tigabelas

1.4K 60 0
                                        

Haechan membuka album pernikahannya, satu persatu foto diperlihatkan kepada jaemin.
Pada waktu haechan menikah jaemin hanya datang sekejap saja karena hari pernikahan haechan bertepatan dengan hari meninggalnya nenek jaemin.

Jaemin menahan tangan haechan yang hendak membalik ke halaman selanjutnya.

"Chan dia chan", jaemin menunjuk kearah foto jeno.

Haechan memandang jaemin, "Dia kenapa?"

"Dia yang malem itu ketemu gue, dia yang bawa gue kehotel, dia yang hamilin gue chan", jaemin menangis sejadi-jadinya dipelukan haechan.

"Jadi jeno yang ngehamilin lo na..."

"Dia siapa?"

"Adiknya mark"

"Please chan bawa gue ketemu dia, dia harus tanggung jawab sama semuanya"

"Iya pasti gue bakal nemuin lo sama jeno tapi pelan-pelan ya na, jangan gegabah nanti dia bisa kabur"

Jaemin terus menangis, haechan mendengar bel rumahnya berbunyi berkali-kali turun kebawah untuk membukakan pintunya.
Jeno datang membawa makanan yang dibuat oleh bubunya untuk haechan, yang mereka semua tau haechan sedang hamil.

"Dari bubu", jeno memberikan sebuah tas berisi beberapa kotak makan yang berisikan makanan berbeda-beda.

"Makasih"

"Gue langsung pulang ya, ada urusan"

"Eh bentar"

Jeno menatap haechan dengan tatapan penuh tanda tanya.

"To the point aja, lo hamilin orang kan?"

Jeno menatap haechan cukup lama, pertanyaan-pertanyaan itu mulai berkeliling dikepalanya.

"Kenapa diem?", haechan menggerakan alisnya kesamping menuju sofa ruang tamu, "duduk dulu"

Haechan melangkah terlebih dahulu diikuti jeno.

"Malem itu lo mabok dan lo ketemu cewe dihalte, lo mohon-mohon buat ketemu sama cewe lo yang lagi selingkuh di hotel malah jadinya lo hs sama cewe yang lo mintain tolong. Nggak malu lo?"

"Lo tau dari mana?"

"Nggak penting gue tau dari mana, lo harus tanggung jawab. Cewe itu hamil jen"

"Gue bakal tanggung jawab sama perbuatan gue, tapi gue nggak tau dia siapa ......"

Mata jeno dan haechan sama-sama memandang seseorang yang baru saja turun dari lantai dua.

"Chan, suami lo nelfon mulu nih dari tadi ....."

Jaemin mendekat ketempat jeno dan haechan, "lo... Lo yang udah hamilin gue kan?!"

Jaemin menampar keras pipi jeno, haechan yang terkejut langsung menarik jaemin.

"Na"

"Lo harus tanggung jawab, gue hamil!", jaemin menangis sejadi-jadinya.

Ditengah huru-hara yang sedang terjadi, mark pulang kerumah untuk mengambil berkas yang tertinggal. Awalnya ia ingin meminta tolong haechan mengirimkan berkasnya namun tidak jadi karena haechan yang sedari tadi dihubungi tidak menjawab mengharuskan mark pulang untuk mengambilnya sendiri.

"Jeno"

"Abang"

Mark duduk disamping haechan, keempat orang itu membicarakan semua termasuk tespeck yang ada ditas haechan. Dan jeno harus bertanggung jawab untuk semuanya, dari memberitahu kedua orang tuanya dan orang tua jaemin.

Mark hanya menatap jeno dengan tatapan lurus, "tanggung jawab"

"Iya abang"

💐

Haechan, jaemin, dan jeno kini berada dikediaman keluarga jung.

Ketiga orang dewasa itu duduk diruang tamu menunggu taeyong dan jaehyun turun.

"Chan please lo gantiin abang ikut ngomong ya"

"Ih lo yang ngelakuin ngapain minta gue yang ngomong"

"Abang udah kecewa sama gue sampai nggak mau ikut pulang, jadi lo gantiin peran abang ya please"

"Lo itu udah gede ya jen, lo udah mau jadi bapak. Masa ngakuin apa yang udah lo perbuat nggak berani"

Taeyong dan jaehyun turun dengan wajah yang sangat segar.

"Waduh mantu bubu cantik sekali", puji taeyong kepada haechan.

Taeyong salah fokus kepada jaemin yang kini duduk disamping haechan, "ini siapa? Cantik nya.."

"Jaemin tante"

"Namanya cantik ya kaya orangnya, hehe"

"Bu, dad"

"Ada apa jen?"

"Sebelumnya jeno minta maaf karena udah bikin bubu sama daddy kecewa marah juga, jeno mau bilang ini sama daddy bubu karena ini 100% kesalahan jeno jadi nanti bubu daddy marahin jeno aja ya"

Taeyong dan jaehyun saling menatap bergantian, "kamu balapan lagi jen?"

"Engga bu, jeno udah bikin jaemin hamil bu dad. Tolong jangan marahin jaemin, marahin jeno aja"

Jeno deengan cepat duduk dibawah lantai, meminta maaf dengan kedua orang tuanya.

Air mata taeyong menetes, "jen, ini bohong kan?"

Jeno menggeleng, "engga bu, makanya jeno bawa jaemin kesini"

Jaehyun memperintahkan jeno untuk duduk disofa kembali dan menceritakan semuanya. Saat jeno menceritakan semuanya dengan haechan yang membantu sedikit menjelaskan, taeyong tidak berhenti menangis.

Taeyong merasa gagal menjadi ibu karena tindakan anak bungsunya itu, taeyong juga marah ketika jaemin memberi tahu nama ayah dan bundanya. Winnie bunda jaemin adalah mantan pacar jaehyun, dan taeyong sangat menolak hubungan jeno dan jaemin.

"Kamu diem jaehyun", taeyong yang tau jaehyun akan ikut menyuarakan suaranya itu langsung dihentikan oleh taeyong.

"Bu, jangan gitu lah kasian jaeminnya"

"Kamu pilih jeno nikah sama dia anak mantan kamu itu dan aku pergi, atau jeno yang pergi?!", taeyong melontarkan pertanyaan itu kepada jaehyun.

"Kita bisa bicarain ini dengan kepala dingin bu, winnie juga udah punya anak suami"

"Oke, bubu yang pergi"

"Jangan bu, dad jeno pergi aja nggak papa. Maaf ya bubu, daddy"

Jeno membawa sedikit barang-barangnya dan motor miliknya sendiri yang ada digarasi, jaemin dan haechan naik mobil.

Tujuan mereka bertiga kini adalah kediakan haechan, untuk sementara waktu jeno meminta izin kepada haechan untuk tinggal dirumahnya. Bahkan dia langsung bilang kalau dia mau tidur diatas karpet saja, jeno ingat kalau dirumah haechan tidak ada kamar tamu. Padahal pada waktu itu haechan hanya bercanda saja.

"Ini rumah tetep punya abang jen, gue nggak bisa bilang iya atau nggak. Lo izin sendiri aja sama abang"

"Iya nanti gue izin sama abang, gue tunggu abang pulang kerja"

"Dari pada lo nunggu abang nggak jelas mending lo kerumah jaemin aja, jelasin semuanya sama orang tua jaemin. Biar cepet kelar urusannya jen"

"Gue nggak bawa mobil chan, adanya motor kasian jaeminnya"

"Bawa mobil gue"

Jeno mengajak jaemin untuk pergi kerumahnya menemui kedua orang tua jaemin.

Sebelum mobil dijalankan jeno melirik kearah jaemin yang sedari tadi menunduk, "lo nggak usah takut, gue bakal tanggung jawab karna ini perbuatan gue. Maaf gue udah bawa lo ke situasi sulit kaya gini"

_____________

-

 A Greater Love || MARKHYUCK (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang