_
_
_
"Kamu bahkan gak tau aku sakit apa ?" Tanya Jimin dengan suara yang sedikit bergetar, entah karna ingin menangis, atau mungkin karna perasaan bingungnya.
Yoongi menggelengkan kepala.
Jimin mengunci mulutnya, tak ingin lagi membahas apapun dengan Yoongi, dan fokus memberesi barangnya agar secepatnya keluar dari hotel itu.
Bayangan Yoongi berciuman dikamar itu juga mengganggu fikirannya.
-
Tak banyak bicara, akhirnya mereka kembali kerumah malam itu.
Sampai dirumah juga Jimin langsung mengemasi barang - barangnya, tekadnya sudah bulat untuk pulang besok.
Yoongi hanya bisa terdiam, ada rasa bersalah pada Jimin, tapi yang paling mengganggunya adalah melihat tadi Jimin yang meringkuk karna sakit didada nya.
Seperti trauma buat Yoongi, melihat dulu seseorang dimasa lalunya yang mengalami sakit yang sama.
Yoongi ingin tau lebih banyak tentang sakit yang dirasakan Jimin, tapi rasanya tak berani untuk bertanya lagi, karna dari tadi Jimin tak meresponnya.
Yoongi berbaring disamping Jimin yang sedang berusaha untuk tidur.
"Bisakah, aku merayu mu untuk menunda, setidaknya sehari lagi aja?"
"Untuk apa ?" Jawab Jimin tanpa membuka matanya.
Yoongi diam, tak tau harus menjawab apa.
Jimin memutar badan membelakangi Yoongi, karena semua dari Yoongi membuatnya kecewa, sepertinya Yoongi bahkan tak punya alasan untuk menyuruh Jimin menunda kepulangannya ke korea.
"Apa aku membuat mu kecewa ?" Tanya Yoongi.
"Iya" jawab Jimin pelan.
Kembali air mata Jimin jatuh, "Tidurlah, aku gak akan menjawab apapun lagi." Lanjut Jimin.
Yoongi terdiam, hanya bisa melihat punggung Jimin, anak ceria itu dari awal datang, 5 malam sebelumnya tanpa permisi Jimin akan selalu bergelayut padanya, bahkan memeluknya ketika tidur, tanpa menghiraukan Yoongi yang kikuk saat dipeluk.
Jimin malam ini terlihat sangat berbeda, begitupun dengan hati Yoongi yang terus terganggu setelah melihat sakit Jimin.
.
.
.
Berandalan, hidup dijalanan dengan seorang ayah yang tukang mabuk dan kecanduan judi,
Tak jarang Suga kecil memapah ayahnya yang mabuk di warung tenda pulang.
Mengamen, berjualan di lampu merah, bahkan terkadang mencopet, semua adalah hal biasa untuk Suga memenuhi kebutuhan hidupnya dan ayahnya.
Seringkali mereka hidup berpindah - pindah, karna diusir tuan rumah ketika tidak mampu membayar uang kost.
Satu kali ayahnya membawa nya kerumah seseorang yang dikatakan adalah adik perempuan ayahnya.
Perempuan yang sudah cukup lama ditinggal meninggal suaminya itu memiliki seorang anak laki - laki yamg 3th lebih kecil dari Suga.
Jiyoon, anak kecil itu sering ditinggal ibu nya dirumah sendirian, karna ibunya harus bekerja tiap hari.
Dia sangat senang karena ada Suga dirumah.
Tapi Suga yang sudah biasa hidup bebas dijalanan itu tidak suka hidup seperti anak normal dirumah.
Pada hari ke tiga menginap dirumah itu, ketika bangun pagi Suga tak melihat ayah nya.
Suga mencari ayahnya, berteriak ke setiap penjuru rumah, seperti biasa Suga curiga ayahnya pasti meninggalkan nya lagi hari ini.
Teriakan Suga terhenti, karna mendengar suara teriakan yang tak kalah histerisnya dari dalam rumah.
Suara teriakan ibu Jiyoon yang mengetahui kakaknya, ayahnya Suga pergi dan mencuri uang simpanan nya, uang yang cukup banyak, dikumpulkan ibu Jiyoon dengan kerja keras setiap hari, dia kumpulkan sedikit demi sedikit untuk biaya pengobatan Jiyoon yang sejak umur dua tahun sudah di diagnosa menderita kanker hati.
Singkat cerita, ibu itu berlari berusaha mencari kakaknya yang membawa kabur uang tabungan nya, Meninggalkan Suga yang masih berumur 9th dan Jiyoon 6th.
Berhari hari ke dua orang itu tak kembali, mau tak mau Suga mengurus Jiyoon yang terlihat normal aja seperti anak biasa, tapi tiba-tiba dadanya akan terasa sakit, jika dia kelelahan, atau terlalu bahagia, atau mungkin ketika dia sedih.
Sampai akhirnya, Suga dapat kabar kalau mama Jiyoon meninggal dunia karna kecelakaan saat mencari ayahnya.
Warga membantu pemakaman mama Jiyoon
Siatuasi makin sulit, akhir nya warga mengantarkan Suga dan Jiyoon untuk tinggal di panti asuhan.
"Jiyoon,, Jiyoon ..."
Jimin membangungkan Yoongi yang sedang bermimpi buruk dan mengigau disamping nya.
Yoongi terbangun, Jimin mengusap keringat dan bahkan airmata Yoongi yang mengalir ketika bermimpi.
"Kamu mimpi, dari tadi teriak - teriak". Ucap Jimin dan menyodorkan segelas air pada Yoongi.
Yoongi kembali ke kesadaran nya, "maaf mengganggu tidur mu" ucap Yoongi.
"Mimpi apa ?" Tanya Jimin.
Yoongi menghela nafas dalam, berusaha mengingat mimpinya barusan.
"Kamu memanggil manggil nama seseorang.. Jiyoon, siapa Jiyoon ?"
"Jiyoon ?,,, mmm Jiyoon adalah nama korea Amy" jawab Suga.
"Amy ?, apa Amy itu adalah cewek yang bersama mu dikamar hotel tadi ? " tanya Jimin.
Yoongi melihat Jimin, tak menyangka kalau Jimin melihatnya bersama Amy dikamar hotel.
"Ayo kembali tidur" ucap Jimin dan kembali berbaring ke posisinya semula.
Jika saja bisa memutar jarum jam, Jimin ingin segera siang dan secepatnya pergi jauh dari Yoongi, tak ada satupun yang tidak membuat Jimin kecewa, bahkan dalam mimpi pun Yoongi tetap memanggil nama pacarnya.
Papa, eoma, V dan juga Yoongi mengantarkan Jimin kebandara.
Wajah V dan Yoongi masih tegang, karna V masih marah pada sikap Yoongi terhadap Jimin.
Walaupun Jimin selalu membuat senyum palsu di bibirnya, tapi V tau bahwa Jimin pulang karna sangat kecewa.
Jimin akhirnya masuk keruang tunggu meninggal kan mereka yang mengantarkan.
"Ada apa dengan kalian ?" Tanya Hoseok melihat wajah V yang tidak seperti biasa ya.
V dan Yoongi sama - sama diam tak menjawab.
"Memangnya Jimin sakit apa ?" Tanya Yoongi.
"Apa Jimin sakit ?" Tanya papa dan eoma serentak.
"Kemaren dadanya sakit, dan itu pasti karna dibentak Yoongi" jawab V.
Yoongi terpaku melihat papa dan eoma panik, dan bercerita Jimin dulu pernah dioperasi transplantasi
hati, tidak boleh terlalu bahagia,apalagi terlalu sedih.
Yoongi langsung berlari mengejar Jimin yang sudah berjalan menuju ruang tunggu, bahkan sebelum
papanya menyelesaikan ceritanya.
Jimin menoleh mendengar suara Yoongi memanggil manggil namanya, melihat Yoongi berlari kencang ke
arahnya.
"Jimina, tunggu" Yoongi terengah -engah, memengang kedua bahu
Jimin.
"apa benar kamu pernah transplantasi hati?"
"kapan ?"
"apa dulu kamu tinggal di panti asuhan ?".
Pertanyaan Yoongi bertubi - tubi sambil berusaha menormalkan nafasnya setelah berlari kencang.
Tak henti hentinya kebingungan dengan
sikap Yoongi. Pertanyaan aneh lain nya,tak mungkin dia tidak tau penyakit Jimin.
"Yoongi akan berkelahi dengan siapa saja yang mengatakan ku di pungut
dari panti." jawab Jimin.
"kamu sudah gila". ucap Jimin menagis dan suara bergetar, sambil mendorong
Yoongi agar menjauhinya.
--- to be continued ---
KAMU SEDANG MEMBACA
WARNA LAIN [YOONMIN] || END
FanfictionSelalu manis kisah kisah tentang duo kesayangan kita ini. Kali ini aku akan coba tulis cerita cinta yang sedikit lebih simple dari book book sebelum nya, tapi dengan background kisah yang tetap rumit dan keterikatan perasaan yang kuat antara Yoongi...
![WARNA LAIN [YOONMIN] || END](https://img.wattpad.com/cover/364553382-64-k726565.jpg)