Kisah cinta masa kecil Alvian berakhir dengan hubungan asmara yang rumit disaat usianya menginjak dewasa.
Cinta segitiga Alvian, white dan black dibungkus dengan fakta yang mencengangkan.
START : 8 Maret 2024
FINISHED : 1 Mei 2024
Pukul 00.55, Black berdiri didepan rumah berwarna gelap milik white tanpa tau pemilik rumah itu adalah saudara kembarnya sendiri.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Black membawa koper berisi bom aktif. Karena sudah larut malam suasana didepan rumah itu sepi membuat black mudah melancarkan aksinya.
Tanpa berpikir panjang, black melemparkan koper itu melalui jendela kaca yang ada dibagian depan.
Bom itu pun meledak dan menghancurkan seisi rumah. Api membakar sampai ke atap. Ledakan itu membuat orang-orang berhamburan keluar. Suara teriakan terdengar nyaring didepan rumah white.
Black menatap api yang melahap habis rumah itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini baru permulaan..
Setelah puas Black masuk kedalam mobil dan pulang ke rumah dengan perasaan lega walaupun belum menemukan pelaku setidaknya aset berharga orang tersebut sudah hangus terbakar. Dengan sendirinya pemilik rumah itu akan datang mencarinya.
" Kemana saja black? Akhir-akhir ini kalian sering keluyuran dan jarang pulang ke rumah, apa kalian punya rumah lain? ". Ujar Victor yang sedang menonton televisi.
Black yang baru tiba pun duduk sembari meregangkan otot-ototnya dan bersandar di sofa, Wajahnya terlihat sangat lelah membuat Victor menyudahi tontonan nya.
" Apa yang terjadi? "
" White dimana pa? "
" Dikamar, baru pulang. Papa lihat wajahnya iuga murung, apa kalian bertengkar? "
" Pa, black istirahat dulu. Papa jangan kelamaan begadang ". Black tersenyum tipis dan meninggalkan papanya.
Rumah besar itu terasa sepi dari mereka kecil sampai sekarang tidak ada yang berubah. Black dan white sering bertengkar membuat Victor mengurungkan niatnya untuk berumahtangga lagi.
Tok..tok..tok..
" Masuk ",Ujar white yang tengah sibuk dengan ponselnya. Wajahnya merah padam dan rahangnya mengeras.
Beberapa saat kemudian black masuk dan duduk di kursi tepat disebelah ranjang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
White masih sibuk dengan ponselnya karena anak buahnya memberikan informasi bahwa rumah pribadinya hangus terbakar.
" White.. "
" Ya, Kenapa black? ". Walaupun sering bertengkar tapi white tidak pernah membenci apalagi memberi jarak antara dia dan saudara kembarnya.
White menutup ponselnya dan duduk disisi ranjang. Jarang-jarang black mau berbicara dengannya. Hal yang ia bicarakan pasti penting sehingga membuatnya memasuki kamar white.
" Bara.. ". Tiba-tiba mata black berkaca-kaca.
" Alvian, kenapa dengannya? ". Ujarnya penasaran. Baru kali ini saudara kembarnya yang temperamental menampakkan kesedihan dimatanya.
Setitik air mata turun dari sudut mata black, Tangan kekarnya menyeka kasar air mata itu.
" Seseorang melukainya, dia berada dirumah sakit. Lukanya sangat parah ". Ujung hidung black memerah. Terlihat jelas dia sedang menahan tangis.
Sontak white menelan ludahnya kasar mendengar perkataan black. Dia tidak menyangka secepat itu black menemukan Alvian dan bahkan membawanya ke rumah sakit.
" Kamu pasti mencarinya kan? Jangan bersedih white aku akan membalaskan dendam kekasihmu. Kamu hanya perlu menemani dan menjaganya sampai pulih ". Ucap black tanpa melihat wajah saudaranya.
Kedua alis white bertemu, Dia merasa terharu melihat sifat dewasa black yang tidak pernah ia tunjukkan sebelumnya.
Baru kali ini black bersikap tenang menyampaikan ucapannya walaupun dia terlihat dalam kesedihan setelah mengatakan kalimat kekasihmu pada white.
" Ayo, aku akan mengantarmu kerumah sakit. Saat bangun nanti dia pasti mencarimu ". Ucap black sambil berdiri dan mengisyaratkan white untuk keluar.
White mengangguk bingung karena tidak tau reaksi apa yang akan ia tunjukkan dengan informasi black. White kesulitan menunjukkan rasa sedihnya karena dia sendiri yang sudah membuat Alvian terluka.
" Kalian kenapa? Bertengkar lagi? ". Victor langsung berdiri dan menghampiri kedua putranya yang berjalan menuju pintu keluar.
" Pa, Black sama white ada urusan penting. Kami tidak bertengkar papa tenang saja ".
" Iya pa, kami tidak bertengkar kok ". Sambung white.
" Baguslah, kalau begitu kalian boleh pergi. Jangan bertengkar di luar ". Victor kembali duduk didepan televisi. Sedangkan kedua saudara kembar itu sudah masuk kedalam mobil.
Setelah sekian lama, akhirnya white merasakan kembali bagaimana rasanya duduk berdua dengan black.
Dulu mereka akrab tapi setelah insiden pembullyan Alvian dan black pindah sekolah, mereka mulai renggang dan black jadi dingin.
Alvian yang membuat mereka renggang dan sekarang Alvian juga yang membuat mereka dekat. Sungguh ironis, keduanya terpaku pada orang yang sama.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.