tigapuluhdua

1.2K 60 3
                                        

Jaemin berjalan masuk kedalam rumah yang cukup besar, tangan kirinya menggandeng anak pertamanya itu yang kini berusia dua tahun dan tangan kanan membawa beberapa box makanan manis.

"Bun, mommy adik bayi kenapa ngga keluar-keluar?", tanya jisung yang sedikit merasa lelah karena sedari tadi haechan tidak keluar-keluar juga.

"Sebentar ya bunda telfon mommy dulu"

Ponsel haechan berdering, ia sedikit merasa repot karena bubu dan mommynya sedang keluar untuk membeli keperluan acara makan-makan nanti malam sedangkan bi indah seperti biasa sedang bebersih rumah bagian belakang.

"Halo na, kenapa?"

"Aku udah didepan ini"

"Ahhh iya maaf aku lagi sedikit kerepotan ini, sebentar aku turun"

"Pak mamat mana deh, tumben gerbang nggak dikunci"

"Pak mamat nganterin mommy sama bubu keluar belanja"

Tiba-tiba saja telfon dimatikan secara sepihak oleh haechan. Tidak menunggu waktu yang lama, haechan membuka pintu utama itu.

Dilihatnya jisung yang tengah berjongkok disamping jaemin.

"Halo bunda, kakak jie. Maafin chenle ya buka pintunya lama", ucap haechan ketika pertamakali menyambut mereka.

"Aduh aduh anak gadis cantik banget, mau kemana siiiih", jaemin merasa gemas dengan keponakannya itu sebab pita berwarna biru muda melingkar dikepalanya yang bulat itu.

"Ayo masuk, itu barang-barangmu masukin ke kamar tamu aja"

"Ah aku nggak nginep juga, rumah kita selisih berapa rumah"

"Nginep aja lah, temenin aku begadang"

"Hmmm coba deh nanti bilang jeno dulu ya, tapi kan ada bubu"

"Tenang, nggak papa kok!"

Jaemin meletakan beberapa box makanan yang ia bawa, haechan sedikit terkejut. Ia hanya meminta cookies namun jaemin membawanya lebih dari empat jenis makanan.

"Ini apa aja na jaemin, banyak banget"

"Hahaha nggak banyak kok! Ini cookies yang kamu mau, ini brownies, ini kue kacang, ini nastar", tunjuk jaemin satu persatu.

"Aishhh, kamu buka toko kue aja na. Aku dukung kok"

"Aku sebenernya udah obrolin ini sama jeno, dia ngebolehin. Cuma dia nggak ngebolehin ambil tempat yang jauh dari rumah, harus ruko yang didepan komplek kita"

"Kemarin ada loh yang masih kosong, yang baru bangun itu"

"Tapi kayaknya nggak deket-deket ini deh, aku belum sanggup. Jisung lagi aktif-aktifnya, riweh nanti"

"Ambil mbak aja na, aku juga lagi nyari"

"Takut nggak bisa bayarnya aku chan, hehehe"

Haechan memandang sendu kearah jaemin.

"Gaji jeno nggak sebesar itu buat aku pakai art atau mbak buat jie. Bubu nggak ngebolehin jeno kerja di perusahaan daddy jae, jadi jeno nyari yang lain dapet di perusahaan daddy kamu. Tapi ya karena waktu itu adanya lowongan bagian staff biasa, yaa mau gimana lagi"

 A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang