lancar sampai dedeknya lahir ya.."

Setelah sampai dirumah haechan masuk saja kedalam rumah dan diruang tamu mark berhasil meraih tangan haechan, "kamu kenapa naik taksi?"

"Mau pulang"

"Kan bisa sama aku, aku lagi ambil mobil"

"Terserah aku"

"Kamu marah karena awalnya kamu kira aku ngelarang kamu tinggal di apart?"

"Enggak"

"Aku nggak ngelarang kamu, aku kasian sama kamu nangi kalau mau pergi-pergi harus turun kebawah jalannya juga jauh. Apart itu juga milik kamu jadi nggak mungkin kalau aku nggak ngebolehin"

"Iya aku ngerti"

"Udah ya jangan marah lagi, aku harus berangkat ke kantor. Aku berangkat sekarang ya?"

 A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang