Ch. 13 | Bara membara

2.9K 221 11
                                        

Awan menghitam dan pekat seiring dengan angin yang bertiup kencang pertanda akan turun hujan.

Alvian menyeduh teh dan duduk diruang tamu sendirian. Matanya terus melirik jarum jam yang terus berputar.

Apa yang akan terjadi hari ini?

Bukannya senang sebentar lagi dia akan bertemu dengan white. Alvian malah gelisah dan tidak fokus setiap beraktivitas.

Firasatnya terus mengatakan hal buruk akan terjadi. Namun, Al tetap ingin mencoba memahami white. Tiga jam lagi mereka akan bertemu di rumah pribadi white dan melakukan simulasi bercinta yang diinginkan white.

Lamunan panjangnya buyar setelah mendengar bel rumah berbunyi. Seseorang terus menekan belnya berulangkali membuat Alvian bergegas membukanya.

" Black? ". Alvian memandangi sosok pria yang berdiri didepannya. Kegelisahan nya perlahan hilang dan Alvian merasa tenang.

Black melenggang masuk dengan santai. " Aku kedinginan, ban mobilku kempes lagi di perbaiki jadi aku mampir ".

Terlihat jelas kalau memang black kedinginan, baju bagian atasnya basah dan bibir tipisnya terlihat pucat.

Black duduk di sofa. " Teh? ", tanpa bertanya black langsung meminum teh Alvian yang baru saja diseduh.

" Hoahh... Nikmat sekali ". Black bersikap santai seolah mereka sudah akrab.

Alvian masih berdiri memandanginya. Dia tidak menyangka black mau meminum minumannya. Hal itu membuat Alvian terdiam sejenak.

" Apa aku mengganggumu? Sabar sebentar lagi mobilku selesai diperbaiki ".

" Black.. ".

" Mm ya? ".

" Apa kamu lapar? Ada makanan yang baru saja aku masak ".

" Tidak ". Spontan black menjawab asal-asalan karena rasa gugupnya mendengar tawaran Alvian.

" Tapi aku lapar, bisakah kamu menemani ku? ". Ujarnya dengan raut wajah memohon.

Sontak black berdiri dan mengangguk-anggukkan kepalanya.

Alvian tersenyum manis," Terimakasih ".

Merekapun pindah ke meja makan, Alvian menghidangkan makanan yang ia masak tadi pagi sedangkan black menuangkan air kedalam gelas untuk mereka.

Black tersenyum haru melihat hidangan diatas meja dan orang yang duduk disebelah nya. Ini terasa seperti mimpi. Black tidak ingin bangun dari mimpinya jika ini sebuah mimpi.

Alvian fokus menikmati makanannya sedangkan black terus menatapnya. Hal itu membuat Alvian merasa tidak nyaman karena pandangan black tidak pernah luput darinya.

" Jangan menatapku terus black, aku merasa tidak nyaman ".

Black menarik tulang pipinya, " Aku sangat bahagia bisa menikmati makanan ini bersamamu, terimakasih bara ".

" Black.. "

" Iyaa? "

" Pasti sakit mencintai orang bodoh seperti ku ". Mata Alvian berkaca-kaca, sendok nya mengaduk-aduk butiran nasi. Nafsu makannya hilang setelah terpikir bagaimana perjuangan black mencintainya.

Pria tampan itu berdiri dan menarik kursi Alvian agar lebih dekat dengannya. Black jongkok dan menggenggam tangan Alvian. " Jangan jatuhkan air matamu untukku! Itu bisa menyakiti ku berhari-hari bara. Aku hanya ingin kamu terus tersenyum dan bahagia ".

Alvian semakin ingin menangis, matanya berkaca-kaca dan hidungnya mulai memerah.

Black menarik Alvian kedalam pelukannya. Tangannya mengusap-usap lembut punggung Alvian.

" Aku selalu bersamamu, tidak apa-apa! Jangan menangis. Nikmati hubungan asmaramu entah itu dengan white atau orang lain. jika kamu sudah bosan datanglah padaku, aku akan memelukmu bara ".

" Hiks..hiks.. ". Tangis Alvian pecah. Perkataan black terdengar sangat menyedihkan.

" Sstt.. jangan menangis! Aku tidak suka ". Kedua ibu jari black menyeka air mata Alvian dengan lembut.

Alvian menatap lekat manik mata black. Ketulusan terpancar dimatanya. Tanpa berpikir panjang Alvian mengecup bibir titip black.

" Muach.. ". Singkat tapi mampu membuat black mematung dan menahan nafasnya.

" Bara? ". Ucap black samar namun masih terdengar ditelinga Alvian.

" Bisakah kamu mencium ku? Cium aku seperti waktu itu ".

Lagi-lagi black mematung, dia gugup setengah mati mendengar permintaan Alvian. Black menampar-nampar pipinya. " Sadar! Sadar black! Ini hanya mimpi.. ".

" Ini nyata, cium aku black! ". Alvian memegang kedua pipi black dan membuatnya sadar kalau ini bukan mimpi.

Black mengacak-acak rambut Alvian sambil tersenyum riang. " Setan apa yang merasuki mu hmm? Kenapa baraku jadi membara seperti ini ".

Alvian cemberut dan memanyunkan bibirnya kesal mendengar perkataan black yang menyindirnya secara terang-terangan.

Alvian cemberut dan memanyunkan bibirnya kesal mendengar perkataan black yang menyindirnya secara terang-terangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Baby by me [BL]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang