"Dad, mommy mana?"
Mark sibuk membersihkan kolam ikan sendiri itu tidak mendengar suara chenle.
"ISH! Daddy, mommy dimana?", suara chenle lebih meninggi
"Mommy lagi arisan, sini bantuin daddy aja bersihin kolam"
"Nggak mau, kan ada pak mamat kenapa daddy bersihin kolam sendiri?"
"Pak mamat bagian kebun aja, mau apa kamu nyari mommy?"
"Aku mau pergi sama kak jie, dia ajak aku main"
"Kemana?"
"Pantai"
"Siang-siang kok kepantai, panas dek. Ke pantai tuh nanti sore liat sunset"
Chenle mengerutkan dahinya, "ish ya iya lah nanti sore, aku juga nggak mau kalo sekarang"
"Kenapa nyari mommy nya sekarang kalah perginya aja nanti? Ini aja masih jam sepuluh siang"
"Pengin aja, sama daddy dibolehin kan?"
Kemana chenle mau pergi, dia selalu meminta izin kedua orang tuanya.
"Nggak boleh, kok masih nanya juga"
Ekspresi ceria chenle tiba-tiba hilang, ia menatap kearah mark dengan tatapan sendunya.
"Kok daddy gitu.. Alasannya apa?"
"Kalau perginya siang, kalo sore boleh"
Sungguh chenle ingin melempar sesuatu kearah daddynya itu.
"Emang paling bener adek ngomong sama mommy aja, daddy nyebelin", chenle mencabut daun disampingnya dan melemparkannya ke arah mark.
Mark hanya bisa tertawa, dia sangat suka menjahili sang anak.
--
Haechan pulang membawa dua kantong paperbag ditangan kirinya. Menemui chenle diruang keluarga yang tengah menyantap makanan anak muda a.k.a seblak
"Wihh beli dimana itu dek?"
"Goput tadi"
Haechan mencicip sedikit makanan itu, "daddy mana?"
"Itu", tunjuk chenle kepada mark yang beru saja keluar dari kamar mandi.
"Halo ratu dan princess ku, duh cantik-cantik sekali"
Chenle dan haechan saling memandang, "ALAY!!" ucap mereka berdua bersamaan.
Mark duduk disamping haechan, membuka salah satu paper bag yang dibawa haechan tadi.
Mark mengeluarkan isi dari paper bag tersebut dan ternyata berisi pakaian bayi.
"Duh sayang, kamu udah belanja baju aja buat adiknya chenle padahal baru dua bulan usianya", kalimat mark sengaja ia keraskan supaya chenle mendengar.
Tatapan chenle langsung serius kearah mark dan haechan.
Haechan panik, "apasih kamu, jangan dikeluarin gitu lah orang udah diberesin juga"
"Dek lucu nih baju adeknya kamu nanti, nanti dipanggilnya kakak chenle"
"Nggak usah dengerin daddy, mommy nggak hamil. Ini punya temen mommy"
"Jangan bohong gitu, chenle pasti ngerti kok. tadi malem kita baru aja kedokter loh sayang"
Chenle diam, ia meletakan makanan itu dan pergi begitu saja menuju kamarnya.
Haechan mencubit lengan mark, "jangan iseng sama anaknya bisa nggak sih abang????!!"
Mark tertawa terbahak-bahak, "muka dia lucu banget, persis muka kamu pas lagi marah"
KAMU SEDANG MEMBACA
A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)
Roman pour Adolescents#GS!!! From: "Gue benci banget sama lo, nggak puas bikin gue menderita karna terpaksa nikah sama lo? Sekarang lo mau ngancurin rencana hidup gue yang mana lagi mark..." -Haechan (18) To: "Maaf udah bikin lo kecewa ya mark, gue nggak bisa jadi istri...
