05|WHY ARE YOU TALITA?

45 19 0
                                    

05|WHY ARE YOU TALITA?

Jika kamu tahu caranya menyakiti,setidaknya kamu juga tahu caranya mengobati.

Laras Gevanya Axelin.

***
"ANJING!"

"Sabar Wi,orang sabar di sayang Harris." Ucap Sarah sembari mengelus punggung Dewi pelan.

Mendengar hal tersebut,Dewi memejamkan matanya. Berkali-kali ia menghela nafas kasar.

"Nah,iya gitu. Tarik nafas,tahan,buang.." Ujar Sarah memberi instruksi.

Cukup lama Dewi membuat Sarah menunggu dirinya,ia pun menoleh ke arah sahabat lamanya yang berada di samping kirinya.

"Sar?"

"E-eh,iya kenapa?" Kata Sarah kaget,ia sempat mengantuk karena bosan menunggu Dewi sedari tadi.

"Gue punya dua opsi pilihan buat lo!" Ucap Dewi,seakan memberi tantangan kepada Sarah.

"Apa?" Tanya Sarah kepo.

"Kita hancurin Laras secara terang-terangan,atau secara halus?"  Bisik Dewi di telinga Sarah seraya mengembangkan  senyum miring.

"Jangan gegabah! Lawan kita bukan orang biasa!" Jawab Sarah dengan nafas menggebu-gebu,sungguh? Dewi begitu gila ingin menghancurkan Laras! Bahkan ia tak sabaran layaknya akan mendapat emas triliun-an.

"Gue ga bilang,kalau langsung hancurin!" Ucap Dewi menatap tajam Sarah.
"Ck! Pilih salah satu!" Bentak Dewi membuat Sarah membulatkan kedua mata hitam pekatnya.

"Secara halus! Kalau terang-terangan kita yang mati!" Ucap Sarah menatap Dewi penuh keheranan.

"Tapi?! Gue ga mau Harris di rebut Laras!" Ujar Dewi.
Sarah yang mendengar pengucapan Dewi itu pun memutar bola matanya malas,Dewi sangat impulsif!

"Trus mau lo apa?" Tanya Sarah.

"Hah?" Ucap Dewi tak mengerti.

Lagi-lagi,Sarah berdecak kesal,ia kira,Dewi sudah berubah menjadi ultramen,eh maksudnya berubah menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

"YAUDAH! KITA BIKIN LARAS DI SUDUTKAN OLEH BANYAK ORANG!" Kata Sarah berteriak,ia sudah muak melihat tingkah Dewi yang sangat tak sabaran.

"Really?"

"YA! TAPI GA SEKARANG!" Jawab Sarah sedikit berteriak,Dewi mungkin tidak mendengarkannya jika ia berbicara pelan,karena gadis itu sedang melamun.

"Why? Sekarang aja!" Jawab Dewi mengerutkan kedua alis nya.

"Masalahnya,apa yang perlu kita pandang buruk dari Laras,dia cantik,langsing-"

"Stop! Kita cari tahu aja!' Potong Dewi sebal. Mengapa Sarah harus mengatakan hal-hal yang seakan memuji Laras? Telinganya panas mendengar penuturan pada kalimat terakhir Sarah.

"Ya,ya,ya." Ucap Sarah lelah berdebat dengan Dewi. Ia pun mengakhiri obrolan dengan membantu Dewi berdiri,ya Dewi sedari tadi jongkok seperti kodok! Tidak ada pergerakan sama sekali,hanya pergerakan bibirnya yang berbicara.
Sarah juga tadi ikut jongkok karena lelah menunggu Dewi.

                      ***

"MAKSUD LO APA HAH?!" Bentak Laras kasar tepat di wajah Talita,jari telunjuk tangan kanannya ia gunakan untuk menunjuk wajah Talita. Kini dua gadis itu sedang berada di belakang sekolah. Sesuai dengan janjinya,Laras telah menunggu sekitar 15 menit sebelum Talita tiba.

Talita menepis tangan Laras kasar,kemudian mendorong Laras dari hadapannya. Untung saja Laras tidak terkejut dengan aksi Talita yang mendorongnya,sehingga ia tidak terjatuh,hanya saja mundur beberapa langkah kaki.

DIA HARRIS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang